
Sebelum makhluk itu tiba di dekatnya, terdengar suara dari dalam dirinya yang membuat Ucup merasa lega.
“Lord Ucup, mengapa dirimu dipenuhi aura iblis?” tanya Pangeran Xiao Li Dan.
“Brother Xiao, ah, akhirnya aku bisa mendengar lagi suaramu!” kata Ucup begitu lega.
“Apa maksudmu, Lord Ucup?” Pangeran Xiao Li Dan tidak memahaminya.
“Setelah aku memasuki lorong istana, komunikasi kita terputus. Apa kamu tidak menyadarinya, Brother?”
“Kapan kamu memasukinya, Lord Ucup? Istana itu hilang begitu saja ketika kamu melangkah memasukinya, dan sekarang kamu berkata seperti itu!”
Ucup termenung memikirkannya. Akan tetapi, sosok makhluk itu telah sampai beberapa langkah di depan Ucup. Tiba-tiba saja makhluk mengerikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis cantik yang membuat kedua mata Ucup melebar karenanya.
“Bukankah dia gadis yang sama seperti sebelumnya yang menyerupai wajah adikku,” gumam Ucup.
“Kau telah menghancurkan istanaku dan membunuh penjagaku. Siapa kau sebenarnya dan apa tujuanmu datang ke wilayahku?” tanya gadis itu dengan suara yang dingin.
Tatapan gadis itu menusuk Ucup seperti ujung pedang. Aura iblis dari sang gadis mencengkram jiwanya, tetapi Ucup bukanlah manusia biasa yang akan tunduk dalam cengkraman bangsa iblis. Ucup masih berdiri dengan tenang dan penuh kewibawaan dalam dirinya.
“Siapa aku tidaklah penting, namun keberadaan bangsa iblis di alam fana tidak dapat aku biarkan. Kembalilah ke alammu atau aku hancurkan seperti iblis harimau yang berada di dalam istanamu!” Ucup berbicara dengan suara yang penuh intimidasi dan tatapannya tajam menusuk hati sang gadis.
Gadis iblis itu tertawa dengan penuh kebencian dan berkata, “Bodoh! Orang sepertimu berani mengusirku dari alam yang telah menjadi kekuasaan bangsa iblis.”
Ucup tidak terpengaruh oleh kata-kata tajam sang gadis. Ia bahkan tertawa keras dengan nada merendahkan. “Ha-ha-ha! Kau yang bodoh, aku telah bermurah hati memberikanmu kesempatan untuk pergi tanpa harus kehilangan nyawa, namun kau terlalu bodoh hingga tidak bisa mengambil kesempatan yang aku berikan.”
Seringainya yang dingin memenuhi udara, menciptakan ketegangan yang semakin memuncak. Keduanya saling bertatapan dengan penuh intimidasi, konflik di antara mereka terasa semakin membara.
Gadis iblis itu melangkah mendekati Ucup, sorot matanya memancarkan amarah dan kebencian yang dalam. "Kau hanya seorang manusia yang lemah. Bagaimana kau berani mengusirku dari tempat yang telah aku kuasai selama ini?"
Ucup yang tetap tenang meskipun dihadapkan pada ancaman ini, tersenyum mencemooh, lalu berkata, “Sudah menjadi kodratnya setiap iblis akan selalu menyombongkan diri dari awal, tanpa mau menyadari dirinya sendirilah yang lemah."
“Ha-ha! Opini terbodoh yang aku dengar. Iblis mana yang lebih lemah dari bangsa manusia? Bahkan para dewa yang sombong pun tidak lebih baik dari bangsa kami,” ujar sang gadis penuh kesombongan.
“Masih juga tidak mau menyadari diri …. Kalau memang bangsa iblis itu kuat, tentunya kalian tidak akan memburu jiwa para cultivator alam fana maupun alam dewa untuk meningkatkan ranah kultivasi. Bukankah itu kelemahan kalian yang nyata?” Ucup menyeringai sinis setelah mengatakannya.
Gadis iblis itu menggeram. “Katamu itu kelemahan kami? Ha-ha, kau sungguh bodoh menganalogikannya!
Ucup berkata dengan sinis, "Selain kesombongan dan kelicikan, apalagi yang bisa dibanggakan dari bangsa iblis? Mending musnah saja daripada kalian hanya menjadi sampah peradaban. Ha-ha!"
Percakapan keduanya memunculkan pergesekan yang semakin dalam, dan meskipun pertarungan belum dimulai, atmosfer di sekitar mereka dipenuhi dengan ketegangan yang tak terbendung. Keduanya saling memprovokasi, menantang satu sama lain, dan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, pertarungan yang besar antara Ucup dan gadis iblis itu akan meledak menjadi kenyataan.
Tanpa kata-kata lebih lanjut, gadis iblis itu menggerakkan tangannya dengan cepat, mengumpulkan energi sihir di sekitarnya. Dalam sekejap, gelombang energi hitam yang mengerikan melesat menuju Ucup, menciptakan kilatan berbahaya di udara. Ucup dengan tangkas menghindar, tetapi serangan sihir itu mengguncang keras menggetarkan alam, merobek tanah dan dinding di sekitarnya. Serangan tersebut memperlihatkan betapa kuatnya kekuatan sihir sang gadis, dan pertarungan di antara mereka yang tak terhindarkan telah dimulai.
Sang gadis iblis melanjutkan serangannya dengan brutal, mendesak Ucup hingga tersudut di tengah kekuatan sihir yang mengamuk. Kilatan energi hitam terus menyapu mendekati pemuda itu, membuatnya berjuang keras untuk menghindarinya.
Meskipun Ucup memiliki memiliki ketahanan fisik yang mumpuni, serangan yang tak kenal lelah dari sang gadis iblis membuatnya merasa terjepit dan hampir tak berdaya. Kekuatannya diuji hingga batasnya saat dia berjuang untuk mencari celah dalam serangan brutal yang terus-menerus menghujaninya.
Duar! Duar! Duar!
Ledakan-ledakan keras terdengar memenuhi area sekitarnya dari setiap kali sang gadis menghujani Ucup dengan berbagai serangan energi yang tiada habisnya.
Ketika Ucup melihat peluangnya, ia dengan cepat mengeluarkan serangan balik yang mematikan. Ia mengarahkan energi alam yang telah ia kumpulkan selama pertarungan ke dalam serangan yang sangat terarah dan mematikan. Gadis iblis yang kehilangan fokus tidak memiliki waktu untuk merespons, dan serangan Ucup menghantamnya dengan kekuatan penuh. Kesalahannya yang fatal itu membuatnya menderita kerugian yang serius, mengubah dinamika pertarungan secara drastis.
Bugh! Bugh! Bugh!
Pukulan dan tendangan keras terus dilayangkan Ucup dengan begitu cepat dan kuat menghantam tubuh sang gadis tanpa jeda dan membuat gadis iblis itu terpental semakin jauh.
Gadis iblis, meskipun sejenak terkejut oleh serangan Ucup, dirinya tidak berkecil hati. Sebagai makhluk licik dan jahat yang telah bertahan selama berabad-abad, dia segera mengambil langkah-langkah liciknya. Dalam sekejap, dia menciptakan ilusi palsu, mengelabui Ucup dengan gambaran palsu dari serangan balik yang sebenarnya.
Ucup yang percaya bahwa dia telah mengambil alih kendali pertarungan, tiba-tiba mendapati dirinya berhadapan dengan serangan mendalam yang sesungguhnya. Gadis iblis itu mengerahkan kekuatan sihirnya yang tak terduga, dan dalam sekejap, Ucup tersudut dan pakaiannya rusak oleh serangan balik yang tiba-tiba ini.
“Sialan! Aku melupakan sifat asli seorang iblis yang penuh kelicikan!” kesal Ucup yang melihat pakaiannya compang-camping tak karuan.
Dengan liciknya, gadis iblis telah berhasil membalikkan keadaan, menciptakan efek kejut yang membuat emosi Ucup memuncak. Kejadian ini mengingatkan Ucup bahwa dia berhadapan dengan musuh yang licik dan berbahaya, yang siap menggunakan segala cara untuk mengalahkan musuhnya secara tiba-tiba dan penuh kejutan di dalamnya.
Ucup, dengan ketajaman pikiran yang luar biasa, memutuskan untuk mengelabui gadis iblis dengan pura-pura kalah. Dia berpura-pura lemah, tubuhnya tampak lelah, dan wajahnya menggambarkan kekalahan.
“Di mana kesombonganmu yang tadi?” sindir sang gadis yang merubah tangannya ke wujud monster dan bersiap untuk menghancurkan tubuh Ucup di depannya.
“Aku akui diriku kalah, namun kenapa kau terus menatap monsterku yang tertidur? Apakah kau menginginkannya?” balas Ucup lalu menangkupkan kedua tangannya menutup adik monsternya yang terlihat sebagian dari robekan pakaiannya.
Gadis iblis itu begitu kesal mendengarnya, namun ia tidak menunjukkan kekesalannya di depan Ucup.
“Aku hanya sedikit heran melihat ukuran punyamu yang sebesar milik beast monster,” kilah sang gadis.
“Tak perlu berbelit begitu. Katakan saja jika dirimu menginginkannya! Bukankah sebentar lagi aku akan mati di tanganmu? Jika aku mati, kau tidak akan memiliki kesempatan untuk melihatnya terbangun dengan sempurna,” kata Ucup mulai menggodanya.
Kilatan cahaya tampak memenuhi kedua mata merah sang gadis. Ia pun menjulurkan lidahnya yang panjang seperti ular menyusup ke dalam robekan kain dan langsung melingkarinya membentuk spiral.
Ucup mendengus lirih merasakan sesuatu yang licin melilit adik monsternya dan ia pun menutup mata, menikmatinya.
“Ah, sialan, ini begitu nikmat!” racau Ucup merasakannya.
Sang monster pun menggeliat terbangun dari tidurnya, menerobos celah robekan hingga berdiri tegak menantang langit. Hal itu membuat si gadis panas dingin melihatnya. Ia menarik kembali lidah panjangnya dan pandangannya tak lepas dari monster besar di hadapannya.
“Ini sungguh langka, monster itu benar-benar membuatku merinding,” ucap sang gadis begitu terpesona melihatnya.
Ucup belum mau membuka matanya, ia penasaran dengan apa yang akan dilakukan si gadis iblis setelah melihatnya. Tak lama kemudian, kedua tangan si gadis dengan begitu gemas menggenggam sang monster lalu mengurutnya perlahan.
Ucup merasakan sensasi yang luar biasa dari sentuhan tangan si gadis di monster bajingannya yang begitu tidak sabar pada tahap selanjutnya..
“Gila, ini luar biasa!” batin Ucup.
“Kau jangan pernah membuka matamu atau aku akan memotongnya untuk kujadikan sebagai mainanku,” ancam si gadis yang tidak ingin aksinya dilihat oleh Ucup.
“Hem!” deham Ucup menanggapinya.
Si gadis percaya begitu saja, dan tak lama kemudian dirinya sudah berada di atas monster bajingan, lalu membenamkannya secara perlahan.