Pendekar Pedang Somplak

Pendekar Pedang Somplak
Gagak Misterius


Berada di atas sebuah bukit yang bagian puncaknya terdapat lubang yang cukup dalam. Ucup membayangkan betapa mengerikannya pertarungan yang terjadi pada masa lampau.


 


“Hidup di alam ini seperti memasuki hukum rimba, yang kuat akan selamat, sedangkan yang lemah akan musnah. Aku bersyukur bisa hidup di dunia yang tidak perlu memiliki kekuatan super,” ujarnya.


“Long An,” panggil Ucup.


“Hamba, Yang Mulia,” sahut Long An.


“Antarkan aku kembali ke Kota Luyan!” titah Ucup.


Seketika, Long An sudah berada di dekatnya dengan merendahkan tubuhnya. Ucup pun langsung melompat menaiki punggungnya.


“Ayo, kita harus secepatnya sampai di Kota Luyan!” 


Wuzz!


Long An melesak cepat membawa tuannya. Namun terbang dengan kecepatan tinggi tidak membuat Long An cepat sampai di Kota Luyan, itu karena Ucup sengaja meminta Long An terbang rendah agar dirinya bisa menebarkan serbuk kehidupan di sekitar area yang dilaluinya.


Langit tampak mulai gelap ketika matahari tenggelam di ufuk barat. Kini Ucup telah memasuki wilayah Kekaisaran Xiao. Wilayah tandus bekas perang yang sekarang tergantikan oleh rimbunnya pepohonan yang menjulang tinggi. Ucup terlihat begitu bahagia melihat hasil dari tugasnya merekonstruksi alam di tempat-tempat yang dilaluinya.


Tak lama kemudian, keduanya sampai di depan Restoran Bunga Persik, namun tidak ada lagi mayat-mayat yang berserakan di depan restoran seperti terakhir kali Ucup melihatnya. 


“Sepertinya mereka semua sudah dikebumikan oleh keluarga kekaisaran yang selamat,” gumam Ucup memperhatikan area di sekitarnya.


Ia kemudian melompat dari punggung Long An dan langsung melangkah masuk ke dalam restoran. Begitu pintu dibuka, Ucup tidak melihat ada seorang pun di dalamnya. 


“Sialan! Tanpa energi semesta, aku jadi tidak bisa memindai kehidupan di sekitar sini,” keluh Ucup yang kesulitan mencari keberadaan orang-orang di dalam restoran.


Tersegelnya energi semesta membuat Ucup harus memaksimalkan panca inderanya. Ia kemudian berjalan menaiki anak tangga ke lantai berikutnya. Tidak ada suara yang bisa didengarnya, hanya keheningan bangunan kosong yang gelap di malam hari. Untungnya ia bisa menciptakan api dari jarinya untuk menerangi langkahnya.


“Kamu tidak perlu khawatir dengan keterbatasanmu, Lord Ucup. Ada aku yang masih bisa memindai keberadaan makhluk hidup di sekitarmu,” kata Pangeran Xiao Li Dan menenangkannya.


“Ha-ha! Aku sampai melupakan dirimu, Brother,” balas Ucup merasa lega. 


“Tenang saja, aku rekan misimu, jadi sudah seharusnya aku membantumu,” timpal Pangeran, “namun aku tidak menemukan kehidupan di lantai atas. Cobalah periksa di lorong rahasia, siapa tahu mereka bersembunyi di sana.”


Ucup menyeringai baru menyadarinya. Ia pun dengan cepat menuruni kembali anak tangga dan langsung memasuki lorong rahasia restoran.


“Aku menemukan aura Bing Shi di ujung sana, namun kondisinya begitu lemah,” kata Pangeran Xiao Li Dan memberi tahu.


“Bing Shi, …, ah, syukurlah dia masih hidup!” balas Ucup semakin mempercepat langkahnya mengikuti petunjuk dari Pangeran Xiao Li Dan.


Begitu sampai di ujung lorong, Ucup terbelalak melihat kondisi Bing Shi yang begitu mengenaskan. Tubuhnya rusak penuh luka tebasan benda tajam, bahkan dia hidup hanya dengan satu kaki yang tersisa. 


“Bing Shi, telan ini!” kata Ucup seraya memasukkan sebutir pil ke mulut Bing Shi.


Tidak seperti ketika Ucup mengalirkan energi semestanya dalam penyembuhan, kali ini dengan pil yang dibuatnya, proses penyembuhan memiliki waktu sedikit lebih lama. Meskipun begitu, Ucup tidak mempermasalahkannya, ia begitu tenang melihat proses penyembuhan di tubuh beast monsternya. 


Beberapa saat kemudian, tubuh Bing Shi kembali pulih dengan sendirinya, bahkan ketiga kakinya yang hilang kini tumbuh kembali.


“Kau baru saja sembuh. Bangun dan duduklah!” kata Ucup memintanya.


“Terima kasih, Yang Mulia,” balas Bing Shi langsung menurutinya.


“Ceritakan semua yang terjadi!” pinta Ucup.


Dalam cerita yang diungkapkan oleh Bing Shi diketahui bahwa setelah tidak ada lagi orang-orang sekte Serigala Iblis yang mengintai keberadaan mereka, Putri Zhao Ning memerintahkan kepada para bangsawan yang tersisa untuk membakar semua mayat yang membusuk di halaman depan restoran. Akan tetapi, baru saja mereka akan melakukan proses pembakaran mayat, ratusan gagak besar berdatangan mengerubungi mayat-mayat dan memakannya habis tanpa sisa.


 


Bing Shi yang melihatnya langsung melakukan serangan dibantu oleh keluarga kekaisaran dan para bangsawan. Awalnya mereka berhasil membunuh gerombolan gagak yang memakan mayat, namun sesuatu yang lebih besar kembali datang dari langit yang tiba-tiba menjadi gelap dipenuhi oleh ribuan burung gagak lainnya. 


Semua orang yang melihat ke langit menjadi panik, mereka pun kembali masuk ke dalam restoran. Nahasnya, gerombolan gagak memasuki restoran melalui celah-celah jendela dan atap yang terbuka lalu menyerang semua orang di dalamnya. Suasana saat itu sangat mengerikan, area dalam restoran dipenuhi oleh burung gagak yang membuat semua orang tidak bisa bernapas dan kesulitan untuk bergerak.


Menyadari kondisi yang kritis, Bing Shi mengerahkan semua kemampuannya untuk menyelamatkan diri memasuki lorong rahasia. Namun ia harus mengorbankan tubuhnya yang terus digerogoti paruh-paruh tajam burung gagak hingga menyisakan satu kaki saja ketika ia berhasil memasuki lorong rahasia.


“Berarti semua orang mati dimakan burung gagak,” kata Ucup merasa pilu dengan semua yang didengarnya.


“Maafkan hamba, Yang Mulia,” balas Bing Shi merasa gagal tidak bisa menyelamat seorang pun dari keluarga Kekaisaran Zhao.


“Bukan salahmu, Bing Shi,” kata Ucup menimpali, “yang kupikirkan adalah mengapa tidak ada jejak yang tertinggal dari gerombolan burung gagak itu?”


“Lord Ucup, ini bahaya!” ucap Pangeran Xiao Li Dan mulai terpikirkan sesuatu yang buruk.


“Apa maksudmu, Brother?” tanya Ucup penasaran.


“Burung-burung gagak itu tidak mungkin hanya menyerang orang-orang yang bersembunyi di restoran ini, aku yakin mereka juga memburu makhluk hidup lainnya. Kita harus bergegas melindungi hewan-hewan yang kita selamatkan!” ujar Pangeran Xiao Li Dan menyimpulkan.


“Sial!” rutuk Ucup menyadari sesuatu.


“Ada apa, Lord Ucup?” tanya Pangeran Xiao Li Dan.


“Di sepanjang perjalan, aku tidak melihat keberadaan seekor hewan pun. Jangan-jangan!” Ucup mulai panik membayangkannya.


“Ayo cepat! Kita harus kembali ke Hutan Serigala,” imbuhnya.


Ucup dan Bing Shi berlarian meninggalkan restoran. Di luar restoran, Ucup meminta Long An membawanya ke Hutan Serigala.


Dalam laju terbang menuju Hutan Serigala, Ucup tampak menahan amarah yang membara di dalam hatinya. Ia merasa gagal tidak bisa melindungi orang-orang yang telah diselamatkannya.


“Lord Ucup, mengapa terpikir untuk kembali ke Hutan Serigala?” tanya Pangeran.


“Aku hanya mengikuti naluriku, …, kalau memang burung-burung gagak itu memburu makhluk hidup, aku yakin mereka akan terbang ke Hutan Serigala. Di sana ada ratusan kawanan serigala yang menjadi target berikutnya,” ujar Ucup menjelaskan.


‘Bagaimana kalau kawanan serigala juga habis diserang burung gagak?” tanya lanjut Pangeran.


"Mereka memiliki kemampuan untuk melindungi diri. Mereka juga beast monster yang pintar dan merupakan beast pemburu. Cara mereka bertarung akan menyulitkan burung-burung gagak itu menyerangnya," jawab Ucup.