
Meskipun begitu, Ucup tidak kehilangan fokusnya pada pertarungan. Ia terus menghindar dan mengelak dari serangan-serangan ganas yang dilancarkan oleh harimau hitam tersebut. Setiap gerakannya dipenuhi dengan perhitungan dan kecepatan, mencoba menemukan peluang untuk melakukan serangan balik. Aura kematian yang terpancar dari tubuh harimau hitam semakin kuat menekan, namun Ucup tidak begitu merasakan dampaknya.
Dalam pertarungan yang mencekam, serangan cakar dan taring harimau hitam menjadi lebih intens. Setiap kali harimau meluncur dengan cakar tajamnya, siluet cahaya menerangi cakar itu seperti pisau yang bersinar di kegelapan. Taringnya yang mengancam tampak seperti senjata yang mematikan, menciptakan parit berbahaya antara Ucup dan musuhnya.
Wuzz!
Ucup terus menghindar dengan gerakan yang lincah, merasakan angin melolong saat cakar dan taring itu melesat hanya beberapa inci dari tubuhnya, menciptakan ketegangan yang tak terbayangkan dalam pertempuran yang berlangsung dengan tempo tinggi.
Emosi harimau hitam yang awalnya penuh dengan kemarahan dan nafsu predator, mulai berubah menjadi rasa frustasi yang mendalam. Meskipun memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, ia merasa kesulitan untuk mengalahkan Ucup, pemuda yang dengan gigih menghindari serangan-serangannya.
Terdengar suara mendesis dari dalam tenggorokannya, dan matanya yang merah menyala penuh dengan kebingungan. Harimau itu merasa terjebak dalam pertempuran ini, terus mencari cara untuk melancarkan serangan ke arah Ucup yang semakin cerdik dan terarah.
Dalam satu momen kritis pertarungan, Ucup berhasil memanfaatkan momentum saat harimau hitam meluncurkan serangan terkuatnya. Dengan ketepatan dan kecepatan yang memukau, Ucup menghindar dengan sangat tipis dan sekaligus menyempurnakan serangan balasan yang sangat terarah menggunakan tangan kosong.
Boom!
Serangan tangan kosongnya yang kuat membelah udara, menciptakan luka dalam di perut harimau, menyebabkan makhluk itu merintih kesakitan. Ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari pemahaman mendalam Ucup yang terus menganalisis pola serangan yang diarahkan kepadanya. Serangan balik yang Ucup layangkan ini tidak hanya melukai tubuh fisik harimau, tetapi juga mengejutkan jiwa dan energi dalam dirinya, meningkatkan rasa frustasi yang lebih dalam pada diri makhluk itu.
Tidak ingin menyerah begitu saja, harimau hitam langsung mengeluarkan kemampuan rahasianya. Dengan mata yang memancarkan cahaya merah menyala, ia meraba ke dalam energi alam yang mengelilinginya.
Secara tiba-tiba, tubuhnya mulai bersinar dengan cahaya ungu yang memesona. Dalam sekejap mata, dia berubah menjadi makhluk yang lebih besar dan lebih mengerikan, hampir menyerupai roh besar dari masa kuno.
Dengan taring-taring yang tajam dan mematikan yang bersinar di bawah kilatan cahaya ungu yang memesona tersebut, sang hariman melancarkan serangan balasan yang luar biasa, menciptakan gelombang energi yang menggetarkan seluruh ruangan dan membuat Ucup terguncang.
“Ha-ha! Kemampuan yang hebat!" puji Ucup, "keluarkan semua kemampuanmu, Kucing Hitam!”
Ucup terkekeh puas melihat kemampuan harimau hitam dalam bertarung.
Pertarungan pun terus berlanjut dengan intensitas yang semakin meningkat. Ucup harus menggunakan semua keterampilan bela diri dan kekuatannya untuk menghadapi serangan-serangan agresif dan terukur dari sang harimau. Adrenalin memenuhi darahnya, memacu gerakannya menjadi lebih cepat dan akurat.
Sementara itu, dengan perubahan drastisnya menjadi makhluk yang mengerikan, harimau hitam mampu mendominasi pertarungan dengan kekuatannya yang kini lebih besar dari sebelumnya.
Taring dan cakarnya yang mematikan merobek udara dengan ganas, menciptakan badai serangan yang tak terhindarkan. Ucup, meskipun berjuang dengan segenap tenaga dan kecerdasannya, ia merasa terpukul dan mulai putus asa. Setiap gerakannya seolah-olah dihadang oleh kekuatan tak terkendali yang mengalir dari harimau hitam itu.
“Aku lupa energiku tersegel,” lirih Ucup, “mengandalkan kekuatan fisikku saja tidak akan cukup.”
Namun bukan Ucup jika dirinya harus menyerah dalam kondisi tersulit sekalipun. Ucup yang dalam posisi terpojok langsung menutup kedua matanya, namun bukan berarti Ucup akan menyerahkan nyawanya begitu saja. Ia bersiap untuk menggunakan satu jurus yang belum pernah dikeluarkannya.
Tak lama kemudian, mata Ucup kembali terbuka dan menatap tajam harimau hitam di depannya. Tiba-tiba saja harimau hitam melangkah mundur menjauhi Ucup. Namun langkah kakinya begitu sulit digerakkan, seolah-olah harimau hitam itu sedang menarik beban yang sangat berat.
Ucup mengambil semua energi di sekitarnya, menyerapnya seperti pusaran kekuatan yang difokuskan. Lalu, dengan sekali hentakan tangan, Ucup merilis energi yang disimpannya dalam serangan yang mematikan.
"Denting Kematian!" seru Ucup, suaranya bergemuruh seperti angin ribut.
Energi merah menyala membanjiri tubuh Ucup dan memuntahkan cahaya yang menyilaukan. Serangan itu menghantam harimau hitam dengan kekuatan yang luar biasa, dan dalam sekejap, energi yang mengalir dari tubuh makhluk itu terhisap habis. Harimau hitam itu merintih dalam penderitaan, matanya yang dulu begitu ganas sekarang pucat dan kehilangan kekuatan.
Tubuhnya yang besar dan mengerikan mulai terlihat layu dan menyusut, menandakan bahwa energinya telah habis terkuras. Dalam kondisi yang mengenaskan, harimau hitam itu roboh tanpa suara, mengakhiri pertarungan yang penuh ketegangan dengan nasib yang tragis. Mati lalu hancur berkeping-keping.
“Energi iblis sangat menghancurkan,” kata Ucup setelah memanfaatkannya untuk menghabisi sang harimau.
Serangan mematikan dari jurus "Denting Kematian" milik Ucup bukan hanya menghabisi harimau hitam yang kuat, tetapi juga menghancurkan istana sihir dengan kekuatannya yang menggemparkan.
Setelah energi merah menyala melepaskan diri dari tangan Ucup, sebuah gelombang ledakan energi menjalar keluar dari pusaran tersebut. Gelombang ini merambat dengan cepat melalui koridor-koridor dan dinding istana, menggoncangkan fondasi tempat itu.
Dinding-dinding istana yang terbuat dari batu hitam mulai runtuh dengan suara gemuruh yang menggema, debu beterbangan, dan serpihan batu terbang ke segala arah. Cahaya merah menyala yang memancar dari jurus Ucup menyilaukan mata, menciptakan pemandangan yang menakutkan saat istana sihir itu terkoyak dan hancur berkeping-keping. Energi dari Denting Kematian menciptakan lingkaran kehancuran, memusnahkan semua yang berada dalam jangkauannya.
Saat debu dan puing-puing mengendap, hanya reruntuhan yang tersisa dari istana sihir yang tersisa. Ucup merasa lega telah berhasil menghancurkan harimau hitam yang kuat dan juga terbebas dari belenggu kekuatan sihir yang mengurungnya.
Saat ia berdiri di tengah reruntuhan yang kacau, wajahnya dipenuhi dengan perasaan yang sulit tergambarkan. Dia tahu bahwa ini adalah langkah penting dalam perjalanannya untuk merekonstruksi alam semesta dan menghadapi rintangan yang lebih besar di masa depan.
Meskipun Ucup merasa lega karena telah menghancurkan harimau hitam dan terbebas dari kekuatan sihir yang mengurungnya, ketenangan itu hanya sebentar. Dia masih berada di wilayah yang dipenuhi dengan aura mistis dan kekuatan sihir. Tiba-tiba, dari dalam bayangan yang mencekam, muncul makhluk lain yang lebih besar dan lebih menakutkan daripada harimau hitam.
Bentuknya yang gelap dan ganas menciptakan keheningan yang menyeramkan, dan matanya yang berkilauan dengan kekuatan misterius menatap tajam ke arah Ucup. Dalam sekejap, Ucup merasakan bahwa ini akan menjadi pertarungan yang jauh lebih berat daripada yang baru saja ia selesaikan, dan dia bersiap untuk menghadapi ancaman baru yang datang ke arahnya.
“Bertarung lagi, siapa takut?” Ucup tampak begitu semangat menghadapi makhluk lain yang datang mendekatinya.