
Setelah membubarkan para pejabatnya, Kaisar Langit tampak terburu-buru memasuki kediamannya. Ia meminta kepada beberapa pengawal untuk menjaga kediamannya dan melarang siapa pun untuk memasukinya. Selanjutnya, Kaisar duduk dalam posisi lotus dan langsung memasuki dimensi lain.
“Salam, Yang Mulia Agung,” ucap Kaisar Langit seraya berlutut di depan seseorang bertubuh besar dan wajah yang bercahaya.
“Aku tahu semua hal yang ingin kausampaikan. Bersikaplah dengan tenang menyikapi kemunculan penguasa semesta di alam fana,” balas seseorang itu memintanya.
“Baik, Yang Mulia,” timpal Kaisar.
“Sudah lebih dari seratus tahun ketika aku dikalahkan oleh Penguasa Iblis, selama itu pula, aku menjadi tertawaan bangsa iblis. Bahkan para dewa pun selalu mengolok-olok diriku,” ujar seseorang yang ternyata merupakan Dewa Matahari tampak begitu kesal mengingat kembali kekalahannya.
“Yang Mulia tenang saja, aku akan berusaha untuk menaklukkan Penguasa Semesta agar Yang Mulia bisa membalaskan dendam kepada Penguasa Iblis,” kata Kaisar Langit.
“Jangan bodoh! Kita belum tahu seberapa besar kekuatannya?” tukas Dewa Matahari.
Kaisar Langit tertunduk lesu mendengarnya, namun ia penasaran dengan tingkatan kekuatan sang dewa matahari sekarang. Ia pun bertanya, “Bukankah kekuatan Yang Mulia sekarang sudah setara dengan Penguasa Iblis?”
Dewa Matahari menggelengkan kepala. Meskipun kekuatannya yang sekarang jauh meningkat dari waktu dirinya dikalahkan oleh Penguasa Iblis, ia masih ragu membandingkan kekuatannya dengan sang penguasa iblis yang menurutnya sulit ditentukan.
“Ketika dirinya (Penguasa Iblis) bertransformasi ke wujud aslinya, aku seperti anak kecil yang baru belajar berkultivasi. Untungnya ketika tubuhku dihancurkan, Ratu Kalandiva diam-diam menyelamatkan jiwaku dari kepunahan. Sekarang, kemunculan Penguasa Semesta memberikan kesempatan untukku meningkatkan kembali kekuatanku.” Dewa Matahari menatap lekat Kaisar Langit.
“Langkah apa yang akan kita ambil sekarang, Yang Mulia?” tanya Kaisar Langit.
“Kita berada pada situasi yang tidak menguntungkan. Kondisi alam dewa masih belum stabil, kita pun masih harus mewaspadai pergerakan bangsa iblis yang terus memburu cultivator alam dewa. Menurutku, langkah terbaik saat ini adalah memantau situasi dan menyiapkan diri pada kemungkinan yang akan datang,” jawab Dewa Matahari menimbangnya, “satu hal penting untuk kalian lakukan, yaitu mencari tahu kebenaran lainnya dari catatan kuno yang dimiliki oleh salah satu pejabat istana. Kembalilah ke istana!”
“Baik, Yang Mulia,” timpal Kaisar Langit langsung menghilang dari posisinya.
Kaisar Langit keluar dari kediamannya dan secepatnya melangkah menuju aula Istana Langit, lalu meminta semua pejabatnya untuk berkumpul melanjutkan pembahasan soal kemunculan Penguasa Semesta. Bahkan kini telah hadir istri dan kedua putrinya yang duduk di samping singgasana.
Setelah semua pejabat berkumpul di aula istana, Kaisar Langit meminta seorang dewa untuk menghampirinya. Salah satu dewa dengan penampilan layaknya seorang dewa yang cerdas yaitu Dewa Pengetahuan, berjalan dengan langkah hormat lalu menjura ke hadapan Kaisar Langit.
“Kemunculan Penguasa Semesta erat kaitannya dengan catatan kuno. Jelaskan semua yang tercantum dalam catatan itu! Kita harus secepatnya menentukan langkah dengan kebijakan yang terarah,” ujar Kaisar Langit meminta kepada Dewa Pengetahuan.
“Baik, Yang Mulia, hamba akan menjabarkan semuanya,” sahut Dewa Pengetahuan, “seluruh isi dari catatan kuno telah hamba amati dengan seksama dan penuh ketelitian. Dari semua yang hamba ketahui, ada beberapa hal yang menarik untuk disampaikan kepada kita semua, khususnya, Yang Mulia.”
Kaisar Langit dan semua orang yang berada di aula istana semakin penasaran dengan lanjutan yang akan disampaikan oleh Dewa Pengetahuan. Mereka begitu serius menyimaknya hingga suasana Istana Langit menjadi hening seketika.
Dewa Pengetahuan tersenyum melihat semua orang memperhatikannya dengan serius, ia kemudian melanjutkannya.
“Dalam menjalankan misinya merekonstruksi semesta dan untuk menguatkan pondasi inti semesta, Penguasa Semesta harus menikahi empat wanita yang memiliki inti energi absolut. Keempatnya adalah energi cahaya, energi kegelapan, inti kehidupan, dan inti kematian,” jelasnya menjabarkan.
Tidak ada reaksi kejut dari semua orang yang mendengar penjabarannya. Dewa Pengetahuan memaksakan senyum dan kembali berkata, “Merunut pada silsilah keluarga Permaisuri yang merupakan saudari dari Dewi Agung Nuwa, kemungkinan salah satu dari kedua putri Yang Mulia, memiliki energi cahaya ataupun inti kehidupan. Di alam dewa, tidak ada lagi gadis yang memiliki kemungkinan itu selain dari kedua putri.”
Seisi ruangan menjadi gaduh mendengar penyampaian Dewa Pengetahuan. Mereka pun saling berbisik menyikapi informasi tentang istri-istri sang penguasa semesta. Tak berbeda dengan para pejabat, Kaisar Langit pun tersentak dengan informasi yang didengarnya. Ia menoleh ke arah kedua putrinya yang terdiam tidak tahu harus bersikap bagaimana dengan informasi yang disampaikan oleh Dewa Pengetahuan.
“Kalian semua hanya tertarik pada informasi yang masih harus dicari kebenarannya,” sindir Kaisar, “sedangkan diriku lebih tertarik dengan kemungkinan yang bisa kita manfaatkan untuk kemaslahatan bangsa kita, terutama dalam upaya membangun kembali peradaban yang mati suri karena dampak dari kehancuran yang terjadi di alam dewa.”
Semua orang mengangguk setuju dengan hal yang disampaikan Kaisar Langit.
“Dewa Pengetahuan, dari yang telah disebutkan olehmu, apakah bisa diketahui kemungkinan lain terkait dengan energi kegelapan dan inti kematian?” imbuh tanya Kaisar Langit penuh keingintahuan.
Terukir cemas di raut wajah sang dewa pengetahuan memikirkan jawaban dari semua yang diketahuinya. Ia menghirup napas panjang lalu mengembuskannya perlahan untuk menenangkan diri.
“Sebenarnya ini mudah diperhitungkan, …, kedua inti energi absolut itu akan jatuh pada bangsa iblis, mungkin saja salah satunya, namun dapat dipastikan bahwa bangsa iblis memiliki peran dalam terciptanya pondasi semesta,” ujarnya menjelaskan.
Keributan kembali pecah di aula Istana Langit, melebihi tentang kemungkinan kedua putri yang salah satunya akan menjadi istri Penguasa Semesta. Spekulasi paling menarik tentang istri-istri Penguasa Semesta, yaitu membayangkan seorang putri bersanding dengan seorang iblis dalam satu ikatan pernikahan.
Kedua putri terkulai lemas mendengar perkataan yang disampaikan oleh Dewa Pengetahuan. Bahkan, Permaisuri begitu terkejut mendengarnya sehingga nyaris pingsan. Kaisar Langit memerintahkan para dayang untuk membantu ketiganya.
Kaisar Langit sedikit bisa memahami semua yang disampaikan oleh Dewa Pengetahuan. Baginya, hal ini merupakan kesempatan besar untuk bisa menaklukkan Penguasa Semesta melalui putrinya yang tidak boleh disia-siakan.
“Ini kesempatan untuk kita mengembalikan kejayaan bangsa dewa seperti dahulu kala,” kata Kaisar Langit penuh kebijaksanaan.
Semua orang tersenyum, memahami maksud dari ucapan Kaisar Langit yang begitu cerdas memikirkannya.
“Ayah, kami berdua tidak ingin menjadi istri dari Penguasa Semesta yang begitu rakus menikahi banyak wanita. Kami sebagai putri istana akan teguh menjaga kehormatan dan martabat Kekaisaran Langit. Seperti yang Ayah ketahui, tidak ada satu pun pemuda di alam dewa ini yang layak menjadi suami kami berdua. Bagaimana mungkin kami harus rela dimadu olehnya? Kami harap, Ayah bisa mempertimbangkannya!” celetuk salah seorang putri mengungkapkan pendapat.
Kaisar Langit menganggukkan kepala, memahami maksud yang diungkapkan putrinya. Akan tetapi, kemaslahatan penduduk alam dewa harus diprioritaskannya, maka, ia pun berkata, “Tentu, Ayah tidak akan menerima anak-anak Ayah dimadu oleh pria mana pun, namun apa yang sudah tergariskan oleh takdir tidak bisa kita tolak.”
Dewa pengetahuan tertawa pelan tidak sanggup menahannya sehingga semua mata meliriknya dengan heran.
“Apa yang Paman Dewa tertawakan?” tegur sang putri dengan tatapan tajam.
Mendapatkan tatapan semua orang di istana dan pertanyaan dari sang putri, membuat Dewa Pengetahuan harus memaksakan diri tersenyum.
“Maafkan aku, Tuan Putri. Penguasa Semesta merupakan seorang pemuda yang sangat tampan. Bahkan, dalam catatan kuno disebutkan, tidak ada satu pun perempuan baik gadis belia sampai yang paling tua sekalipun akan jatuh hati begitu melihatnya,” jelas Dewa Pengetahuan, “bahkan tidak heran, banyak wanita yang rela mati hanya untuk berada di dekatnya.”
Tidak bergeming kedua putri mendengarnya. Bagi mereka berdua, pantang untuk mengejar laki-laki, meskipun sang lelaki sangat tampan dan berkuasa. Di samping keduanya, Permaisuri tampak memicingkan mata memperhatikan gestur dari Dewa Pengetahuan yang menurutnya sedang menyembunyikan sesuatu.
“Dewa Pengetahuan, ungkapkan saja yang belum tersampaikan!” ujar Permaisuri memintanya.
“Permaisuri sangat teliti, aku tidak bisa menyembunyikan apa pun dari Permaisuri, …, tetapi baiklah, akan aku katakan,” balas Dewa Pengetahuan menatap Permaisuri dengan tatapan aneh, “pemuda itu memiliki ukuran yang panjang dan besar seperti milik beast monster.”
Setelah mengatakannya, Dewa Pengetahuan melangkah mundur kembali ke barisannya.
“Ukuran panjang dan besar! Seperti milik beast monster?” lirih sang permaisuri tertegun memikirkannya.