Pendekar Pedang Somplak

Pendekar Pedang Somplak
Mitologi


Ucup terkesan dengan kemewahan di dalam istana, bola matanya beredar memperhatikan setiap inci istana yang menjulang tinggi dengan keanggunannya yang memikat, menjadi lambang kemegahan dan kekuasaan pada era Kekaisaran Xiao.


Berjalan ke tengah aula, Ucup melihat keberadaan takhta yang megah dan berhias permata. Takhta itu dikelilingi oleh kursi-kursi mewah yang menunggu tokoh-tokoh penting yang menempatinya. 


Sinar matahari yang masuk melalui jendela-jendela besar menggambarkan ukiran-ukiran kuno yang terpahat pada dinding. Suasana dalam istana adalah kombinasi kemewahan dan keanggunan, menciptakan tempat yang cocok untuk perjamuan para bangsawan, pertemuan penting, dan pengkultusan kekaisaran. Akan tetapi, dari semua kemegahan yang dilihatnya, pikiran Ucup terpaku pada kejanggalan yang didapatkannya. 


“aku berprasangka di dalamnya banyak berserakan tulang belulang penghuni istana, namun kondisi di dalam begitu terlihat rapi seperti tidak ada penyerangan yang terjadi, mengapa bisa begitu?” gumam Ucup penuh tanya.


Langkah kakinya terus melangkah maju ke arah singgasana Kaisar Xiao.


“Lord Ucup, kondisi seperti ini tidaklah membingungkan. Jauh hari sebelum invasi bangsa iblis menyebar ke seluruh wilayah alam fana, sebagian besar keluarga istana dan para pejabat memasuki ruang rahasia istana, menyebar meninggalkan istana,” ujar Pangeran Xiao Li Dan.


“Dengan begitu, seharusnya banyak dari anggota keluargamu yang selamat,” balas Ucup.


“Iya, meskipun begitu, ke mana pun semua orang melarikan diri, para iblis akan terus memburunya. Apalagi setelah Sekte Serigala Iblis berdiri, eksistensi manusia semakin terancam punah. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri hanya jika terpilih menjadi bagian dari anggota sekte,” beber sang pangeran mengingat kembali kejadian di masa lampau.


Di alam iblis, Ratu Iblis Xin Li Wei mendapatkan informasi dari salah satu pejabatnya bahwa segel formasi iblis yang dipasang di Istana Kekaisaran Xiao telah hancur.


Sesuai dengan yang sudah diprediksi oleh bangsa iblis dan bangsa dewa dari yang tersirat di dalam catatan kuno bahwa akan tiba saatnya sang penguasa semesta muncul untuk merekonstruksi semesta raya. Hancurnya segel formasi di Istana Kekaisaran Xiao menjadi tanda keberadaannya. Karena hanya sang penguasa semesta yang mampu melakukannya.


Biarpun begitu, kehadiran sang penguasa semesta yang menjalankan misi menciptakan alam kembali indah sebagaimana mestinya tidaklah disyukuri oleh semua makhluk, beberapa orang memiliki ambisi untuk menjadikannya sebagai langkah singkat mencapai puncak tertinggi kultivasi.


Bukan tanpa alasan mereka berpikir demikian, kejadian pada masa lampau yang menghadirkan dua sosok agung, yaitu Penguasa Iblis Tang Xie Jingga dan Dewa Matahari Taiyangshen yang sejatinya merupakan dua makhluk yang berada di ranah puncak kultivasi, menjadi tolok ukur mereka dalam ambisinya itu.


Sebagaimana yang mereka yakini, Dewa Matahari menjadi satu-satunya dewa yang mencapai ranah Supreme. Begitu pun halnya dengan sang penguasa iblis yang mereka perkirakan sudah berada di ranah Ruler, yaitu ranah puncak kultivasi.


Dalam mitologi kultivasi, ranah kultivasi terbagi ke dalam tujuh tingkatan sebagai acuan untuk mengukur tingkatan dari pencapaian dalam berkultivasi. Ketika seseorang mencapai ketujuh tingkatnya, maka orang itu sejajar dengan tujuh surga. Lalu, apa saja tingkatannya?


Peringkat terendah disebut dengan ranah Pendekar, yaitu seorang cultivator pemula yang mampu mengolah Qi di dalam dantian. Akan tetapi, tidak hanya berlaku bagi para cultivator saja, bahkan orang yang melatih tenaga dalam pun masuk ke dalam ranah Pendekar. Tingkatan kedua adalah ranah Master, selanjutnya ranah Warrior, Emperor, Immortal, Supreme, dan Ruler.


Umumnya para cultivator alam fana mampu mencapai ke ranah Emperor, yaitu ranah setengah abadi. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk menembus ke ranah Immortal, yaitu ranah keabadian dan menjadi seorang dewa. Mereka yang mampu menembusnya bisa tinggal di alam dewa, namun untuk mencapai ranah itu tidaklah mudah, butuh banyak sumber daya dan waktu yang relatif sangat lama dalam mencapainya.


Sementara para penghuni alam dewa, akan melompat ke ranah Emperor sebagai seorang pemula dalam berkultivasi. Hal itu didasari oleh garis keturunan seorang dewa dan energi alam dewa yang merupakan kelipatan dari energi alam fana. 


Selain terbagi dalam dua jalur kultivasi, tingkatan kultivasi juga terbagi kualitasnya ke dalam kualitas bintang, yaitu kualitas bintang perak dan bintang emas untuk ranah Pendekar sampai ranah Emperor, dan yang berada di ranah Immortal sampai ranah Supreme terbagi dalam kualitas bintang kristal dan bintang platinum. Hanya ranah Ruler yang tidak dihitung dalam kualitas bintang. Itu karena ranah Ruler berada di puncak piramida kultivasi.


Namun, di atas piramida kultivasi tersebut masih terdapat dua tingkatan tertinggi yang hanya dimiliki oleh segelintir orang, yaitu ranah Superior yang dimiliki oleh kelima Pilar Semesta, dan yang tertinggi di atasnya adalah ranah Ultimate atau bisa disebut dengan ranah Penguasa Galaksi. Hanya satu orang dalam sejarah yang mampu menembusnya, orang itu adalah sang penguasa iblis, Tang Xie Jingga.


Kembali ke Istana Iblis.


Ratu Iblis Xin Li Wei tertawa penuh kebahagiaan dalam dirinya yang menginginkan kekuatan dari sang penguasa semesta.


“Ha-ha-ha! Akhirnya sang penguasa semesta telah tiba di alam fana. Aku penasaran dengan kekuatannya yang tidak bisa diukur oleh semua makhluk di semesta raya. Dengan kekuatanku yang berada di ranah Supreme bintang kristal, aku yakin setelah menaklukkannya, aku bisa menguasai ketiga alam semesta ini,” ujarnya penuh tekad di hadapan para pejabatnya.


Aura iblis yang terpancar dari tubuh Ratu Iblis Xin Li Wei menyebar ke seluruh istana. Gemuruh semangat yang membara dari pasukan iblis menggema seperti suara genderang perang.


“Hidup, Yang Mulia Ratu. Berjayalah bangsa iblis!” teriakan pasukan iblis menggema di area istana.


Begitu pun dengan bangsa dewa di alam dewa. Kaisar Langit terlihat sangat bahagia mendapatkan kabar yang disampaikan oleh pejabatnya. Wajahnya tampak berseri-seri membayangkan kebangkitan kembali bangsa dewa setelah sekian lama berada di bawah kungkungan politik bangsa iblis yang dipimpin oleh Ratu Xin Li Wei.


Meskipun terpancar kebahagiaan dalam dirinya, Kaisar Langit merasakan kecemasan sendiri mengingat kekuatan sang penguasa semesta yang jauh dari jangkauannya.


“Kedatangannya merupakan jalan untuk membangkitkan keterpurukan bangsa kita selama ini, namun kita tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa menaklukkan sang penguasa semesta dalam upaya tersebut?” ujar Kaisar Langit begitu lirih terdengar.


Beberapa pejabat Istana Langit mengernyitkan wajah memahami semua yang disampaikan oleh sang kaisar, namun tidak demikian dengan seorang dewa yang selalu tenang menyikapinya. Dewa itu pun melangkah ke hadapan sang kaisar.


“Yang Mulia tidak perlu mencemaskannya. Kedatangan sang penguasa semesta bertujuan untuk merekonstruksi semesta raya, itu bagus untuk alam kita yang memiliki banyak kerusakan,” kata seorang dewa berjanggut emas.


Kaisar Langit menyeringai dingin menanggapinya. Di dalam benaknya, sang kaisar menyembunyikan sesuatu yang selama ini tidak diketahui oleh semua pejabat istana. 


“Betul juga katamu, Dewa Kebijaksanaan. Kita akan menyambut kedatangannya dengan baik ketika tiba di alam dewa,” balas Kaisar Langit tersenyum simpul.


Dewa Kebijaksanaan pun tersenyum membalasnya. Tanpa diketahui Kaisar Langit, ia diam-diam mengetahui maksud terselubung yang disembunyikan oleh sang kaisar.