
Ulang tahun Ray yang pertama, tentu saja harus dirayakan.
Rei menghela nafas saat melihat pesta mewah ini. Sebenarnya dia hanya mau perayaan yang sederhana saja, dengan mengundang anak yatim piatu dan menyantuni panti asuhan, panti jompo, dan anak jalanan.
Tapi apa mau dikata, kedua orang sepuh itu ingin merayakannya secara mewah, Frans dan Yujin.
Jadilah pesta ini berlangsung. Banyak yang diundang, rekan bisnis dari keluarga Arthuro dan keluarganya. Hadiah yang diberikan untuk Rai juga, meskipun belum dibuka, tapi sepertinya tidak main-main. Bukan sembarang hadiah pastinya.
Marva bisa mengerti, kenapa sejak tadi Rei selalu menghela nafas. Dia sangat tahu, kalau Rei itu tidak menyukai kemewahan, tapi mau bagaimana lagi, masuk ke keluarga Arthuro, berarti siap dengan semua peraturan yang berlaku, dan ini tidak bisa berubah.
Yujin juga pengusaha sukses, tentu juga tidak mau ulang tahun cicitnya itu biasa saja. Apalagi anak ini, adalah anak pertama yang bisa keluarga Rei turut andil sejak kehamilannya.
Marva sendiri, belum menikah, jadi jangan berharap akan keturunan dari Marva saat ini.
Freya menggendong Rai, bayi kecil berwajah tampan yang mirip dengan keluarga Rei. Bayi ini, harus sering kontrol ke rumah sakit, membuat yang lain merasa kasihan.
Radhi dan Raine sangat menyayangi adik mereka itu. Begitu juga dengan Chiro, yang setiap kali datang, akan membawakan mainan untuk Rai.
Rei jadi sangat posesif pada Rai. Dka akan menjadi sangat cemas kalau Rai sedikit panas, tapi Nuna meyakinkan, kalau Rai baik-baik saja.
Pesta ini terus berlanjut. Tamu-tamu semakin banyak yang berdatangan, teman-temannya Marva. Juga lara dokter yang berkerja di rumah sakit dan klinik.
Ngomong-ngomong soal klinik, Freya sudah mengatakan, untuk membuat klinik baru di tempat yang lain, dengan misi dan visi yang sama, yaitu untuk mereka yang kurang mampu.
Para pria langsung bergerak cepat, tidak ingin membuat para wanita itu kelelahan. Dan seperti biasa, Mico yang selalu diandalkan oleh Freya untuk mengurus berkas dan izin untuk mendirikannya.
Perjalanan pahit di masa lalu, tentu saja mempengaruhi masa depannya.
Kalau dia tidak berpisah dengan keluarganya, apa dia akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan mandiri?
Kalau dia punya cukup uang, apa dia akan bersama Marva dan memiliki Radhi dan Raine?
Kalau dia tidak nekat membawa neneknya ke rumah sakit mahal itu, apa dia akan bertemu dengan Agam dan menjadi dekat dengannya?
Kalau dia tidak berubah haluan menjadi dokter, apa dia akan ke Inggris dan bertemu kembali dengan Freya?
Kalau dia tidak kembali ke Jakarta, apa dia akan bertemu kembali dengan keluarganya?
Kalau dia tidak kembali bersama Marva, yang menyakiti hati Viola, apa dia akan bertemu dengan seorang pria yang sebaik Marva?
Apa yang dipilih dan telah dilaluinya, akan ada akibatnya, entah itu baik atau buruk.
Aku tahu aku bukan manusia suci. Aku juga punya banyak dosa dan kesalahan, terutama pada Viola. Aku tahu dan sadar, bahwa hidupku tidak akan setenang dan sesenang yang orang-orang kira.
Untuk kamu Viola, aku mendoakan kebahagiaan kamu dari hati terdalamku.
🌺🌺🌺🌺🌺**TAMAT🌺🌺🌺🌺🌺**
Masih ada yang baca enggak sih, sampai sini? ðŸ¤