Mother

Mother
133 Gara-Gara Kakek


"William, Willson, dan semua yang tergabung dalam 12F juga akan menarik investasi dan kerja sama dengan keluarga Arthuro. Tidak perlu cemas dengan keluarga yang lain, tapi jika mereka keberatan, tidak masalah juga. Bagaimana?"


Freya terkekeh geli, tanpa harus menunggu jawaban dari Frans pun, dia sudah tahu apa jawabannya.


"Tidak perlu kita perpanjang. Kita bisa tetap melanjutkan kerja sama kita."


Alexa Elora William


Dia adalah Alexa Elora William


"Kalau begitu masalah selesai di sini, kerja sama antara para keluarga besar ini akan tetap berjalan dengan lancar sebagaimana seharusnya."


"Oya, untuk kamu Freya, aku minta maaf. Karena kamu yang jadi dituduh atas perbuatan aku. Apa kompensasi yang kamu harapkan?"


"Tidak ada."


"Yakin?"


"Yakin, lah. Tapi nanti kalau aku dan teman-teman mau pindah rumah sakit ...."


"Tempat kami terbuka lebar untuk kalian."


Freya dan Lexa tersenyum, berbeda dengan Frans yang mendengkus kesal.


"Untuk kalian berdua ... Vio dan Rei, aku juga minta maaf. Bukan aku ingin mencampuri urusan pribadi kalian, tapi aku hanya ingin membantu. Rei, ada banyak pengorbanan yang harus kamu lakukan untuk diakui. Kalau kamu mau diakui, kamu harus siap nama kamu yang tercemar. Kalau kamu mau anak-anak dan orang lain tahu kamu ibu kandung mereka, tentu saja mereka juga harus tahu kejadian yang sebenarnya agar kamu tidak kembali difitnah karena menjebak seorang pria atau merebut suami perempuan lain. Dan kamu Vio, mungkin ini sangat menyakitkan bagimu, membuat kamu malu dan sebagainya. Tapi hati kecilmu akan merasa lega karena tidak perlu berbohong pada orang-orang. Yang namanya berbohong, pasti ada perasaan takut untuk ketahuan. Seperti keluarga Arthuro yang takut kalau orang-orang tahu siapa ibu kandung si kembar."


Rei dan Vio memandang Lexa. Rei mengangguk, dia tidak marah. Kalau dipikir secara tenang, memang benar apa yang dikatakan Lexa. Ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Tidak masalah nama baiknya tercemar, toh mereka juga tahu kalau dia terpaksa melakukan itu untuk kesembuhan neneknya.


Untung saja ketiga anak itu tidak ada di sini, jadi Lexa bisa bicara dengan bebas.


"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu."


"Jangan lupa besok kita ada rapat," ucap suami Lexa itu kepada Marva, Arby, Vian, Ikmal dan Marcell yang memang menjalin kerja sama dengan mereka juga.


"Ayo, kita juga pergi," ucap Freya dan diikuti oleh teman-temannya.


Semua menghela nafas.


"Kalian lihat itu, kan? Bukan putri kami yang melakukan itu. Lain kali kalau ada masalah, bicarakan dulu baik-baik, jangan main tuduh!"


Dia masih merasa kesal karena Freya dituduh. Orang tua dan kakak adik Freya juga pergi.


"Kakek sih, gara-gara Kakek, Chiro tadi tidak mau aku ajak ke sini. Bukan hanya Chiro, bahkan si kembar sampai ketakutan juga."


Mereka satu persatu meninggalkan restoran yang sudah dibooking itu. Keluarnya banyak keluarga besar dari restoran itu tentu saja menarik perhatian orang banyak. Mereka hanya bisa bertanya dalam hati, apa yang sedang terjadi.