Mother

Mother
166 Pesan Dari Freya.


Freya mulai dimasukkan ke ruang operasi, dan dengan sepenuh hati Rei mendoakan keselamatan sahabatnya itu.


Waktu berlalu


Rei masih duduk di antara dua pria itu.


Pintu ruang operasi terbuka setelah sekian jam lamanya mereka menunggu dengan penuh rasa takut.


Mereka bisa melihat mata para dokter senior itu yang basah.


Kenapa?


Kenapa mereka menangis?


Jangan keluar dengan membawa berita buruk!


Meskipun mereka sudah diminta untuk menyiapkan diri dengan semua kemungkinan buruk yang terjadi, tetap saja mereka tidak siap mendengarnya.


☘️☘️☘️


Rei kembali ke makam keluarganya. Menceritakan apa yang dia rasakan, dan berdoa untuk mereka yang telah pergi lebih dulu meninggalkan dirinya.


Waktu berlalu, mereka semua berkumpul karena Mico memintanya. Pria itu berdeham dengan suara serak.


"Aku ingin membacakan surat wasiat dari Freya."


Terjadi pertengkaran antara Arby dan Mico. Para pria kewalahan melerai mereka berdua. Akhirnya Mico membacakan surat itu, yang sudah Freya titipkan padanya.


Freya tidak melupakan dirinya, bahkan perempuan itu juga memberikan aset berharganya untuk Rei.


"Aku, Freya Cahaya Zanuar menyerahkan semua saham keluarga Arthuro sebesar dua puluh persen, rumah, tanah, dan komisi sebesar tiga ratus juta setiap bulannya kepada Reinata Kirei." Mico membacakan surat lain itu dengan suara bergetar.


"Jadi Rei, kamu akan mendapatkan komisi sebanyak tiga ratus juta setiap bulan seumur hidup, selama perusahaan Arthuro masih berdiri. Dan itu juga berarti, kamu salah satu pemegang saham di sana. Mulai sekarang kamu punya hak yang sama dengan pemegang saham yang lain, termasuk menghadiri rapat pemegang saham, pengambil keputusan, keuntungan yang diperoleh, dan sebagainya. Itu berlaku mulai hari ini."


Air mata Rei semakin deras.


"Aku tidak mau mengambilnya."


"Aku tidak bertanya apakah kamu mau atau tidak, setuju atau tidak. Keputusan ini sudah disahkan secara hukum. Dan juga ada pesan lain dari Freya ...."


Suara pengacara muda itu nyaris hilang, tertelan oleh rasa sakit dan kesedihan karena beban berat yang harus dia lakukan sekarang.


"Poin pertama ... kamu dilarang keras menjual saham itu kepada orang lain, terutama keluarga Arthuro atau orang yang berhubungan dengan keluarga itu baik secara langsung atau tidak langsung. Itu berarti dan termasuk Arby, Ikmal, Marcell, Vian, Nuna, Nania, Aruna dan semua orang yang memiliki pertalian, baik langsung atau tidak langsung."


"Poin kedua, kamu dilarang mengembalikan semua itu kepada Marva atau keluarga Arthuro dengan alasan apa pun. Itu berarti, kalau seandainya kamu menikah kembali dengan Marva, kamu dilarang mengembalikan saham itu pada Marva karena alasan pernikahan."


"Poin ketiga, kamu boleh mewariskan itu kepada Radhi dan Raine setelah mereka menikah. Jika kamu meninggal sebelum Radhi dan Raine menikah, maka aku sebagai kuasa hukum kamu ditunjuk untuk mewakili kamu. Dan jika Radhi dan Raine meninggal sebelum menikah, maka selanjutnya saham itu akan dialihkan kepada yayasan milik kalian."


"Poin keempat, jika kamu menikah dengan orang lain dan memiliki anak, maka kamu berhak mewariskan saham itu kepada anak kamu dari suami kamu yang baru ...."


Mico terus membacakan pesan dari Freya.


Kenapa dia memikirkan aku terlalu banyak? Kenapa dia memberikan aku semua ini?


"Kamu tahu, Rei? Freya sudah sangat memikirkan kamu sampai seperti ini. Saham dus puluh persen itu tidak sedikit, apalagi untuk perusahaan besar. Sekarang kamu punya senjata untuk melawan keluarga itu jika kamu dipersulit oleh mereka."