
Anneke pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “Noah! Awas saja kalau kau berani memasukkan pancake lagi ke mulutku! Bagaimana aku bisa diskusi denganmu kalau kau begitu terus? Jadi sekarang kau dengarkan aku baik-baik…..oke? Noah sebenarnya kita…..”
Sebelum Anneke sempat mengutarakan pikirannya, tiba-tiba Noah menyodorkan segelas besar strawberry smoothie kehadapannya.
“Aku tidak mau minum ini! Aku tidak suka!’ keluhnya kesal. ‘Apa dia menyuruhku minum dulu sebelum bicara? Namun melihat strawberry smoothie kesukaannya itupun nampak menggiurkan, Anneke seakan terhipnotis sesaat dan melupakan yang ingin dikatakannya. Dia pun menyeruput smoothie itu yang rasanya sangat segar dan enak.
“Ehm….segar sekali…..” gumamnya lirih sejenak lupa dengan pikiran yang mengusiknya tadi. Dia tidak menyangka pria itu mampu membuat makanan dan minuman seenak itu. Ternyata selain tampan pria itu juga hebat dalam hal memasak dan membuat minuman.
“Ini enak sekali Noah! Apa yang kau masukkan kedalam sebagai campurannya? Rasanya enak dan segar, beda dengan yang dijual diluar.”
Anneke bertanya sambil meneguk tetes terakhir minuman itu. Noah hanya mengangkat alisnya mendengar pertanyaan itu. Dalam benaknya dia mengingat-ingat apa saja yang ia masukkan kedalamnya. “Tidak ada bahan khusus…..” jawab Noah dengan santai sambil memotong pancakenya.
“Benarkah? Tapi rasanya beda dengan yang dijual di restoran! Ini enak sekali.”
Mana mungkin tidak ada bahan khusus yang ditambahkan Noah? Kali ini keyakinan penuh Anneke merasa yakin jika ada bahan lain yang membuat smoothie itu terasa lebih segar dari biasanya.
Tapi kenapa Noah seperti menyembunyikan bahan khusus itu darinya? Setelah dia meneguk habis smoothie-nya, Anneke meregangkan otot-ototnya yang terasa pegal.
Rasa pegal dibagian pantatnya yang semalam diremas-remas suami busuknya itu mereda. Benar, semalam suaminya itu melakukannya berulang kali sambil *******-***** pantatnya sampai bengkak.
‘Ah, sudahlah….jangan kupikirkan lagi! Toh sudah terjadi, lagipula Noah semalam mabuk dan mungkin dia tidak sadar apa yang dilakukannya semalam padaku.’ gumam hatinya.
‘Lagipula dia bersikap cukup baik pagi ini membuatkanku sarapan lezat. Mungkin ini caranya meminta maaf padaku.’ Anneke masih merasa haus dan tanpa malu-malu dia menyodorkan gelasnya yang kosong kedepan Noah. “Noah, apa kau masih punya minuman ini lagi?”
“Kau mau lagi?” tanya Noah.
“Ya tentu saja. Ayolah, ambilkan lagi untukku. Minuman ini enak sekali!” ucap Anneke.
Noah menatap Anneke dengan tak percaya. Apakah kucing nakalnya itu baru saja memerintahnya? Sambil menggelengkan kepalanya Noah beranjak dari tempat duduknya dan mengambil segelas besar strawberry smoothie untuk Anneke. Sebenarnya ini pertama kalinya Noah diperintah dan melayani orang. Namun dia sama sekali tidak menolaknya.
Setelah Noah menyodorkan segelas besar smoothie kehadapan Anneke, dia langsung menyambar dan meneguknya sampai habis.
“Noah…..kau tahu…..ini benar-benar enak. Apa kau yakin tidak ada bahan tambahan yang lainnya? Resep rahasia mungkin?” Anneke terlihat mengelap bibir mungilnya sembari memainkan gelas besar ditangannya. Kalau masih ada lagi, dia masih sanggup menghabiskan segelas besar lagi.
“Tidak ada. Hanya bahan biasa saja……ditambah……sekotak teh semanggi merah!” Noah dengan santai duduk kembali dan hendak melanjutkan makannya.
‘Oh rupanya ditambah teh semanggi merah!’ batin Anneke yang sepertinya merasa familiar dengan nama bahan itu. Kemudian dia merenung sesaat mencoba mengingat-ingat. Semanggi merah….semanggi merah.
Setelah mengingat-ingat, sekilas memori muncul diingatannya. Bukankah semanggi merah adalah bahan yang kaya akan asam folat untuk penyubur kandungan?
Dia ingat Nyonya Besar membeli teh semanggi merah beberapa waktu lalu. Saat mereka pergi belanja bersama? Anneke terkejut. “Tidak!!!!” Anneke menjatuhkan gelas kosong ke karpet empuk dibawahnya setelah mengetahui bahan yang telah dia minum. Dia memukul-mukul dadanya hendak memuntahkan minuman itu.
‘Aduh….aku meminum dua gelas besar!’ geram hatinya.
Minuman itu sudah terlanjur masuk ke perutnya, ‘Bagaimana ini? Pria brengsek itu sepertinya sedang berperang melawannya.’ dengan tatapan sengit, Anneke menatap Noah dengan kemarahan yang membara. Namun pria itu terlihat tenang dan seolah tidak mengetahui apa yang akan Anneke lakukan.
“Noah! Apa maksudmu sebenarnya? Hah?” teriak Anneke.
Dia yakin kalau Noah sengaja melakukan itu. Jika tidak, mana mungkin dia sembarangan mencampurkan bahan teh semanggi merah dengan strawberry smoothie? Tidak ada orang yang mencampur kedua bahan itu. Apalagi didalam kotak itu tertulis jelas semua bahan dan khasiat dengan jelas yang sangat menarik perhatian.
“Sialan kau Noah! Kau pasti sengaja menambahkan itu iyakan?” jerit Anneke tak terima dengan ulah suami busuknya itu. Noah baru saja membuatnya menjadi wanita subur!
Namun pria itu sama sekali tidak mempedulikan kemarahan istrinya. Dengan santai dia menghabiskan makanan dan minumannya lalu membawa piring dan gelas kotor lalu mencucinya.
Menjelang sore hari, Anneke pergi ke sebuah supermarket untuk berbelanja kebutuhan harian. Setelah memarikirkan mobilnya dia teringat kejadian hari ini. Tapi mau dikata apa lagi? Kini kandungannya sangat subur gara-gara ulah suami busuknya itu. Dalam kegundahannya Anneke merasa takut jika Noah akan lepas kendali lagi seperti semalam.
Dia tidak akan membiarkan hal itu terulang kembali. Apa dia perlu membeli sesuatu untuk berjaga-jaga? Dia mengusir pemikirannya untuk membeli alat pengaman bagi suaminya. Jika Noah tahu, pasti pria itu merasa senang karena berpikir Anneke mengijinkannya melakukan itu. Tidak mau! Anneke tidak akan membiarkan itu terulang kembali.
Anneke kembali mengingat kehidupan pernikahannya di kehidupan lalu. Sampai saat ini dia tidak bisa lupa semua perlakuan buruk Noah dikehidupan dulu. Dulu ketika dirinya berusaha menyentuh tangan pria itu, maka Noah akan mendorongnya keras sampai terjatuh. Noah menatapnya seolah barang busuk yang menjijikkan dan mengganggu.
Tapi sekarang pria itu malah berbalik arah dan malah sangat mengganggunya seperti seorang suami normal pada umumnya. Anneke menghela napas berat. ‘Ya Tuhan…..apa yang harus kulakukan kali ini? Aku meminta kesempatan kedua agar hidupku jauh lebih baik. Bukan yang seperti ini yang aku minta?’ gumamnya dalam hati. Namun dia segera mengusir pikiran itu dari benaknya.
Yang terpenting sekarang dia harus belanja kebutuhan dirumah dan besok dia kembali bekerja. Dia akan fokus membangun perusahaannya dan setelah itu dia akan memiliki kekuasaan dan kekuatan untuk melawan Noah. Namun saat dia sedang berjalan masuk ke supermarket, dia merasa ada yang aneh.
“Cekrek!” dia mendengar suara jepretan foto yang terdengar jelas ditelinganya.
Anneke kemudian ingin memastikan asal suara itu yang tidak jauh darinya. Dengan was-was Anneke mengedarkan pandangannya menyusuri area sekitarnya yang nampak sepi pengunjung.
Sayangnya, setelah beberapa saat dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Disana hanya ada dua orang sekuriti yang sedang berbincang dan dua juru parkir.
Dan ada juga beberapa pelanggan wanita yang baru saja keluar dari gedung itu. Entah mengapa mendengar bunyi jepretan itu otak Anneke langsung teringat sesuatu. Apakah paman dan Kaylee memiliki rencana jahat lainnya?
Ataukah sebenarnya ada orang lain juga yang menginginkan kematiannya? Memikirkan beragam kemungkinan dikepala dia merasa agak takut.