MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 57. TAKUT DIABAIKAN


Anneke yang tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya pun semakin tenggelam. Dia merasa dirinya sedang bermimpi, pandangannya kabur karena hasrat yang memuncak pengaruh obat. Rasa panas yang dirasakannya tidak mampu dilawannya. Anneke merasakan jika seseorang sedang menyentuhnya, samar-samar dia melihat wajah Noah.


Namun dia tidak sadar sepenuhnya, dia merasa kalau dia sedang bermimpi. Sesaat dia merasakan kalau pria itu menarik dirinya, terdiam, mematung dengan apa yang sedang dilakukannya.


Anneke berusaha membuka matanya lebar-lebar, dia terkejut setelah yakin kalau itu adalah Noah. Ternyata ini nyata, ingin rasanya dia berontak dan memaki Noah namun dia tidak yakin apakah ini nyata atau mimpi.


Sedangkan Noah kembali melanjutkan apa yang tadi dilakukannya, dia kembali menindas Anneke dengan hal-hal yang lebih dari sebelumnya. Dia merasakan ciuman Noah yang kali ini terasa manis, ternyata benar-benar manis! Mungkin setelah dia sadar nanti ia sudah tidak bisa lagi menghentikan apa yang sedang terjadi padanya sekarang.


Yang dia rasakan sekarang adalah kenikmatan dan ada rasa sakit diawal saat dia merasakan Noah melakukan penyatuan. Ingin rasanya dia menangis dan menjerit namun semuanya tertahan ditenggorokannya.


Keduanya melalui malam itu meluapkan segala rasa. Hanya Noah saja yang sadar sedangkan Anneke dibawah pengaruh obat. Sepanjang siang hingga malam mereka melakukannya berulang-ulang.


Keesokan paginya, suhu malam yang sebelumnya memanas dikamar itu saat ini telah berganti dengan suasana pagi yang sejuk dan sedikit dingin karena ac central kamar presidential suites itu. Diatas ranjang tampak dua orang yang masih tertidur lelap saling berpelukan dalam keadaan polos. Pakaian berserakan di lantai dan ranjang itu berantakan.


Dibalik selimut yang tebal itu keduanya tidur dengan tenang seakan sedang berada dalam kedamaian. Perlahan Anneke membuka matanya karena udara dingin membuatnya menggigil. Setelah beberapa saat matanya terbuka sepenuhnya dan dia merasakan kepalanya sedikit pusing. Tubuhnya terasa remuk seperti digilas truk dan dia merasakan bagian bawah perutnya sakit.


Anneke memijat kepalanya yang terasa pusing, lalu dia berusaha bangkit namun tubuhnya terlalu lemas. Tiba-tiba dia mengedarkan pandangannya kesekitarnya dan mulutnya terbuka lebar. Dia ingat kamar ini adalah presidential suite milik Noah. Dengan bersusah payah dia duduk dan menurunkan kakinya, dia masih belum sepenuhnya sadar.


Tak lama kemudian kepingan-kepingan kejadian yang terjadi semalam mulai berputar satu persatu memenuhi otaknya hingga hampir meledak. ‘Oh No! ****!” Anneke mengumpat dirinya karena kecerobohannya. Ia sama sekali tidak menyangka akan melakukan hal memalukan itu dalam hidupnya bersama dengan mantan suaminya!


Anneke pun langsung membuka selimutnya dengan mata melotot menatap sekujur tubuhnya yang penuh dengan jejak keganasan semalam! Brengsek! Bajingan! Kemarahan Anneke muncul tiba-tiba dan dia menoleh kebelakang mendapati seorang pria yang tidur dengan damai. Wajah tampan itu membuat Anneke ingin mencincangnya!


“Noah bajingan! Aku akan membunuhmu!” teriaknya lalu memukuli Noah yang tertidur pulas. Mendapat serangan dadakan membuat Noah langsung membuka matanya dan saat bersamaan sebuah tangan mungil yang mengepal mengenai kening Noah. Namun dia tidak merasakan apapun karena tenaga wanita itu tidak kuat.


“Anneke! Apa yang kau lakukan?” Noah langsung menahan tangan wanita itu. “Apa aku tidak memuaskanmu semalam hah? Apa kau mau protes? Dengar ya Anneke, aku sudah membuatmu mendapatkan pelepasanmu berulang-ulang semalam! Kau tidak bisa seenaknya memukulku dan protes kalau kau tidak puas dengan pelayananku!” ucap Noah dengan rasa tak bersalah sedikitpun.


“Apa katamu? Dasar brengsek! Aku akan membunuhmu! Noaaaahhhhhhh! Kau memperkosaku! Aku akan menuntutmu! Lihat saja! Arrrgggggg!” Anneke kembali menyerang Noah dengan kakinya namun dengan cepat kaki Noah menahan kedua kaki Anneke lalu dengan cepat dia menekan tubuh wanita itu. Kini Noah berada diatas Anneke dan menekannya sehingga tidak bisa bergerak.


“Noah! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!”


“Tidak akan! Kau mau menuntutku? Heh…..aku yang akan menuntutmu!” balas Noah.


“Apa? Dasar brengsek! Aku akan menuntutmu atas kasus pemerkosaan!” teriak Anneke marah.


“Oh ya? Apa kau punya bukti kalau aku memperkosamu?” Noah tak mau kalah. Mendengar ucapan Noah itu membuat Anneke terdiam.


“Ya, aku akan punya buktinya! Aku pastikan kau mendapatkan hukuman setimpal!”


“Hahahahaha! Apa kau lupa? Kita adalah suami istri, kalau kau melapor maka semua orang akan menertawakanmu! Apa kau tidak berpikir kesana? Masih mau melapor? Silahkan!”


“Noah! Ingat ya, kita sudah resmi bercerai!” teriak Anneke marah. “Kau tidak berhak menyentuhku.”


“Oh begitukah? Tapi semalam sepertinya kau bersemangat sekali! Bukankah kau yang terus menggodaku? Atau jangan-jangan karena kau sudah merasa puas lalu kau mencampakkanku?” ada senyum diwajah Noah saat mengatakan itu.


Saking marahnya Anneke menendang perut bagian bawah Noah membuat pria itu meringis kesakitan. Dia pun menggulingkan tubuhnya kesamping. Anneke menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri.


Meskipun dia merasakan sakit disekujur tubuhnya namun dia tidak mau disentuh lagi oleh Noah. Dia berlari kearah kamar mandi dan segera menutup pintunya.


Tapi saat dia hendak menutup pintu kamar mandi dia mendengar suara teriakan kesakitan Noah, “Anneke! Kau kejam!” Noah memegangi bagian bawah perutnya menahan rasa sakit.


Wanita itu menutup lalu mengunci pintu kamar mandi dan tersenyum sinis. ‘Dasar bodoh! Kenapa aku jatuh dalam jeratnya lagi? Ya Tuhan! Bagaimana ini? Kenapa jalan ceritanya jadi seperti ini?’ pikirnya.


Anneke yang berada dikamar mandi meringis saat air mengguyur tubuhnya. “Issshhh…..dasar bajingan! Aku pastikan kau akan menerima balasan dariku, brengsek! Keparat!” Anneke tak henti-hentinya mengumpat sampai sesi mandinya berakhir.


Dia baru teringat kalau dia lupa membawa pakaian ganti. Karena marah dan ingin melarikan diri dari Noah.


‘Ck! Bagaimana caranya aku keluar mengambil pakaianku?” bisiknya pelan sambil membalutkan handuk ke tubuhnya yang hanya menutupi sebagian saja. Dia menjulurkan kepalanya mengintip dan tidak mendapati siapapun di tempat tidur. Perlahan dia melangkah masuk kekamar dan dengan cepat berlari ke wardrobe dan membuka pintunya.


Dia tak tahu kalau Noah ada dibalik pilar mengamatinya saat keluar dari kamar mandi. Pria itu terkekeh melihat kepanikan Anneke. Dia pun memutuskan membersihkan diri, sebelum dia masuk ke kamar mandi, Noah berkata, “Kau berlari seperti kelinci!”


Mendengar suara Noah berkata seperti itu, Anneke pun menoleh dan berjalan keluar dari wardrobe saat pintu kamar mandi sudah ditutup Noah.


‘Ya Tuhan! Apa dia melihatku? Aihhhhh memalukan saja!’ keluhnya. Dengan cepat dia mengganti pakaiannya dan mengambil tasnya. Hari ini dia harus ke kantor, lebih cepat lebih baik untuk menghindari Noah. Meskipun sekujur tubuhnya masih terasa letih. Anneke melajukan mobilnya meninggalkan hotel itu.


Saat Noah keluar dari kamar mandi, dia tidak melihat Anneke lagi. Tiba-tiba dia merasa resah atas apa yang terjadi tadi malam. Dia takut jika Anneke akan mengabaikannya karena kejadian semalam.


Dengan cepat dia memakai pakaiannya dan menghubungi asistennya untuk menjemputnya. Tak berapa lama Noah tiba di loba hotel dan menaiki mobilnya yang sudah menunggu.