
Sebenarnya Kaylee hanya ingin menyenangkan hati Anneke agar nanti dia bisa meminta sepupunya itu membantunya menggambar desain untuk proyek yang akan ditanganinya. Tapi Kaylee yang jahat malah memikirkan sebuah ide. Dia pun menghubungi seorang pria yang diketahuinya menyukai Anneke sejak lama. Pria itupun memberikan sejumlah uang sebagai syarat agar bisa bertemu dengan Anneke.
“Awas ya kalau kau berbohong! Aku sudah memberimu lima puluh juta sebagai ganti kencan hari ini! Kalau ternyata kau tidak menepati janji maka kau harus mengembalikan uangku dua kali lipat.” pria itu mendengus kesal karena dia sudah menunggu lama disana. Dia juga sudah membayar uang untuk bisa makan bersama Anneke. Apakah usahanya akan sia-sia?
“Diamlah! Anneke pasti datang! Kalau kau tidak mau menunggu sebentar lagi, kau pergi saja. Masih banyak temanku yang mau membayar lebih untuk makan bersama kami.” kata Kaylee dengan nada tak senang.
Dia pun mulai ragu tapi dia masih berusaha menutupinya. Anneke tak pernah terlambat sebelumnya. Tapi kenapa dia masih belum datang juga?
Pantulan sinar matahari masuk dari celah jendela kedalam kamar mewah berukuran besar yang membangunkan Anneke dari tidur yang menyeramkan. “Awwwww……” Anneke meringis merasakan pedih diseluruh pantatnya. Dia mengelus-elusnya, sekelebat memori semalam masuk ke ingatannya.
Semalam suaminya itu lepas kendali dan memaksanya untuk melakukan tugas suami istri. Anneke menggelengkan kepalanya tak mau mengingat kejadian yang mereka lakukan semalam.
“Aduh….sakit sekali….” Anneke mencoba mengusap telapak tangannya yang sangat pega;.
“Kau sudah bangun? Turunlah, aku sudah menyiapkan makan siang untukmu.” Noah membuka pintu kamar dengan lebar.
Anneke tak merespon, dia hanya diam dan tak mau bicara dengan pria itu. Dia sangat marah!
“Kau tidak mau makan? Tenagamu sudah habis semalam, kalau kau tidak makan maka tubuhmu akan lemas. Aku tidak mau disalahkan nenek kalau sampai terjadi sesuatu padamu.” Dia menyandarkan tubuhnya disisi pintu menunggu pergerakan dari istri bodohnya itu.
Anneke bersumpah itu tidak akan bicara dan menurut pada Noah lagi. Pria itu selalu melanggar janjinya. “Hmm….baiklah kalau kau tidak mau makan. Aku tidak memaksa.” sambil menggulung lengan kemejanya, Noah maju beberapa langkah dan kemudian membuka kancing baju bagian atasnya.
“Tunggu! Diam disitu! Kau mau apa lagi?” Anneke panik dengan tindakan Noah.
“Bukankah kau tidak bisa berjalan kebawah karena tubuhmu sakit semua? Kalau begitu aku menggendongmu saja ke bawah.” Noah menyunggingkan senyum yang dimata Anneke terlihat sangat mengerikan.
Sekujur tubuh Anneke merinding, dia tidak mau pria itu menyentuhnya lagi. Anneke pun langsung membuka selimut dan turun dari ranjang sambil melompat.
Secepat kilat dia berlari kebawah dengan kencang melewati Noah yang terkekeh melihatnya. Wanita bodoh itu lucu sekali…..lari seperti kelinci.
Noah pun menyusul Anneke kebawah dan saat dia tiba diruang makan, dia melihat kelinci kecil itu sudah duduk dan menyantap makanannya. Noah pun menarik kursi dan duduk diseberang Anneke.
Menit demi menit telah berlalu begitu saja, tak terasa sudah dua jam Kaylee dan teman gendutnya menunggu Anneke disana. Kaylee yang sudah tidak sabar terus saja melirik kearah pintu masuk cafe.
Dia mulai khawatir jika sepupunya itu tidak datang karena Ervin akan meminta kembali uangnya. Ini tidak akan dia biarkan terjadi. Dimana sebenarnya Anneke sekarang? Pikirnya.
Kaylee yang sudah hampir meledak pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi Anneke. Tidak berapa lama panggilan itu segera tersambung. Namun saat Kaylee baru akan bicara, terdengar suara dari arah belakangnya.
“Ervin? Kau ada disini rupanya? Astaga aku sudah mencarimu kemana-mana seharian ini. Maafkan aku ya aku membuatmu menunggu lama disini.” suara langkah terdengar dan terlihat seorang gadis gendut berwajah manis berambut keriting terlihat sangat antusias.
Dia menyukai Anneke yang merupakan adik kelasnya waktu masa sekolah dulu. Tapi Anneke sangat sulit didekati dan sekarang saat Anneke akan datang menemuinya yang datang malah manusia jadi-jadian ini, batinnya kesal didalam hati.
“Ervin, bolehkah aku duduk disampingmu?” gadis itu mengalihkan pandangan matanya pada sosok Kaylee. Dia tersenyum dan matanya berbinar.
“Oh Kaylee ternyata kau juga disini! Terima kasih ya sudah menemani Ervin menunggu aku datang. Oh iya Ervin, kau harus berterima kasih pada Kaylee karena dia yang mengatur pertemuan kita hari ini. Iyakan Kaylee? Dia memang teman terbaik! Dia bilang padaku kalau dia mengatur kencan buta untukku di tempat ini. Ternyata dia mengaturnya untuk kita.”
Mendengar perkataan gadis gendut itu, mata Kaylee melotot marah. Dia mengepalkan tangannya dan benar-benar marah. Sedangkan gadis gendut bernama Mira Loraina itu langsung menggandeng lengan gendut Ervin tanpa seijin pria itu. Dengan wajah berbinar gadis itu menatap lekat pada buket bunga mawar yang ada dipangkuan Ervin.
“Ervin, tak kusangkau kau romantis juga! Kau membawa bunga mawar ini untuk siapa? Apakah ini untukku? Astaga Ervin! Kau manis sekali….” seketika tangan gadis itu langsung meraih buket bunga mawar yang dipegang Ervin. Gerakannya cepat sehingga Ervin tak sempat melakukan apapun.
“Tidak! Jangan diambil! Ini untuk…..” belum lagi Ervin selesai bicara dia melihat kehadiran orang lain disana.
Mata pria berkacamata itu menghampiri mereka. “Hello Kaylee……maaf aku terlambat datang. Terjebak macet dijalan.” pria itu terlihat mengusap-usap belakang kepalanya dengan wajah tersipu malu.
Kaylee pun terekjut karena pria itu adalah seniornya yang kutu buku. Dulu pria itu selalu mengejarnya. Meskipun pria itu berasal dari keluarga kaya tapi karena penampilannya yang sederhana dan kutu buku membuat Kaylee pun illfeel.
“De----Deniz…..mengapa kau disini?” Kaylee tidak bisa berkata-kata setelah melihat penampilan yang menurutnya tak enak dipandang mata itu. Bagaimana bisa dia bersama pria berkacamata dengan wajah serius dan tidak ada keren-kerennya?
Merasa penasaran dengan kehadiran pria itu, Kaylee pun akhirnya bertanya padanya. Sambil mengusap tengkuknya dan merasa salah tingkah pria itu tertawa kecil.
Melihat kehadiran senior mereka, gadis gendut bernama Mira itu pun tersenyum senang. Bukankah mereka bisa berkencan bersama?
“Ah…..sudahlah Kaylee! Tidak perlu ditanya lagi. Bukankah kita sudah bertemu? Pasti ini sudah takdir kita bisa berkumpul bersama disini. Bukankah begitu Ervin? Bagaimana kalau kita double date saja?”
Wajah Mira tersenyum sumringah menyampaikan isi hatinya yang langsung disetujui oleh Deniz.
“A---a---aku setuju! Ini sudah takdir ya?” Deniz pun tersenyum malu-malu dan melirik Kaylee dengan senyum diwajahnya.
Lalu dia menyodorkan paperbag pada Kaylee dan berkata, “Kaylee, aku membelikanmu hadiah ini. Aku harap kau menyukainya.”
Kaylee terdiam menatap paperbag dengan nama butik yang sudah familiar baginya. Meskipun dia tidak menyukai seniornya itu sama sekali tapi hadiah yang diberikannya cukup mahal. Dengan berat hati dia menerima membuat Deniz langsung berbunga-bunga. Dia berpikir bahwa Kaylee sudah tidak menolaknya lagi sekarang.
Dia sangat berharap bisa mengajak Kaylee kencan. Melihat itu semua hati Ervin benar-benar sangat marah dan kecewa! Jika dia tahu begini, bagaimana nasib kencannya dengan Anneke yang sudah dijanjikan Kaylee?
“Kaylee, bisa kau jelaskan padaku maksud semua ini?” Ervin menaikkan suaranya karena dia benar-benar kecewa pada Kaylee.