
Sedari tadi mata Noah hanya fokus memandang istri cantiknya itu. Rok diatas lutut ini menampakkan kaki jenjang mulus Anneke membuat Noah mengingat bagaimana kaki itu menendang aset berharganya. Ternyata istri cantiknya itu bukan hanya punya gigi tajam tapi juga kaki yang kuat menendang. Mulai sekarang dia harus bersikap baik agar tidak terluka lagi.
Setelah puas mengintimidasi asisten suaminya itu, Anneke dibawa menuju lantai yang berada empat lantai dibawah kantor CEO. Disana dia melihat ada beberapa meja berjejer yang sedikit berjauhan. Mungkin karena itu adalah ruang desain dan ukuran ruangan itu juga sangat luas sehingga pengaturan diruangan itu dibuat berjarak untuk memudahkan karyawan bekerja.
Asisten Levi sudah mempersiapkan kursi khusus yang terbaik dengan busa mepuk untuk istri bosnya yang sangat menampakkan permusuhan padanya itu. Mungkin dengan mengatur ruang kerja yang nyaman maka istri bosnya itu akan memaafkannya, begitu menurut Levi. Kali ini Levi cukup pintar dalam berpikir untuk menyelamatkan dirinya.
“Selamat siang semuanya.” asisten Levi terlihat menarik perhatian semua yang berada di departemen desain. “Saya ingin memperkenalkan, No….” asisten Levi terlihat akan menyebut Anneke dengan sebutan Nona namun dia tersadar saat dia dipelototi oleh Anneke dari balik kacamatanya.
Sebenarnya Levi tidak sengaja melakukan itu. Tunggu…..bukankah dia harus bisa merebut hati istri bosnya itu? Dengan begitu hidupnya akan aman dan tenteram?
Levi menyunggingkan senyumnya, baiklah kalau begitu mulai sekarang dia akan membantu nyonya muda itu mencapai tujuannya. Hanya dengan begitu dia tidak akan terus terancam dengan pandangan mematikan dari istri bosnya yang sedari tadi selalu membuatnya kelabakan dan memberinya masalah sehingga Noah memarahinya.
“Baiklah semuanya, saat ini kita kedatangan rekan kerja dari perusaaan Run’s Corp. Beliau akan bekerjasama dengan perusahaan kita dan beliau adalah istri dari CEO. Mohon kerjasamanya membantu Nyonya Anneke dalam pekerjaannya. Dia tidak akan setiap hari berada disini karena kantor perusahaannya berada diseberang jalan.”
Mendengar penjelasan Levi, semua yang ada disana pun paham kecuali satu orang wanita yang memasang wajah tidak senang. Dia adalah manajer departemen desain bernama Jesica Malori.
“Selamat datang Nyonya Muda.” mereka serempak menyapa Anneke tapi Jesica hanya diam saja. Saat Levi melihat kearahnya dia langsung memasang senyum diwajahnya.
Setelah Anneke memperkenalkan dirinya, Levi pun segera menjelaskan detail kerjasama perusahaan mereka. Supaya Anneke paham situasi sekitarnya dan paham mengenai proyek ini.
“Baiklah Nyonya, disini ada Jesica Malori, manajer departemen desain dan ini Yolanda yang bertugas sebagai kepala desainer disini.” Levi mulai memperkenalkan semua karyawan didepartemen itu.
Karena Anneke akan bekerjasama dengan Arsenio Group dan dia yang membuat desain untuk proyek ini maka dia perlu mengenali orang-orang dari departemen desain. Levi juga memberikan dokumen terkait proyek hotel baru itu pada Anneke.
“Nyonya, ini adakah tugas yang diberikan Tuan Noah secara pribadi. Levi memberikan sebuah dokumen pada Anneke.
“Anda bisa bekerja disini kapanpun anda mau. Berhubung kantor nyonya ada diseberang jalan, saya pikir lebih baik Nyonya bekerja dari kantor ini saja supaya memudahkan.” ujar Levi berusaha membujuk Anneke. ‘Aku harus bisa membujuk Nyonya supaya tetap bekerja dari kantor ini! Dengan begitu Tuan Arsenio tidak akan sering marah-marah lagi.
“Well, saya tidak bisa bekerja dari kantor ini. Mungkin sesekali saya akan bekerja disini jika berhubungan dengan pengerjaan desain. Mungkin! Tapi saya merasa lebih nyaman mengerjakan desain di kantor saya sendiri! Saya tidak mempercayai siapapun! Bisa saja ada orang yang akan mencuri desain saya. Betul begitu asisten Levi?” Anneke tersenyum sinis pada pria itu.
Levi pun tergagap hendak bicara namun dia mengatupkan mulutnya lagi. Nyonya Mudanya ini lebih mengerikan daripada Noah, jadi dia memilih tidak mengatakan apapun. Levi berusaha memasang senyum diwajahnya. Asisten itupun mengangguk hormat pada Anneke lalu berlalu dari sana. Manager Jesica memaksakan senyum diwajahnya dan berusaha bersikap ramah.
“Manager Jesica, rasanya perlu saya pertegas kalau saya tidak bekerja disini! Perusahaan saya adalah Run’s Corp yang ada diseberang jalan sana. Saya adalah desainer yang dipercaya Tuan Arsenio untuk proyek hotel terbarunya. Terima kasih. Saya harus kembali ke kantorku.”
Anneke tak mau berlama-lama disana dan dia ingin menegaskan saja bahwa dia bukan salah satu karyawan disana. Saat dia masuk ke lift khusus, Noah sudah memberinya akses untuk memakai lift itu. Dia bisa melihat dari sudut matanya jika Manager Jesica menatapnya tajam.
‘Hah! Salah satu penggemar Noah juga! Masa bodoh! Aku tidak peduli!’ gumamnya.
Saat dia kembali ke kantornya, dia melihat dokumen berwarna merah itu terulur kedepannya membuat Anneke melompat kegirangan. Entah mengapa jantungnya tiba-tiba berdegup kencang! Ini adalah momen paling indah yang sudah dinantikannya dikehidupan barunya. Aliyah Casady memberinya kontrak kerja pembuatan desain dari salah satu kenalannya dengan nilai besar.
Dikehidupan sebelumnya, Anneke hanyalah anak manja yang tidak bisa apa-apa. Tetapi sekarang dia akan menjadi wanita mandiri, bekerja sendiri dan menikmati hasil keringatnya sendiri. Bukankah itu hal paling menyenangkan? Meskipun keluarganya kaya raya dan dia pewaris tunggal, tapi Anneke mau membuktikan kalau dia juga bisa sukses tanpa keluarganya.
“Aliyah! Apa kita benar-benar mendapatkan klien pertama?” tanya Anneke tak percaya.
“Ya, dan nilainya juga tinggi! Dia adalah teman kuliahku dulu. Perusahaannya cukup besar di luar negeri dan dia mempercayakan desain mall-nya pada kita.” ucap Aliyah tersenyum.
“Wow, terima kasih ya Aliyah sudah membantuku! Besok Noah akan memberikan kontrak kerjasamanya. Ini berarti kita sudah mendapatkan dua klien.”
“Jangan khawatir Anneke! Aku yakin kau bisa menjalankan perusahaan ini dan sukses! Kemampuanmu cukup bagus, meskipun kau masih harus banyak belajar dan bekerja keras.” ucap Aliyah.
“Aku janji tidak akan mengecewakanmu dan lainnya! Aku akan membawa perusahaan ini menjadi besar! Oh iya, aku mau mendesain perhiasan untuk promosi pertama.”
“Bagus! Pergilah Anneke! Kalau kau butuh bantuanku, kau bisa menghubungiku kapan saja.”
“Baiklah. Sekali lagi terima kasih Aliyah!” Anneke tersenyum lalu pergi ke gedung sebelahkanannya dimana gedung itu khusus untuk galery perhiasan. Baru beberapa saja perhiasan yang dipajang disana yang juga hasil rancangan Anneke. Dia berniat merancang lebih banyak perhiasan lagi.
‘Senang sekali rasanya bisa mendapatkan klien. Perusahaanku masih baru dan semoga aku bisa mendapatkan lebih banyak klien lagi! Mungkin nanti malam aku harus mulai membuat desain perhiasan. Lukisanku masih banyak, aku hanya akan melukis di akhir pekan!’ pikirnya. Dia berjalan memasuki galeri perhiasannya dan mengedarkan pandangan.
Dia memicingkan matanya saat melihat seorang wanita sedang duduk dan berbicara dengan staf desainnya. Anneke hanya melihat punggung wanita itu saja sehingga dia tidak mengenalinya. Dia pun bergegas naik ke lantai teratas dimana ruang kerjanya berada.
Setelah mengganti pakaiannya, dia terlihat lebih santai dan duduk di meja kerjanya. Anneke memikirkan desain apa yang akan dibuatnya untuk set perhiasan spesial pertamanya.