MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 63. RENCANA GAGAL


Sementara itu di ruang pantri khusus CEO, Anneke terlihat sedang kebingungan. Saat ini didepannya ada berbagai macam makanan segar yang terdiri dari fillet salmon, wagyu beef tenderloin, sayur-sayuran dan buah-buahan serta aneka bumbu dapur untuk memasak. Ini menjelang jam makan siang dan Noah meminta memasak makan siang dengan alasan perutnya sedang bermasalah.


Anneke mengerucutkan bibirnya, dia memikirkan suami liciknya. Padahal biasanya makanan Noah sudah ada yang mengaturnya khusus. Tapi hari ini dengan berbagai alasan dia ingin Anneke memask untuknya. Jadi Anneke pun memikirkan menu makanan apa yang akan dimasaknya. Dia memang pandai memasak tapi hanya menu sederhana saja.


‘Hmmmm…..mau makan siang ya? Hehehe….si brengsek itu pasti ingin mengerjaiku! Baiklah Noah! Aku akan memasak makanan paling enak yang tak akan pernah kau lupakan.” gumamnya dalam hati lalu mengambil Wagyu Beef Tenderloin dan mempersipakan bumbu.


Dia akan membuat steak menggunakan daging sapi berkualitas itu. Benaknya sudah dipenuhi ide jahat untuk mengerjai suami liciknya itu.


Namun tiba-tiba ponselnya bergetar membuyarkan pikiran Anneke yang sedang fokus meracik makanan. Dia meletakkan pisau dapur dan bergegas mengambil ponselnya dari sakubajunya dan membukanya. Ternyata itu adalah pesan dari sepupu jahatnya, Kaylee yang tega membunuhnya di kehidupan sebelumnya.


‘Hai Anneke, apa kabarmu? Kita sudah lama tidak bertemu ya. Aku sangat merindukanmu. Kalau kau ada waktu bisakah kita bertemu? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Ada restoran yang baru dibuka dan tempatnya bagus. Bagaimana kalau akhir pekan ini?’ dari: Kaylee


Setelah membaca pesan itu Anneke mengeryitkan dahinya.


Dia mencoba mengingat-ingat dikehidupan sebelumnya kejadian serupa juga terjadi. Apa yang diinginkan sepupu jahatnya itu? Setelah beberapa saat, Anneke mengingat memori di kehidupan dulu.


Saat itu Kaylee memintanya membuat desain interior untuk sebuah salon kecantikan. Desain itu pun akhirnya menjadi terkenal sehingga Kaylee diangkat menjadi manager departemen di perusahaan Runako.


Pada saat itu, proyek itu adalah kerjasama antara perusahaan Runako dan perusahaan Arsenio. Anneke tersenyum sini, kali ini dia tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Bagaimanapun dia akan menggunakan pengalaman di kehidupan dulu untuk membalaskan dendamnya pada Kaylee dan kedua orang tua sepupunya itu.


‘Hah! Dasar iblis betina! Sekarang kau sendiri yang datang padaku! Sudah waktunya aku menyiapkan jebakan untuk memberinya pelajaran.”


Lalu dia pun membalas pesan itu, ‘Baiklah Kaylee. Aku juga merindukanmu. Mari kita bertemu akhir pekan ini. Kirimkan saja lokasinya, aku akan datang menemuimu disana.’


‘Ah, syukurlah Anneke. Baiklah akan segera kukirimkan alamat restorannya. Aku yang akan mentraktirmu kali ini. Kamu suka es krim dan coklat bukan? Di restoran baru itu menyajikan berbagai macam dessert dari coklat dan es krim.’


“Oh Kaylee…..kau memang sepupu yang terbaik. Kau selalu tahu apa makanan favoritku.’


‘Tentu saja aku sepupumu yang sangat mencintaimu. Kalau begitu, kita ketemu akhir pekan nanti ya Anneke! Pastikan kau datang, aku sangat merindukan kebersamaan kita. Aku sudah kirimkan lokasinya padamu. Simpan baik-baik ok.’


‘Ok! Sampai jumpa nanti.’ balas Anneke lalu memasukkan kembali ponsel ke saku bajunya. Dia pun kembali fokus menyiapkan makan siang.


‘Baiklah Noah, aku akan membuat steak saus jamur lada hitam. Ya lada hitam! Sehitam hatimu!’ Anneke terkekeh sendiri. Setelah dia memulai memasak steak, sambil menunggu steaknya matang Anneke mulai mempersiapkan sayuran sebagai pendamping steak. Ada wortel, brokoli dan kentang. Dia merebus semuanya lalu mempersiapkan saus jamur lada hitam.


...******...


Sementara itu diruangan CEO, nampak Noah sedang memandang layar laptopnya dengan serius. Dia sangat fokus dan teliti seakan-akan tidak ingin kehilangan setiap detail dari pekerjaannya. Setelah beberapa saat, ia melirik jam tangannya dan ternyata sudah jam makan siang. Dia berdiri dari kursinya dan melepaskan jas mahal yang sedari tadi dipakainya.


Wanita itu mengerucutkan bibirnya sembari membawa nampan berisi steak saus jamur lada hitam, salmon red wine yang berwarna merah semerah darah.


Noah menatap makanan yang ditata bak makanan yang disajikan di restoran. Ternyata istri kecilnya itu benar-benar mempersiapkan makan siang dengan baik. Namun disisi lain dia merasa ragu saat melihat ikan salmon red wine yang merah! Mengingat Anneke menyukai makanan pedas, Noah sudah bisa menerka kalau makanan itu sangat pedas.


Lalu, apa itu? Steak saus jamur lada hitam? Kenapa sehitam itu? Apa ini cara istri kecilnya itu mengerjainya? Cih! Dasar amatiran.’ batinnya.


“Tuan Arsenio, ini makan siangmu. Aku membuatnya khusus untukmu dengan bahan-bahan berkualitas! Silahkan dinikmati, semoga anda suka ya.” Anneke meletakkan makanan itu dihadapan Noah dengan ekspresi wajah bahagia.


“Ganti yang lain! Aku tidak selera! Apa kau tidak tahu kalau aku alergi lada hitam?” sahut Noah yang membuat Anneke pun kesal.


“Apa? Tapi…..sejak kapan kau alergi? Waktu dirumah nenek, kau memakan udang lada hitam?” Anneke nampak kebingungan karena rencananya gagal dan Noah sudah mengetahuinya. Pria itu tidak mau memakan makanannya.


“Kalau begitu kau saja yang memakannya! Sudah tahu aku tidak suka makanan berwarna merah dan pedas, kenapa kau membuatkan makanan yang paling tidak kusuka? Kau boleh memakannya bersama Levi atau sekretarisku!” Noah berbicara sambil menyandarkan bahunya yang kokoh disandaran sofa. Dia mengamati ekspresi wajah mungil itu yang cemberut.


Anneke tidak tahu apa yang harus dilakukannya, dia pun membawa makanan itu keluar dari ruang kerja Noah. Bertepatan saat dia baru saja keluar, dia berpapasan dengan Levi yang sedang membawa tumpukan dokumen.


“Tuan….ini dokumen yang anda min---” sebelum dia selesai bicara, Anneke sudah memotongnya.


“Asisten Levi saja yang memakannya. Mau kan? Aku tidak tahu kalau Tuan Arsenio alergi lada hitam. Jadi dia tidak mau memakannya.” Anneke menatap tajam pada asisten yang berdiri tidak jauh darinya. Melihat tatapan tajam dari nyonyanya itu membuat Levi bergidik ketakutan.


“Maaf Nyo---” sebelum Levi selesai bicara, Anneke sudah menyodorkan nampan itu padanya.


Dia memang belum makan siang dan kelaparan tapi melihat tatapan mata nyonyanya itu, dia sudah bisa menebak kalau nyonyanya itu pasti balas dendam padanya. Ini bisa jadi akhir hidupnya.


Dia harus melarikan diri sebelum terlambat tapi kalau dia tidak memakannya maka lebih bahaya lagi. Entah apa yang akan dilakukan nyonyanya itu nanti padanya.


Dengan terpaksa, Levi pun menerima nampan itu dengan tangan bergetar dan segera pamit untuk memakannya di cafetaria kantor yang terleta dilantai dasar. Dia tak ingin berlama-lama berada didekat Anneke.


Mengingat bagaimana dia memperlakukan wanita itu dulu, sudah membuat Levi ketakutan setengah mati.


“Kenapa kau masih berdiri disitu? Buatkan aku makanan baru! Aku kelaparan.” kata Noah mengambil dokumen yang baru diterimanya lau membacanya. Dia tidak memperdulikan Anneke yang memelototinya dengan marah.


Kesal! Marah! Itulah yang dirasakan Anneke saat ini karena rencananya gagal. Dia pun kembali ke dapur untuk membuat menu kedua.