MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 73. KEDATANGAN SHELLY


“Oh, Nona Shellu. Selamat malam.” sekretaris bernama Jihan menyapa wanita cantik yang datang ke kantor itu di sore hari saat jam kerja sudah usai.


“Mengapa kalian belum pulang? Bukankah jam kerja sudah berlalu?” tanya Shelly pada sekretaris itu yang hendak mempersilahkannya duduk di sofa. “Tidak terima kasih. Aku mau menemui CEO kalian diatas. Bisakah aku bertemu dengannya?”


“Ada urusan yang harus kami diskusikan secara langsung. Makanya aku datang kesini langsung dari bandara. Noah mengatakan kalau hal yang akan kami bicarakan nanti adalah hal serius.”


“CEO? Maaf Nona Shelly! Dia sedang tidak ada ditempat! Tuan Noah sudah pulang sejak tadi.” jawab sekretaris itu dengan jujur. Namun sepertinya Shelly tidak percaya.


Dia merasa tidak puas dengan jawaban yang diterimanya. Sebenarnya bukan itu jawaban yang ingin dia dengar. Dia pun bersikeras untuk masuk keruang kerja Noah.


“Nona Shelly! Maaf, anda tidak bisa naik keatas. Akses keatas sudah ditutup.”


“Aku harus bertemu dengan CEO kalian malam ini juga. Karena ini berkaitan dengan promosi produk baru perusahaan kalian. Ini tidak bisa ditunda-tunda lagi.” Shelly tetap bersikeras.


“Tapi Nona, kami tidak bisa mengizinkan anda naik keatas. Karena akses sudah ditutup oleh Tuan Noah! Dia tidak ada disana sekarang, dia sudah pergi sejak tadi.” jawab Jihan berusaha menahan agar Shelly tidak bersikeras naik keatas.


“Kalian tidak bisa menahanku untuk menemuinya! Apa kalian lupa siapa aku? Selama dua tahun ini aku selalu datang ke kantor ini dan masuk kedalam sana tanpa ada masalah.”


“Kenapa sekarang kalian berusaha menahanku? Apa ada yang disembunyikan disana? Apa Noah bersama wanita lain didalam sana?” Shelly bersikukuh ingin tetap naik keatas.


“Sayang sekali Nona! Karena satu-satunya wanita yang ada disamping Tuan Noah sekarang adalah istrinya! Dan Nyonya Arsenio selalu datang ke kantor ini!”


“Apa? Nyonya Arsenio? Hahaha…..lelucon apa ini? Kalian saja yang tidak tahu! Biar kuberitahu ya Noah sudah menceraikan wanita itu! Aku melihatnya sendiri! Noah tidak pernah bersama istrinya selama dua tahun ini karena dia bersamaku! Jika sekarang wanita itu ada disamping Noah, itu hanya sandiwara belaka! Mereka tidak lagi suami istri! Aku harus naik keatas sekarang!”


Namun sayang, langkah Shelly langsung dihentikan oleh para sekretaris Noah itu. Mereka menghadangnya didepan pintu lift khusus. Melihat reaksi mereka itu membuat Shelly semakin yakin jika ada sesuatu yang terjadi selama dia tidak ada disana. Pasti mereka menyembunyikan sesuatu, kenapa mereka harus menghentikannya begitu?


“Memangnya kenapa? Apakah CEO kalian sudha tidur diatas? Ehmmm…kalau memang CEO kalian sudah tidur, mungkin aku hanya akan menunggu sampai dia bangun. Aku akan tetap kesana karena hal penting yang harus kubicarakan dengannya tidak bisa ditunda lagi! Jika kalian terus saja menghalangiku seperti ini, jangan salahkan aku kalau CEO kalian akan marah!”


Shelly sebenarnya tidak mau menghabiskan waktunya berdebat dengan para sekretaris itu. Tapi dia ingin menemui Noah dan dia tahu kalau selama dua tahun ini Noah selalu tidur di apartemen yang ada dilantai teratas gedung itu.


Lagipula, semua orang sudah tahu hubungannya dengan Noah selama dua tahun ini, lalu apa masalahnya jika dia ingin naik keatas?


Dia sengaja kembali karena dia merindukan Noah. Kontrak kerja yang baru ditandatanganinya mengharuskannya tinggal di luar negeri untuk waktu yang lama.


Awalnya dia mau melakukan itu karena tergiur dengan jumlah uang yang ditawarkan sebagai bayarannya. Menurutnya, dengan kekuasaan Noah maka dia bisa pulang kapan saja.


Satu hal yang tidak dia ketahui kalau semuanya sudah diatur oleh pria itu! Noah sengaja mengirimnya jauh ke luar negeri agar tidak mengganggunya lagi.


Apalagi dengan kontrak itu yang mengharuskan Shelly tetap berada di negara itu sampai kontrak selesai. Jika dia melanggar isi kontrak maka dia harus menanggung konsekuensinya.


“Nona Shelly!” Levi memanggil wanita itu, dia baru saja keluar dari ruang kerjanya. Shelli menoleh kebelakang dan melihat asisten itu, dia pun tersenyum.


“Hai Levi! Bukankah jam kerjamu sudah berakhir? Apa kau lembur hari ini?” tanya Shelly.


“Iya, saya memang lembur hari ini karena saya cuti beberapa hari kemarin. Oh iya Nona Shelly….ada apa anda datang kesini jam segini? Kalau anda mencari CEO, maaf ya dia sudah pulang sejak tadi.”


“Apa? Pulang? Kemana?” seketika Shelly terdiam tak percaya.


Setahunya selama ini Noah selalu bermalam di apartemen pribadinya yang ada dilantai atas. Kenapa sekarang tiba-tiba dia pulang? Pulang kemana?


“Iya, CEO sudah pulang sejak tadi! Akhir-akhir ini dia memang selalu pulang awal. Jika ada hal penting yang ingin anda bicarakan, anda bisa sampaikan pada saya. Saya akan menyampaikannya pada Tuan Noah.”


“Pulang kemana dia? Apakah dia sekarang tinggal di kediaman keluarga Arsenio?” tanya Shelly.


“Maaf Nona. Untuk itu saya tidak bisa memberitahu anda tanpa seizin dari Tuan Noah.” jawab Levi.


“Oh begitu? Levi……ingat dimana tempatmu! Aku ini wanitanya Noah! Kenapa kau memperlakukan ku seperti ini sekarang, hah?” Shelly terlihat sangat kesal dan menatap tajam pada Levi.


“Nona Shelly! Yang saya tahu Nyonya Anneke adalah satu-satunya wanita Tuan Noah.” sahut Levi.


‘Nyonya begitu mengerikan! Aku harus berpihak padanya, kalau tidak? Bisa-bisa aku yang menanggung resikonya! Ampun deh….aku tidak mau lagi jadi bulan-bulanan Nyonya.’ gumam hati Levi. ‘Kenapa Nona Shelly tiba-tiba muncul disini? Padahal isi kontraknya, dia tidak boleh keluar dari negara itu?’


“Apa dia tinggal dirumah wanita itu? Noah pasti dipaksa oleh wanita itu agar tetap bersamanya, iyakan? Wanita licik itu!” geram Shelly mengepalkan tangannya.


“Nona, sebaiknya anda jaga bicaramu! Nyonya Arsenio bukan orang yang bisa anda singgung. Kalau sudah tidak ada keperluan lain, silahkan pergi dari sini.”


“Levi! Berani-beraninya kau mengusirku? Lihat saja! Noah akan kembali padaku! Mereka sudah cerai!”


“Apa? Cerai? Kapan Tuan dan Nyonya bercerai ya? Saya asistennya yang mengurus semua keperluan Tuan Noah baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun urusan pribadinya. Yang saya tahu, Tuan Noah sendiri yang membatalkan perceraian itu! Bukan karena Nyonya yang memaksa! Anda sepertinya sudah salah paham, nona. Hubungan anda dan Tuan Noah selama ini hanya sebatas pekerjaan! Tidak lebih!”


“Arrrgghhhh!” Shelly menghentakkan kakinya dengan geram dan memencet tombol lift. Dia segera masuk saat pintu lift terbuka. Dia benar-benar marah pada semua orang yang ditemuinya hari ini.


Shelly diam-diam kembali ke negara ini tanpa sepeengetahuan siapapun. Dia melanggar isi kontraknya tanpa berpikir panjang tentang konsekuensi yang akan diterimanya.


Shelly menghentikan taksi setelah dia keluar dari gedung perusahaan milik Noah. Dia menuju ke hotel tempatnya menginap selama beberapa hari disini.


‘Kemana Noah pergi? Pulang? Dia pulang kemana? Apa dia pulang ke kediaman Arsenio? Atau ke apartemennya? Tapi apartemen yang mana? Noah memiliki beberapa apartemen mewah di kota ini! Ck!”