
Sementara di presidential suite sepeninggal Noah dan Anneke, suasana disana tampak sedikit canggung. Tiba-tiba Levi bersuara, “Tuan Arsenio dan Nyonya Anneke sudah menikah selama dua tahun.” dia hanya ingin menjelaskan pada Adrian dan yang lainnya yang tidak mengetahui tentang hubungan Noah dan Anneke. Karena dia bisa melihat keterkejutan diwajah orang-orang itu.
“Oh begitu. Saya hanya terkejut saja tadi dan takut kalau Tuan Arsenio marah dan melampiaskan kemarahannya pada kita.” ucap rekan Adrian. Sudah hal yang bisa mereka melihat bagaimana Noah meluapkan kemarahannya pada karyawannya.
“Pernikahan mereka memang tidak dipublikasikan untuk menjaga privasi Tuan Arsenio.”
“Kami paham. Tuan Levi tidak perlu menjelaskan. Kami tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun.” ujar Adrian tersenyum.
“Sebaiknya kita pesan makanan! Sambil berdiskusi mengenai proyek ini.” kata Levi. Dia merasa sedikit senang dan lega dengan tidak adanya Noah disana. Dia bisa menikmati makan enak gratis.
Tak berapa lama layanan kamar datang membawa beberapa troli berisi makanan. Adrian beserta kedua rekannya yang baru kali ini makan di presidential suite pun menyungginkan senyum.
Makan mewah dan gratis pula, didalam hatinya dia merasa bersyukur dengan kehadiran Anneke membuat meeting mereka ditunda dan mereka bisa berdiskusi sambil menyantap makanan lezat.
...*****...
Anneke menyantap makanannya, Noah yang tahu kalau wanita itu menyukai seafood pun memesan beberapa menu seafood. Anneke menyantap makanannya tanpa mengatakan apapun, Noah hanya menatapnya tersenyum.
‘Bagaimana bisa wanita ini makan sebanyak itu dengan tubuh yang ramping! Apa dia rajin berolahraga? Apa dia pergi ke gym? Ah, aku akan melarangnya pergi ke gym!’
Noah menuangkan white wine ke gelas lalu menyodorkan pada Anneke. “Minumlah ini! Cocok minum white wine kalau makan seafood!” ucap Noah.
“Hem…..” Anneke menyambar gelasnya dan meminum white winenya. Setelah itu dia melanjutkan kembali menyantap makanannya. Noah hanya diam melirik Anneke sesekali sambil makan.
Beberapa waktu kemudian semua makanan sudah ludes. Anneke bahkan tanpa sadar minum tiga gelas white wine yang disodorkan Noah padanya. Dia mulai merasa mengantuk dan tubuhnya sedikit memanas. Tapi Anneke tidak tahu apa-apa, dia pun berjalan menuju ke kamar mandi, menyikat giginya dan membasuh wajahnya untuk menghilangkan rasa kantuknya.
Dengan langkah gontai dia berjalan keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke kamar tidur. Noah yang berdiri dipintu karena karyawan hotel baru saja meninggalkan kamar setelah membersihkan kamar itu.
Kini ruang makan disana sudah bersih tak ada lagi tampak bekas makanan tadi. Setelah Noah menutup pintu dan berjalan kearah kamar tidur.
Dia melihat Anneke sudah terbaring telentang diatas tempat tidur, dengan kaki terlentang. Dia bisa mendengar suara napas Anneke yang teratur. ‘Kenapa dia bisa tidur secepat itu? Dia hanya minum tiga gelas wine saja! Toleransinya terhadap alkohol rendah, aku akan memperingatkannya nanti agar tidak minum alkohol saat berada diluar sana!’ bisik hati Noah.
Dia pun melepaskan jasnya dan meletakkan disandaran sofa. Lalu berjalan kearah tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya disamping Anneke. Dia menarik wanita itu kearahnya dan menjadikan lengannya sebagai penyangga kepala Anneke. Wanita itu tidak sadar apa yang sedang terjadi disana, dia benar-benar tertidur pulas dalam dekapan Noah.
Noah yang sejak tadi sudah terpancing gairahpun tak dapat menahan diri. Dia menatap bibir merah Anneke yang setengah terbuka. Dia langsung menciumnya dan memasukkan lidahnya kedalam mulut Anneke sambil memainkannya.
Terdengar suara lenguhan pelan dari Anneke namun dia kembali tertidur seolah tidak menyadari dan mengira itu hanyalah mimpi.
Tiba-tiba Anneke merasakan sesak dan sulit bernapas dia mencoba membuka matanya yang terasa sangat berat. Noah segera melepaskan ciumannya lalu tersenyum melihat bibir Anneke yang bengkak akibat ciumannya yang ganas.
Setelah dia melihat Anneke kembali tertidur pulas, Noah pun membuka kancing pakaian Anneke sehingga menampakkan kulit leher dan dadanya yang putih mulus.
Noah menelan salivanya, dia ingin memberi pelajaran pada wanita itu yang sudah menipunya selama ini dengan berpura-pura jelek! Dia menciumi leher hingga bagian dada Anneke dan meninggalkan jejak disana.
Pria itu tersenyum menyeringai. Dia pun menciumi seluruh tubuh Anneke dan meninggalkan banyak jejak disekujur tubuh mulus itu. Noah merasa puas hati melihat hasil karyanya.
Dia pun menarik selimut menutupi tubuh Anneke, namun tiba-tiba dia teringat sesuatu. Dia bangkit dari tempat tidur dan membuka pakaiannya dan hanya mengenakan ****** *****.
Noah kembali berbaring ditempat tidur, menarik tubuh Anneke merapat ketubuhnya dan memeluknya. Dia berusaha memejamkan matanya namun aroma tubuh wanita itu lagi-lagi membangkitkan gairahnya. Napas Noah berubah menjadi panas dan saat dia sedang menciumi bagian dada Anneke terbangun dan membelalakkan matanya.
“NOAAAAHHHHHH!” teriaknya kencang menyadari apa yang sedang dilakukan pria itu padanya.
“Ssssttttttt! Berisik!’ ucap Noah melanjutkan apa yang dilakukannya tadi.
“Minggir! Aaakkhhhhh…….” teriak Anneke lagi saat dia mendapati kalau dia tidak berpakaian lagi.
“Aku hanya membantumu! Kau sangat mabuk dan terus menggodaku! Aku sudah menahan diri sejak tadi.”
Anneke yang marah langsung mendorong Noah namun pria itu menangkap kedua tangannya dan meletakkan diatas kepala Anneke dan menekannya. Sedangkan pria itu sudah berada tepat diatas Anneke sambil tersenyum.
“Kenapa? Kau harus bertanggung jawab karena sudah menggodaku sejak tadi!” ujar Noah lagi kembali mencium Anneke.
Namun wanita itu berusaha menghindar. Dia merasakan sentuhan kulit Noah ditubuhnya. Anneke bergetar dan dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. “Noah! Apa yang kau taruh diminumanku?”
“Apa maksudmu? Kita sama-sama minum dari botol yang sama! Kenapa kau menyalahkanku?”
“Tidak! Kau pasti menaruh sesuatu diminuman itu. Makanya aku tiba-tiba mengantuk.”
“Lalu? Kenapa aku tidak? Harusnya kau berterima kasih karena aku sudah membantu membawamu ke kamar. Tadi kau hampir jatuh di kamar mandi.” Noah mencari alasan padahal bukan itu yang terjadi.
“Minggir! Jangan sentuh aku!”
“Tidak mau! Kita suami istri, wajar kalau kita melakukannya.” ucap Noah tersenyum.
“Aku tidak mau! Minggir Noah! Lepaskan aku!”
Namun Noah dengan sengaja menekan tubuh Anneke, wanita itu merasakan tubuhnya memanas dan saat kulit tubuhnya bersentuhan dengan kulit Noah, dia seperti terkena setrum.
Tiba-tiba suhu tubuhnya semakin panas dan Anneke merasakan suatu perasaan yang dia tidak tahu apa itu. Satu tangan Noah masih menahan kedua tangan Anneke diatas kepalanya.
Sedangkan tangan satunya sudah sibuk menyentuh tubuh wanita itu. Sentuhan itu membuat Anneke semakin bergetar dan tanpa sadar dia mendesah pelan. Noah tersenyum dengan reaksi wanita itu yang memang diharapkannya.
Dia tidak mau memaksa, sejujurnya dia memang mencampur sedikit serbuk yang mengandung aphrodisiac. Dia hanya ingin Anneke sepenuhnya menjadi miliknya.