Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )

Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )
79. Namanya pengalaman.


Baby Galar dan Ghania tidur usai Om Ar menidurkan kedua bocil kembar gendut itu. Bobot mereka berdua dengan cepat naik dengan drastis berkat usaha keras Ayu.


"Pintar amat ya keponakan Om Ar. Sudah kenyang langsung tidur" kata Bang Arial kemudian menidurkan kedua bocil di kamar belakang lalu menghalangi di sekitar ranjang dengan banyak bantal.


"Iya Bang, si kembar pintar sekali."


"Parah banget, wajah keduanya mirip Papanya karena kembar identik. Jadi kalau besar kemungkinan wajah keduanya mirip Bang Huda dan Bang Saka, tapi karena Ghania perempuan.. wajahnya terlihat lebih kalem, bulu matanya lentik, aura wajah cantiknya mulai terlihat" Bang Arial menjabarkan raut wajah keponakan kembarnya.


Tangan Bang Arial mengusap perut Syarin, rasa sayang itu kini semakin bertambah.


"Dia nggak akan mirip Abang, paling juga mirip Syarin" kata Syarin berkecil hati.


"Nggak masalah, yang keluar dari rahimmu tetap anak Abang." senyum Bang Arial begitu tulus. "Ngomong-ngomong soal tadi.. Abang ingin tau jawabanmu. Jujur Abang akui di setiap harinya ada rasa sayang yang tidak bisa Abang utarakan bagaimana gejolaknya. Terkadang rasa itu bisa di kendalikan tapi terkadang ada rasa rindu sebagai seorang pria yang begitu sulit Abang tahan. Abang laki-laki biasa" ucap Bang Arial mengungkapkan isi hatinya. "Dek, tidak ada manusia yang ingin di bandingkan dengan manusia lain termasuk Abang. Jika Arnold punya kesetiaan dan cinta untukmu hingga akhir hayatnya. Maka Abang pun juga punya cinta itu. Abang menjaga diri untuk satu wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidup Abang, dan dalam pernikahan kita.. Abang menjaga perasaan ini dan akan tetap menunggumu hingga kamu sendiri yang tidak ingin ada disamping ku. Selama ada payung pernikahan kita.. jiwa dan raga ini milikmu"


Terasa lega hati Bang Arial mengungkapkan isi hatinya walaupun mungkin Syarin tak akan pernah memiliki cinta untuknya.


Syarin kembali menunduk. "Abang, tolong bawa Syarin ke kamar..!!" pinta Syarin.


"Gendong ke kamar??" tanya Bang Arial karena tidak biasanya Syarin bernada dan bersikap seperti ini.


Syarin mengangguk, wajahnya memerah semerah tomat. Tanpa pikir panjang Bang Arial mengangkat Syarin dan membawanya ke dalam kamar.


Perlahan Bang Arial merebahkan Syarin. Ada degub jantung begitu kencang di sertai desiran dahsyat saat pandangan keduanya saling beradu.


"Tutup pintunya Bang..!!" pinta Syarin.


Bang Arial menutup pintu kamarnya perlahan lalu duduk di tepi ranjang.


"Terima kasih banyak cinta dan sayang Abang untuk Syarin.. Maaf........."


"Abang sudah tau, Abang akan mempersiapkan batin untuk hal itu" sambar Bang Arial.


Syarin cukup sedih mendengar kata-kata Bang Arial. Tangan Syarin melingkar di belakang leher Bang Arial.


"Please dek, jangan begini.. Abang nggak mau kamu membenci Abang karena Abang tidak sanggup menahan diri." ucap jujur Bang Arial karena ia sudah menyadari tubuhnya yang bereaksi.


Syarin berusaha keras melawan ketakutan pada dirinya, tubuhnya gemetar tapi ia berusaha mendekat pada Bang Arial.


Bang Arial tidak tau apa yang terjadi tapi ia tau Syarin sedang berusaha mendekat padanya. Sedikit kecupan ia sandarkan di bibir manis Syarin, si cantiknya itu tidak menolaknya. Bang Arial mencoba menarik tengkuk Syarin dan mencoba kembali memperdalam kecupannya tapi lagi-lagi Syarin tidak menolaknya. Reaksi tubuhnya semakin tak terkendali, ia menyingkap dress Syarin tapi sekali lagi Syarin tidak menolak bahkan saat ia membimbing Syarin untuk menyentuh dirinya, Syarin tidak marah.


Bang Arial sedikit menjauhkan diri dari Syarin. "Ini ujian apa dek? Terlalu berat, Abang nggak kuat"


Tanpa jawaban apapun, Syarin terus memanjakan Bang Arial hingga pada titik akhir, Bang Arial tidak sanggup lagi menahannya. "Maaf dek.. maaf..!!" Bang Arial beralih posisi dan mendekap Syarin.


//


"Alhamdulillah..!!" nafas panjang putus sambung mengurai kelegaan dari Bang Huda usai hasratnya terpuaskan dengan tuntas. Ciuman hangat mendarat di bibir Ayu. "Terima kasih dek"


Ayu tersenyum melihat rona bahagia Bang Huda. "Lega Bang?" tanya Ayu.


"Ploong, loooss nggak ada beban" jawab Bang Huda tertawa mendengar pertanyaan Ayu. "Satu lagi yank.. sebentar aja..!!" pinta Bang Huda.


"Haaahh.. masih sanggup Bang?"


"Sanggup.. tenang aja"


//


Bang Arial tak karuan, layaknya pengantin baru pada umumnya.. Bang Arial tak melepaskan Syarin begitu saja. Bagai singa lapar ia menuntaskan hasratnya.


"Eegghhh.." mata Bang Arial terpejam sejenak. "Alhamdulillah.. inikah nikmatnya pelepasan yang halal" gumamnya pelan saat perlahan ia menumpahkan sayangnya pada Syarin.


"Bang..!!" suara Syarin menyadarkan Bang Arial.


Tak di sangka Syarin tersenyum pada Bang Arial. "Maaf.. Syarin pun punya perasaan yang sama seperti Abang. Bolehkah kata talak itu tidak pernah terlepas dari bibir Abang?"


"Alhamdulillah.. Alhamdulillah Ya Allah, berkah apa yang Abang dapat hari ini. Benarkah kata-katamu ini dek? Kamu nggak main-main?" tanya Bang Arial tak hentinya mengucap syukur.


"Nggak Bang, Syarin juga baru menyadari kalau Syarin ada rasa sama Abang" jawab Syarin.


"Sejak kapan?" Bang Arial menahan tawa melihat ekspresi wajah Syarin yang terlihat begitu menginginkan dirinya.


"Barusan" jawab jujur Syarin.


"Hahaha.. tau begitu Abang sikat saja kamu dari awal." kata Bang Arial. "Ini kalau Abang rapel satu kali lagi boleh nggak?" tanya Bang Arial menggoda Syarin. Ia bukannya tidak paham aturan dan tidak mengerti kesalahannya tapi surga dan neraka sudah ia pasrahkan.


Syarin mengangguk malu-malu.


"Piye iki, masa nabrak terus?" kata Bang Arial.


"Nggak apa-apa. Syarin suka ditabrak" jawab Syarin polos.


"Woooo.. racun tenan iki" tapi akhirnya Bang Arial pun kembali bereaksi.


...


Wajah Bang Huda segar sumringah saat menjemput Galar dan Ghania. Tak berbeda dengan Bang Arial yang juga terlihat lebih segar sambil menggendong baby Ghania.


Bang Huda tersenyum karena sesama pria pasti sudah paham apa yang baru saja terjadi. "Beres apel bro?" tanya Bang Huda.


"Beres Bang, biar anteng tuh adik Abang" jawab Bang Arial.


"Ya wes nggak apa-apa. Salah benar urusan belakang.. yang penting rumah tangga damai, kita nggak puyeng. Kadang beginilah hidup, jalan hidup manusia tidak selalu lurus" kata Bang Huda.


"Saya pahami itu Bang"


...


"Syariiiiinn.." Bang Arial terus saja menggoda nakal istrinya usai kejadian tadi. Agaknya dirinya pun tak bisa melupakan begitu saja malam pertamanya dengan Syarin sore tadi.


"Apa sih Bang, kenapa dari tadi Abang ganggu Syarin?"


"Lah.. masa Abang mau ganggu istri orang" kata Bang Arial.


"Tapi Syarin masih beres-beres Bang"


"Nanti saja, coba beres-beres yang disini..!!" ajak Bang Arial.


"Tadi kamar sudah Syarin bereskan Bang"


"Yang ini belum" Bang Arial mendekap Syarin dari belakang dan Syarin merasakan ada kekakuan diri Bang Arial yang minta di bereskan lagi.


"Ya ampun Bang, sabar sedikit lah"


"Abang sih sabar yank.. Ini yang nggak mau sabar" jawab Bang Arial sembari menyerusuk menyibak rambut panjang Syarin.


.


.


.


.