Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )

Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )
39. Malam di tujuan.


Warning..!! Harap kebijakan dalam membaca..!!


🌹🌹🌹


Bang Huda menutup tubuh Ayu dengan selimut. Ia baru bisa mengusap kening Ayu saat istrinya tertidur.


"Permisi Pak, apa mau tambahan selimut?" tanya Pramugari bernama Ella yang notabene adalah mantan pacar Bang Huda.


"Sudah cukup Mbak, terima kasih" jawab Bang Huda seakan memberi jarak pada Ella.


"Mas apa kabar?" tanya Ella di sela kegiatannya.


"Alhamdulillah baik" jawab Bang Huda singkat tanpa balik bertanya tentang keadaan Ella selama ini.


"Baiklah.. Kalau butuh sesuatu.. saya ada di belakang" kata Ella karena tidak mendapat jawaban positif dari Bang Huda.


"Iya.."


Baru beberapa langkah Ella pergi, Ayu sudah menatap Bang Huda membuat pria berpangkat Kapten itu kaget setengah mati. "Kamu belum tidur dek??"


"Belum MAS HUDA" jawab Ayu menekankan kata terakhirnya.


"Ya salam.. salah lagii" Bang Huda menepuk keningnya.


Ayu menarik selimutnya kasar dan menutup seluruh tubuhnya.


...


Tengah malam Bang Huda dan Ayu tiba di kota tujuan. Aroma wewangian khas pulau Dewata sekilas membuat bulu kuduknya merinding tapi lama kelamaan dirinya terbiasa juga.


"Lapar nggak dek?"


Ayu tak mau menjawab dan langsung melenggang pergi masuk ke mobil yang sudah menjemput mereka.


"Sabaar.. sabaaarrr.. sabaaaaarr Hudaa.. ingat misi utama mu.. Honeymoon" gumamnya menyabarkan hati.


***


Beberapa menit perjalanan akhirnya sampailah Ayu di hotel yang sudah Bang Huda pesan khusus untuk Ayu. Seulas senyum terlihat dari wajah Ayu meskipun istrinya itu gengsi menunjukkan rasa bahagianya.


Bang Huda mengunci kamarnya rapat, ia meletakan seluruh barang bawaannya di lantai karena tidak ingin merusak ranjang honeymoon nya yang terhias cantik.


Langkahnya menghampiri Ayu yang menatap deburan ombak pantai meskipun hari sudah lewat tengah malam. Sengaja Bang Huda memilih kamar yang sangat pribadi agar Ayu bebas bertingkah sesuka hati. Bang Huda memeluk Ayu dari belakang, ia menyandarkan Ayu di tubuhnya kemudian mengusap perut Ayu yang sudah lebih terlihat.


"Sudah donk marahnya, ini khan bulan madu kita. Masa cemberut. Abang rela mengejar semua ini hanya demi kamu.. sayang" Bang Huda mengecup puncak kepala Ayu.


"Ayu nggak suka sama mantan Abang"


Bang Huda sungguh tak karuan, Ayu yang tadinya tidak pernah mempermasalahkan soal masa lalu kini suka berubah-ubah. Ada kalanya sang istri dewasa, kadang kala juga membuatnya seperti ini.


"Abang harus bagaimana biar kamu nggak marah lagi?"


"Sikap tobat lima menit..!!" perintah Ayu tak tanggung-tanggung.


"Oke Abang turuti, tapi kalau sampai Abang tau atau dengar berita mu tentang mantan.. Abang buat kamu sikap tobat di kasur lima jam..!!" ancam Bang Huda kemudian mengambil posisi.


Ayu tak menjawab dan tetap bersikap masa bodoh.


Bang Huda tersenyum menyeringai. "Awas kamu ya.. bersiaplah terima sikap tobat dari Abang"


:


"Ijin Ibu.. lima menit sudah selesai"


Bang Huda berdiri dengan semangat, ia langsung bersiul menuju kamar mandi sambil mengisi bathtub dengan busa dan air hangat.


"Manjain istri duluu..!!" gumamnya bersemangat.


Setelah beberapa saat menyiapkan permintaan Ayu, Bang Huda kembali ke ranjang tapi yang di lihatnya tidak sesuai ekspektasi. Ayu tertidur telentang masih dengan pakaian yang ia gunakan selama perjalanan tadi.


Bang Huda membuang nafas panjang. Ia menghampiri Ayu. "Kamu pasti capek ya di perjalanan tadi." di pandangi nya wajah cantik sang istri lalu memijat badannya, sekarang Ayu tak lagi bisa tidur telungkup karena perutnya mulai besar.


Ayu menggeliat dan sesekali memercing saat merasakan badannya yang sakit tersentuh tangan kekar Bang Huda.


"Pijat Ayu dulu, baru kita mandi sama-sama" pinta Ayu.


Bang Huda tersenyum, ternyata Ayu tidak benar-benar tidur. "Siap boss..!!"


Beberapa menit berlalu, Ayu bangkit dari tidurnya dan melepas kancing bajunya. Refleks Bang Huda melepas pakaiannya.


"Mau mandi sekarang dek?" tanya Bang Huda.


"Ayu mau buat Abang mandi duluan" jawab Ayu.


Senyum bahagia Bang Huda semakin merekah. "Kita buktikan, kamu atau Abang dulu yang mandi"


Bang Huda menubruk Ayu, sejak kemarin siang tubuhnya sudah menegang menuntut belaian hangat istri tercinta.


"Apa Ayu cantik?" tanya Ayu.


"Cantik lah, istri Abang yang paling cantik" Bang menyerusuk ke sela leher Ayu.. ia menggesekkan tubuhnya yang sudah menegang di paha Ayu.


"Apa jika kalau sudah sama Ayu seperti ini, tidak akan ada wanita lain yang terbayang dalam benak Abang?" tiba-tiba perasaan Ayu terganggu dan teringat semua mantan Bang Huda.


"Nggak ada. Kalau bukan kamu, Abang nggak akan seperti ini dek" Bang Huda sungguh sangat menginginkan Ayu hingga darahnya terasa panas naik ke ubun-ubun kepala.


"Abang nggak capek?" tanya Ayu.


"Capeknya Abang kalah dengan rindunya Abang sama kamu." Bang Huda seakan tak peduli. Satu minggu terasa panjang dan berat bagi seorang Huda yang biasanya tak pernah melewatkan waktu intim berdua.


Tak menunggu waktu lama, Bang Huda menarik curuk leher Ayu dan ******* bibir manisnya, dalam dan begitu penuh perasaan. Perlahan ia menekan tubuhnya. Kini perut Ayu sudah terasa mengganjal baginya dan ia harus sadar untuk tetap berhati-hati meskipun hasratnya sudah menggebu setinggi langit. Menit demi menit, selesailah inginnya yang pertama.


Suara lembut Ayu kembali menggodanya, hingga kendalinya tak terkontrol dan ia terus membuat Ayu dalam kendalinya. "Lagi yank.. habiskan sekarang..!!"


Kali ini ia Bang Huda membalik tubuhnya agar Ayu bisa memegang kendali permainan dan benar saja, Ayu sangat lepas dan itu membuat Bang Huda tak ingat dirinya sedang berpijak di langit atau di bumi.


Bang Huda mematikan lampu di atas nakas lalu menarik Ayu ke dalam pelukannya. Ia kembali membalik tubuh Ayu dan Insting pemburu nya bermain liar.


~


Bang Huda membelai rambut Ayu sesekali mengecup puncak kepala sang istri. Tidak ada sekat di antara mereka dan hanya selembar selimut hangat penutup tubuh mereka. Mata yang berat pun tak berani ia pejamkan daripada si cantik Ayu akan marah karena dirinya tertidur lebih dulu.


Ayu merasa tenang dalam dekapan Bang Huda, batinnya terpuaskan dengan segala perhatian suaminya itu. Refleks ia mendongak mengecup bibir Bang Huda, tangannya bermain di dada bidang ayah dari anak yang di kandungnya.


Naluri Bang Huda kembali terpancing, ia mengarahkan tangan Ayu untuk membantunya memanaskan mesin yang sudah on minta di gass. "Ayo lagi dek..!!"


Ayu menghela nafas panjang merasakan tombak sakti sudah siap untuk di asah kembali.


.


.


.


.