Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )

Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )
65. Masalah hati.


Mama Sasti menyiapkan dua potong ikan asin permintaan Bang Huda.


"Masa sih Ayu minta ikan asin. Di depan banyak makanan lho le??" tanya Mama Sasti.


"Iya Ma, mau bagaimana lagi. Ini duo krucil minta ikan asin" jawab Bang Huda sebenarnya tidak tega menuruti keinginan bumil.


"Ya sudah bawa nih ikan asin sama nasinya. Mudah-mudahan saja Ayu mau makan" ucap Mama Sasti berharap cemas.


:


Ayu sudah menghabiskan dua piring nasi bersama Bang Huda.


"Lagi??"


"Nggak Bang, Ayu kenyang" jawab Ayu.


-_-_-_-_-


Papa Juan sedang merokok bersama Bang Huda dan Bang Saka di ruang depan usai acara.


Berjalan ke arah mereka bertiga seorang pria yang tak lain tak bukan adalah Bang Arnold.


"Ijin menghadap Komandan dan senior..!!"


"Ada apa Ar? Kamu belum istirahat?" tanya Bang Huda.


"Siap.. belum Abang..!!"


"Duduk disini le..!!" Papa Juan menyodorkan sebuah bangku untuk Bang Arnold.


"Siap.. terima kasih" Bang Arnold pun duduk berhadapan dengan ketiga killer di hadapannya. "Ijin Dan, saya mau melamar Syarin..!!" ucap Bang Arnold tak tanggung-tanggung.


"Apaaa??" Bang Huda dan Bang Saka melotot dan bereaksi bersamaan tapi tidak dengan Papa Juan yang terlihat begitu santai menanggapi seorang Arnold.


"Ngelindur kamu mau lamar adik saya??" tanya Bang Huda.


"Siap tidak"


"Punya 'bekal' apa kamu?" tanya Bang Saka.


"Kamu tau resiko yang akan kamu hadapi?" Papa Juan ikut menyambung omongan.


"Siap.. Ijin.. saya sudah tau Dan"


"Syarin putri kesayangan saya juga adik kesayangan kedua Abangnya. Dia masih anak-anak untuk kamu lamar"


"Siap.. ijin Dan, saya paham"


"Kita bicara santai saja. Ini bukan jam dinas" kata Papa Juan.


~


"Pertama bukan semata karena saya memiliki hati untuk Syarin putri bapak, berbulan-bulan lamanya saya menimbang segalanya, menata perasaan yang terombang ambing. Kedua, memang dari mata jatuh ke hati. Syarin terlalu indah untuk saya tepis dari lubuk hati yang terdalam"


"Jadi ini alasanmu mendalami beberapa hal bersama saya?" tanya Bang Huda.


"Terus terang iya Bang"


"Ya Allah Tuhan, kamu keterlaluan sekali Arnold." Bang Huda memijat pangkal hidungnya.


"Saya ingin menikahi Syarin..!!" pinta Bang Arnold.


"Saya sudah sempat bicara dengan pihak keluarga" kata Bang Arnold.


"Apa kata pihak keluargamu?" tanya Bang Saka.


"Saya berhak menentukan yang terbaik bagi diri saya, tapi setelah saya memutuskan tentang hal ini.. maka saya bukan dan tidak akan menjadi bagian dari keluarga inti saya lagi" jawab jujur Bang Arnold.


"Kami tidak pernah memaksamu untuk memutuskan hal ini Arnold. Keluarga kami juga memiliki prinsip, kami tidak mungkin membiarkan Syarin berada dalam lingkungan keluarga yang penuh dengan penolakan" ucap tegas Bang Huda mewakili Papa Juan.


"Saya akan melindungi Syarin Bang"


"Dengan cara apa? Melindungi Ayu saja kamu tidak mampu" Bang Huda mengingatkan kepahitan yang pernah ia alami bersama Bang Arnold dan Ayu beberapa bulan yang lalu. "Nyawa Ayu nyaris melayang karena kebodohanmu yang melakukan tindakan tanpa berpikir. Saya tidak mau Syarin mengalami hal yang sama seperti Ayu"


Syarin sempat mendengar pembicaraan keempat pria di teras rumah. Ia pun kembali menutup gorden jendela.


Jadi Bang Arnold pernah pacaran sama Mbak Ayu? Kenapa Bang Huda nggak pernah bilang? Kenapa juga Bang Huda mau bekasnya Bang Arnold??


~


"Syarin mau bicara sama Mbak Ayu..!!"


"Ada apa Syarin?" tanya Ayu membuka matanya, tubuhnya rapuh dan sangat lemah, matanya baru saja bisa terpejam tapi Syarin sudah kembali membuatnya terbangun.


"Apa dulu Mbak Ayu pernah pacaran sama Bang Arnold?" kini Syarin sudah terbiasa dengan sapaan 'Bang' untuk Letda Arnold.


"Memangnya ada apa Syarin? Apa ada masalah?"


"Apa sebabnya Mbak putus sama Bang Arnold? Apa karena uangnya tidak sebanyak Bang Huda? Abangku lebih gagah atau ada hal lain?" tanya Syarin yang penasaran.


"Sama seperti kamu Syarin, Mbak Ayu bertemu Abang saat datang ke rumah Abang Langsang. Suasana militer sangat rentan bertemu hal seperti ini dan karena hal itu juga Mbak Ayu menikah dengan Abang" jawab Ayu.


"Oohh.. jadi karena hal itu Bang Arnold berniat melamar Syarin? Jadi ini semua hanya untuk pelarian perasaan karena Mbak Ayu tinggal menikah? Mbak Ayu jahat, Mbak yang berbuat tapi aku yang harus menerima kekesalan Bang Arnold" pekik Syarin membuat semua orang kaget termasuk Mama Sasti yang sudah tidur di kamar sebelah.


"Syarin.. dengar..!!!!" Ayu bangkit dari posisinya tanpa perhitungan. Hingga kakinya tersangkut selimut dan tersungkur di lantai. Perutnya pun menjadi luar biasa kram. Perlahan ia mengatur nafas.


"Ya Allah, ribut apa kamu ini Syarin??????" tegur Bang Huda yang kemudian sigap membantu Ayu berdiri.


"Syarin hanya bertanya tentang Bang Arnold sama Mbak Ayu. Semua pasti ada alasannya khan Bang..!!" kata Syarin. "Dan Abang, apakah cinta Abang untuk Mbak Ayu belum selesai sampai harus menjadikan Syarin alat untuk pelarian???" kata Syarin di hadapan Bang Arnold.


"Tutup mulutmu Syarin..!!!! Ngawur kamu..!!" bentak Bang Huda.


"Hudaaa.. lihat paha Ayu..!! Apa itu darah??" tanya Mama Sasti.


Bang Huda menunduk dan sedikit menyingkap dress Ayu. Dengan sigap Bang Huda memeriksa Ayu disana sini cemas Ayu akan mengerjainya lagi meskipun kemungkinannya sangat tipis. "Ini beneran dek??"


Ayu mengangguk takut.


Mata Bang Huda mengarah pada Syarin penuh dengan ancaman. "Kalau sampai ada apa-apa sama Mbakmu.. kamu benar-benar Abang cincang habis Syarin..!!!!!" ancam Bang Huda.


"Ngamuknya nanti saja Bang, urus Ayu dulu..!!" kata Bang Arnold kemudian menggeser Ayu agar beralih mundur di belakang punggungnya.


.


.


.


.