Kutukar Diriku Demi Sebuah Keadilan

Kutukar Diriku Demi Sebuah Keadilan
Bab 43


Dengan perlahan Zico beranjak dari tempat tidur, tujuan utamanya adalah pada benda perekam video itu yang disimpan oleh sang istri didalam tasnya.


Zico segera menghubungkan daya terlebih dahulu, merasa sudah terisi sedikit,ia segera menyalakan dan memutar video yang berdurasi satu jam lima menit. Pria itu mengamati dengan seksama.


Di menit-menit pertama belum terlihat ada yang menantang, terlihat Zahira sedang duduk dengan raut wajah gelisah menunggu dirinya keluar dari kamar mandi.


Dimenit kesekian, terlihat dirinya keluar dari kamar mandi menghampiri wanita cantik itu yang hanya menggunakan pakaian kasual, terlihat jelas bagaimana cantik dan seksinya kala itu.


Semakin lama semakin panas, terlihat Zico semakin memagut wanita itu dengan rakus. Zahira hanya tampak pasrah, tak ada perlawanan. Wanita itu juga tak membalas apapun dari segala Sentuhannya.


Zico larut dalam sendirian menikmati video me sum dirinya dan sang istri. Pria itu memutar hingga selesai. Seperti janjinya pada istri, ia segera menghapus video kenangan awal pertemuan mereka.


Sebenarnya ingin menyalin video itu di laptopnya untuk kenang-kenangan, tapi ia tak ingin mencurangi wanita cantik itu. Lagipula Zahira sangat tak menginginkan video itu, maka ia memutuskan untuk segera mendelete.


Setelah menghapus video itu, Zico penasaran dengan gambar dan video lainnya yang tersimpan disana. Ia memutar potongan-potongan video itu.


Terlihat video momen-momen penting sang istri bersama kedua orangtuanya, dan terlihat juga disana ada seorang wanita cantik yang sangat mirip dengan Zahira. Apakah itu yang namanya Azzurri?


Ya, wanita itu sangat mirip dengan istrinya, tak salah lagi, pasti Azzurri. Ternyata mereka benar-benar kembar seiras. Zico melihat senyum selalu terbingkai di bibir wanita itu dan kembarannya. Terlihat pula kedua mertuanya yang begitu menyayangi kedua putrinya.


Momen bahagia itu terlihat direkam saat hari raya idul Fitri. Tampak keluarga sederhana itu begitu hangat dan penuh kasih sayang. Bagaimana Zahira tak merasa sedih begitu dalam saat mengingat kembali kebersamaannya dengan kedua orangtuanya.


Tak terasa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan, sudah pasti wanita itu akan sedih dimana tak ada lagi momen bahagia bersama orangtuanya.


"Mas!" panggil wanita yang sedang di perhatikannya di video itu. Zico sedikit terkejut.


"Ah, ya Sayang, kamu kok bangun?" ucapnya sembari menutup galeri itu.


Zahira yang melihat suaminya memegang benda keramat itu, ia segera terduduk dan menghampirinya. Wanita itu begitu cemas jika suaminya sudah melihat semua adegan yang menjijikkan itu.


"Mas, kamu ngapain? Ka-kamu udah lihat video itu?" tanya Zahira tampak panik. Namun Pria itu hanya menanggapi dengan senyum gemas.


"Kenapa kamu sepanik itu, Sayang? Aku sudah menghapusnya," jawab Pria itu jujur apa adanya, tentu saja ia sudah melihat segalanya.


"Ka-kamu serius? Apakah kamu sudah melihat video itu?" tanya wanita itu dengan wajah memerah.


"Sudah, filmnya bagus, pemeran Prianya tampak begitu agresif, tapi sayang wanitanya hanya...."


"Stop Mas!" pekik wanita itu segera merebut benda itu, dan memeriksanya, dan ternyata memang sudah tak ia temui lagi video itu.


Zahira menatap Zico dengan kesal, lalu beranjak kembali naik keatas ranjang dan tidur memunggungi Pria itu.


Zico hanya geleng kepala melihat sang istri merajuk. Ia beranjak menuju kamar mandi untuk bersih-bersih, setelah itu ikut naik keatas tempat tidur dan merebah di samping wanita yang sedang merajuk itu. Tangannya sudah mulai melilit di pinggangnya.


"Sayang, jangan marah dong, aku sudah menghapusnya, aku minta maaf deh, habisnya jiwa penasaranku meronta," jelasnya memeluk wanita itu dari belakang, bibirnya tak henti memberi kecupan di tengkuknya.


"Mas, awas, aku gerah," ucap Zahira menarik diri ingin menjauh.


"Iya, aku gerah kalau kamu nempel seperti ini Mas," rengeknya merasa tak nyaman.


"Dilarang intrupsi, cukup tenang dan nikmati pelukan hangat dariku, jangan memancing anaconda bangun atas pergerakan yang kamu lakukan," ujar Pria itu membuat Zahira semakin gemas.


"Ya Allah, Mas Zi! Kenapa kamu semeresahkan seperti ini!" cicit wanita itu kesal sembari memutar tubuh menghadap padanya.


"Hehe... Jangan menatapku seperti itu Sayang, aku semakin gemas. Sini peluk sayang dulu." Zico sedikit memaksa meraih tubuh istrinya untuk masuk kedalam pelukannya, dan mengusap dengan lembut penuh perasaan, sehingga membuat hati wanita itu menjadi nyaman.


Yang katanya ngambekan tadi, kini tangan itu membalas pelukan Pria itu penuh dengan suara manja menggoda. Zico sebenarnya sungguh tak tahan dengan sentuhan manja sang istri, tetapi ia ingin memberi wanita itu waktu untuk tidur dengan nyaman tanpa ada embel-embel dibelakangnya.


"Tidur Sayang," ucapnya sembari mengecup kening sang istri.


Zahira hanya menjawab dengan anggukan. Akhirnya pasangan halal itu tidur saling berpelukan sehingga simungil di kacangin di belakang. Tapi nggak pa-pa Abi memberi perhatian penuh pada Umi yang selama ini koma dua bulan. Lagipula mumpung simungil tidur.


Pagi-pagi sekali pasangan itu sudah bersiap setelah ibadah subuh. Karena hari ini adalah sehari jelang puasa, maka pasangan itu berniat untuk belimau Kasai di sungai Kampar mengikuti tradisi daerah dimana mereka tinggal.


"Udah semua, Dek?" tanya Zico sedang merapikan pakaiannya depan cermin.


"Sudah. Mas, boleh request nggak?" tanya Zahira mendekati suaminya.


Zico mengerutkan keningnya, Pria itu menatap aneh. "Request apa, Sayang, Minta jatah? Nanti saja dirumah ya, soalnya Abi udah rapi dan tampan begini," jawabannya percaya diri sekali.


"Ish, apaan sih kamu. Gede rasa banget, siapa juga yang minta jatah. Aku itu minta lengan kemeja kamu di gulung dibawah siku ya, Mas. Biar tambah tampan, soalnya aku suka lihatnya," jelas Zahira yang memang suka melihat Pria itu menggulung lengan kemejanya terlihat tambah tampan dan macho.


"Walau tidak digulung, aku juga sudah tampan, Sayang," jawab Zico percaya diri.


"Iya, aku tahu bahwa suami aku ini memang tampan. Tapi aku lebih suka kamu seperti itu Mas, kan kamu tidak sedang tugas, Mas," ucap wanita itu berharap sekali.


"Ya, baiklah Nyonya Zico, apapun akan aku lakukan untuk dirimu. Kalau begitu kamu yang gulungin." Pria itu segera menghadap pada istrinya meminta wanita itu mengerjakan sesuai keinginannya.


Setelah sesuai dengan keinginan, Zahira tampak begitu terpesona menatap ketampanan suaminya, apalagi dengan kemeja hitam yang begitu ngena banget dengan kulitnya yang putih bersih.


"Okey, ready Sayang?" tanya Pria itu sembari mencuri kecupan di pipi istrinya.


"Ya, ayo kita berangkat."


Zico segera menggendong bayi tampan salinan dirinya itu. Zahira menggeret koper sedang bawaan mereka. Pasangan itu segera mampir ke kota Bangkinang sebelum sampai ke kota Pekanbaru.


Seperti planning mereka dari awal, yaitu mandi-mandi menyambut datangnya bulan Ramadhan di sungai Kampar sembari membawa bayi yang berumur tujuh bulan itu bermain. Setibanya di tempat pemandian begitu ramai.


Zico dan Zahira bingung dan ragu, karena terlalu ramai dan merasa kurang nyaman. Maka pasangan itu memutuskan untuk mencari tempat bermain saja di kota Bangkinang yang terkenal dengan buah nanas itu.


Bersambung....


Happy reading 🥰