
***
"Tuan, sebaiknya jangan transperkan uangnya sekarang"Ujar anak buah Tuan Arga. Tuan Arga mulai menoleh ke arahnya "Kenapa? Apakah Ceo dari perusahaan G.O group menipuku?"Tanya Tuan Arga.
"Seperti nya begitu. Wanita yang kita dapatkan bukanlah seorang gadis seperti yang ia sebutkan di telpon" Jelas anak buah Arga yang rupanya kepala pengawal tuan Arga.
"Cole, tak ada kesepakatan demikian dalam perjanjian kami. Aku hanya butuh wamita berpengalaman untuk membuatku puas..." Jelas Arga menjelaskan hal tersebut pada Cole. Nama kepala pengawal tuan Arga.
"Tapi..." Cole menunduk dan ia masih ragu.
Tuan Arga kembali menoleh "Tapi apa lagi? Kenapa wajahmu jadi murung begitu?" Tanya Arga kembali menatap anak buah kepercayaannya.
"Tapi... Tampaknya wanita itu sedang hamil muda" Jelas Cole. Arga mengerutkan dahinya "Hamil muda? Hemmm... Bagai mana menurutmu?" tanya Arga sedikit menyungingkan bibirnya.
"Apakah anda akan membuat perhitungan dengan Ceo dari G.O Group itu atau kah..." Cole Ragu pada pendapat yang akan ia lontarkan, karna tuannya terlihat puas seakan menimati penjelasan Cole.
"Aku belum pernah mencicip wanita hamil sebelumnya. Baiklah, dandani dia dengan cantik. Aku akan segera membenahi diriku..." Jelasnya mulai melangkah ke arah kamar mandi dan mulai membersihkan diri. Cole yang masih tertatih di sana lekas melangkah menuju pintu keluar dan melakukan hal seperti yang di katakan Arga.
Blam...
"Tuan... Bagai mana hasilnya?" tanya kepala pelayan.
"Sepertinya tuan Arga menyukai gadis itu... Sesuai ke inginannya, pakaikan dia pakaian yang indah dan seksi. Lalu dandani secantik mungkin..." Jelas Cole seraya pergi dari hadapan pelayan wanita itu.
Pelayan wanita itu pun mulai pergi ke tempat di mana Elizha terlelap karna obat bius yang telah di hirupnya.
***
Beberapa saat kemudian...
Setelah di dandani sedemikian rupa, Elizha di rebahkan di sebuah matras yang di penuhi kelopak bunga mawar merah, tangannya di ikat ke tralis besi ranjang tersebut. Kakinya pun di ikat oleh pita merah dengan kuat. Mulut dan matanya di tutupi selebar kain merah. Sesuai ke inginan Arga, Elizha di pakaikan pakaian yang sedikit transparan.
Elizha tampak seperti wanita hasil lelang, jika ia sadar entah apa yang akan ia lakukan karna rasa malunya yang sangat dalam.
Tuan Arga baru saja datang, ia baru membuka pintu kamar mandi tersebut dan lekas mencari kimono malamnya. Tanpa memakai apapun lagi, pria itu langsung membalut tubuhnya dengan kimono malam tersebut.
Tok! Tok!
"Masuk..." Ucap Arga.
"Tuan. Gadis itu sudah menunggu di kamar utama..." Jelas Cole kamar utama terletak di lantai dua Villa tersebut. Arga mengangguk "Baiklah... Aku akan segera datang" jewabnya.
"Kami akan menggu diluar" Ucap Cole.
"Ungg" angguk Arga puas.
Arga lekas menyemprotkan beberapa minyak wangi mahal ke tubuhnya. Apa lagu minyak wangi tersebut mengandung bahan kimia pembangkit hasrat para wanita. Ia juga tak lupa menyemprotkan parfum ke mulutnya. Pria tua berusia 47 tahun itu terlihat antusias setelah mengetahui umur gadis yang akan ia lahap malam ini tersebut.
"Aku akan datang..." Arga berjalan penuh semangat ke arah kamar yang di sebutkan itu.
Klek! Arga keluar kamarnya "Tuan, akan saya antar anda ke kamar utama..." Ujar Cole.
"Tak usah. Berjaga lah di luar... Aku merasa akan ada hal buruk terjadi di kediaman ku" Jawab Arga seraya terus melangkah ke arah kamar tersebut.
"Baiklah saya akan lakukan sesuai kehendak anda..." Cole mulai bersipap, ia mengerahkan seluruh anak buahnya untuk berjaga di gerbang, pintu dalurat, pintu utama dan arah ke kamar utama tuan Arga.
Sedangkan tuan Arga yang baru masuk ke adalam kamar utama itu mulai menyalakan lampu yang sedari tadi padam tersebut.
Trak! Setelah lampu menyala, netranya begitu jelas kala melihat seorang gadis tengah terlentang di matras tersebut dengan begitu anggunnya. Pakaian tipis yang di kenakannya mulai membuat bibirnya meneteskan air liur. Hasrat pun mulai timbul dan hendak melahap wanita tersebut.
"Aku datang sayang..." bisik Arga seraya melangkah pelan dan menyiapkan jemari nakal nya untuk menggelitiki habis wanita tersebut.
Bersambung...