
***
"Jangan khawatir... Kami akan menjaga si kembar" Jelas Rio seraya melambaikan tangannya.
Elizha dan Gabvin lekas masuk mobil untuk segera transit. Nampaknya Gabvin sangat tergesa-gesa hingga mempersingkat kunjungan Elizha yang ingin lebih lama menjenguk si kembar di rumah sakit.
"Kakak kami pamit ya... Dah" Elizha kembali melambaikan tangannya hingga kaca mobil menutupi wajahnya. Di sana Rio pun mulai menurunkan tangannya dan menyimak bahwa mobil Gabvin telah hilang menembus jalanan ibu kota.
"Haaah... Mereka pasangan yang manis. Oh ia, apakah setelah bulan madu... Mereka akan kembali dengan Elizha yang hamil lagi?" tanya Rio menatap sang pria paruh baya yang saat itu ada di sampingnya.
"Mungkin aku akan kembali menimang cucu" Jawab Ayah Elizha kegirangan.
"Apa? Bagai mana jika anak yang Elizha lahirkan kembali kembar?" Tanya Rio khawatir.
"Belarti... Elizha akan banyak memberiku cucu dan rumahku akan makin ramai juga oleh tawa dan tangisan malaikat manis itu " jawab sang ayah senang.
Sementara Rio menghitung "Satu... Dua.. Tiga.. Empat atau bahkan lima..." ia tampak flustrasi kala menghitung jumlah anak Elizha yang akan lahir berikutnya.
"Apa yang kau pikirkan dasar mesum" Sentilan Ayah Elizha mendarat di jidak pria tinggi ramping itu.
"Aw ayah sakit! Lagi pula siapa yang sedang mesum sekarang?" Tanya Rio meredam amarahnya dengan candaan kecil terjahap sang ayah.
"Hahahaha... Kau pun bisa memberiku cucuk. Jadi lekas lah menikah, sampai kapan kau akan melajang... Dasar" Ejek sang ayah.
"Hu Uh... Bukanya aku tak laku... Tapi" Rio jelas-jelas menghentikan kalimatnya dan mulai terdiam sesaat.
"Tapi...? Kenapa diam" Tanya sang Ayah.
"..." Rio enggan berkomentar.
"Tapi karna kamu memang tidak laku saja kan?" Goda sang Ayah...
"Aaah ayah.... Kau jahat sekali" Rio lekas mengikuti Ayahnya yang mulai melangkah menuju pintu keluar rumah sakit tersebut.
Tapi.. Angel sama sekali tak akan bisa memberiku keturunan meski aku kelak akan menikah dengannya... Bathin Rio menggumam.
***
Kediaman Diandartara...
Lama menunggu, Akhirnya pintu gerbang luar pun mulai terbuka dan sebuah mobil sport hitam pun mulai masuk ke dalam. Margaret sangat senang kala mobil tersebut mulai masuk ke area garasi kediaman Elizha "Nah itu mereka datang..." Imbuh Margaret bertempuk tangan karna senang. Lalu beberapa orang pun mulai keluar, di sana ada seorang pria tampan yang tinggi gagah ya siapa lagi kalau bukan Rio juga pria paruh baya yang adalah Ayah Elizha.
Mereka mulai menghampiri Margaret 'Wah ada tamu..." Ujar Ayah Elizha.
"Selamat siang tuan Dian... Kami datang berkunjung" ucap Margaret.
"Ya selamat datang. Mari masuk, Wah inikah suamimu?" tanya Tuan Dian. Sementara Rio masih berkutat di mobilnya karna harus membawa beberapa belanjaan yang baru ia beli tadi hingga belum menyapa Margaret beserta suaminya.
"Ahahahaha... Ia, dia adalah suamiku" jawabnya.
"Begitu ya... Hohoho wajah suamimu terasa tak asing... Dia sangat tampan, sama seperti menantuku" goda Tuan Dian memperhatikan suami Margaret dalam dalam. Tuan Dian berfikir suami margaret seakan tak asing dan wajah pria itu serasa mirip dengan seseorang.
"Ahahahaha... Mungkin karna terlalu tampan dia jadi sedikit berwajah pasaran" Goda Margaret sedangkan Pria yang bernama Derik itu hanya diam dan tak memberi respon menentu.
"Ayo silahkan masuk..." Ujar Ayah Elizha. Mereka pun mulai masuk, sementara Rio di panggil dengan nada keras "Rio cepatlah... Kita kedatangan tamu..." Seru sang ayah seraya melambaikan tangannya isyarat cepat dab bergegas.
"Baik ayah!" Rio mulai mempercepat langkahnya dan mulai menghampiri ayahnya.
"Siapa Ayah tamu itu?" Tanya Rio. Rio sendiri belum pernah berpapasan langsung dengan Margaret hingga ia sedikit tak kenal pada wanita tersebut.
"Mereka ada di dalam masuklah" Pinta Ayah Elizha.
"Tapi aku membawa beberapa belanjaan... Sebaiknya aku jalan ke belakang saja. Setelah aku menyimpan semuanya di lemari es... Aku akan menyapa mereka" Ujar Rio sedikit tergesa-gesa.
"Apa yang kau bicarakan... Masuk saja lalu sapa mereka, ku pikir mereka tak akan lama..." Desak sang ayah. Akhirnya Rio hanya bisa membuang napas panjangnya lalu ia pun melangkah ke area ruang tamu...
"Selamat siang, saya adalah kakak Elizha. Senang bertemu dengan anda semua" Ucap Rio menundukan wajahnya. Saat Rio menyapa margaret dan seorang pria di sebelahnya. Betapa kaget Nya Rio kala melihat pria itu menoleh ke arahnya.
"Aahkk K-kau" Pekik Rio melepas seluruh belanjaannya hingga berserakan di lantai. Wajah Rio mulai pucat dan dua bola matanya membelalak tak karuan.
"Senang bertemu dengan mu..." Pria itu tersenyum dan mengangguk. Semantara Margaret tampak bingung akan exspresi yang di berikan Rio pada Derik suaminya.
"Rio bersikap yang sopan... hargai tamu mu" Pekik sang ayah merasa malu.
Kira kira siapa pria yang membuat Rio jadi membatu itu?
Bersambung...