
Gabvin berdiri dari duduknya dan mulai menunduk kan kepalanya "Mohon beri aku restumu, calon kakak ipar" Jelas Gabvin memohon bantuan sang kakak untuk meyakinkan Elizha bahwa ia benar-benar tulus mencintai wanita tersebut.
"A-apa..." Rio tak bisa berkutik sama sekali...
"Tolong berikan pengertian pada adik mu kakak ipar, jika aku sungguh-sungguh tulus mencintainya apapun yang terjadi dan segala ke gagalan yang telah ia alami sebelumnya... Aku sungguh tulus" Jelas Gabvin. Ungkapan tersebut terasa menyentuh hati Rio hingga Rio berpikir bahwa Gabvinlah pria yang cocok untuk adiknya.
"Entahlah, meski aku sangat mempercayaimu... Tapi, aku sungguh tak tahu bagai mana respon adikku terhadapmu. Jika menurut Elizha Ya, Maka jawabanku juga Ya. Tapi, jika jawaban Elizha tidak. Maka tak ada alasan bagiku untuk memaksanya menuruti ke mauanmu..." Jelas Rio. Gabvin pun mulai paham "Terimakasih atas pengertiannya kakak..." Ucap Gabvin penuh harap.
"Panggil aku Rio. Toh, adikku belum memutuskan mau atau tidak" Ujar Rio.
"Oh ia. Apakah kamu masih bekerja di bawah kekuasaan Gery?" Tanya Gabvin penuh harap.
"Aku sudah mengundurkan diri beberapa hari yang lalu..." Jawab Rio.
"Kalau begitu, apa kegiatanmu sekarang?" Tanya Gabvin menatap serius nanar lawan bicaranya.
"Itu... Aku belum mencari pekerjaan lain..." Jawab Rio sedikit malu-malu. Gabvin sedikit lega, ia mulai menjentikan jemarinya "Ctik!"
Rio sedikit kaget "Kebetulan, jika kamu membutuhkan pekerjaan... Kamu bisa menjadi staff di kantorku..." Jelas Gabvin. Rio pun mulai terdiam "Aku tak punya kemampuan lain selain bertarung dan pertahanan. Selain itu, aku tak punya kemapuan lainnya...'Jelas Rio mendetailkan tentang dirinya.
"Sepakat! Kamu sudah ku terima, Besok kirim surel ke emailku. Dengan data diri yang lengkap... Staf ku akan memprosesmu dan kamu sudah mulai bisa bekerja besok" Jelas Gabvin memberi salam pada Rio. Rio sungguh senang saat mendapatkan pekerjaannya kembali.
...****************...
Sarah sampai di rumah sakit dengan cepat, ketika sampai di sana. Ia liha ke adaan Angel yang sedang tak baik "Angel..." Bisiknya mengintip di balik jendela luar kamar tersebut.
"Haruskah aku memberitahunya hal yang sebenarnya terjadi. Tapi, ini pasti akan sangat menyakitinya..." Bathin Sarah menggumam.
Para dokterpun mulai berhamburan keluar "Dokter, apakah aku boleh masuk?" Tanya Sarah. Dokter mulai melepas maskernya dan mengangguk "Silahkan nona... Tapi, Tampaknya nona Angel sedang tidak baik. Usai kepergian ayahnya... Kondisinya kian memburuk. Jika bisa sebaiknya anda hibur dia... " Imbuh sang dokter. Sarah mengangguk "Baik dokter" Sarah mulai masuk kamar tersebut perlahan seakan mengandap-endap.
"Hiks... Papa, Hiks... Huhuhu" Suara itulah yang menggema di kamar hening ruangan tersebut. Sarah mulai menyingkap tirai yang menutup kamar Angel dan menyapanya "Angel" Sapa Sarah. Angel menoleh dan mulai memeluk Sarah seraya memanggilnya "Sarah!!!" Pekik Angel memeluk erat tubuh sarah. Ia menangis di pelukannya "Sarah... Huhuhu, Sarah... Tolong...tolong katakan bahwa ayahku tidak meninggal. Aku sungguh takut jika harus sendirian..."Tangisan itu pecah kala Sarah membalas pelukannya.
"Tenanglah Angel. Kamu tak sendirian kan ada aku dan tuan Gery" Jelas Sarah berusaha menenangkan.
"Gery? Aku tidak mau dia datang ke kamarku..." Ucap Sarah. Sarah pun kaget pada apa yang Angel ucapkan "Apa maksudmu Angel? Jangan bicara begitu, bukankah tuan Gery adalah suami anda..." Ujar Sarah mulai menepis deraian basah di pipi Angel.
"Aku sangat kecewa padanya Sarah..." Jelas Angel menutupi wajahnya dengan ke sepuluh jemari yang ada.
"Kecewa? Apa maksudmu... Apakah dia sudah berbuat tak adil padamu?" Tanya Sarah.
Angel mulai membuka diri dan melepaskan ke sepuluh jemarinya "Dia tidak mencintaiku..." Jelas Angel seraya kembali menangis.
...Apakah Angel sudah tahu, jika Tuan Gery bermain serong di belakangnya. Bathin Sarah....
"Apakah kamu berfikir bahwa Gery telah berselingkuh di belakangmu?" Tanya Sarah. Angel menggelengkan kepalanya "Aku sunggguh tak yakin akan hal tersebut" Balas Angel.
Rupanya Angel tak sadar dan belum tahu hal ini. Bathin Sarah menggumam.
"Apakah kamu ingin melihat acara pemakaman ayahmu?" Tanya Sarah mencoba menghasut Angel agar ia bisa menonton vidio dari handponenya yang ia dapat tadi di acara pemakanan. Vidio itu di gunakan Sarah untuk membuat Angel benci pada Elizha.
"Apakah kamu sungguh merekamnya?" Tanya Angel.
Sarah mengangguk "Ya. Aku merekamnya, kamu bisa lihat dengan jelas bagai mana acara mengharukan itu menarik banyak sekali pelayat.
"Papahku sangat beruntung..." Ujar Angel. Ponsel mulai di serahkan ke arah Angel oleh Sarah. Dan Angel pun mulai menontonnya hingga habis.
Di pertengahan vidio, terlihat jelas Gery menahan tangan Elizha dengan sangat kuat meski Elizha mebolaknya "Kenapa suamiku menahan tangan Elizha seakan menolaknya pergi dari sisinya..." Akhirnya Angel menyimak hal tersebut sebagai sesuatu yang janggal.
"Jika ada hal yang sungguh terjadi di antara mereka, Maka aku sungguh harus memastikannya sendiri..." Jelas Angel mulai bertekat. Sesaat Sarah tersenyum... Rencana nya berhasil dengan sangat sukses.
"Sarah. Bisa tolong carikan Elizha dan bawa dia kemari. Soalnya ada hal yang ingin aku sampaikan padanya..." Jelas Angel. Sarah sungguh senang dan amat bersemangat 'Bagus... Rencanaku akan berhasil dengan baik... Tak usah aku yang menyentuh Elizha, dan rupanya dia akan hancur dengan sendirinya. Mau bagai manapun juga. Tak ada alasan bagi Elizha untuk menjadi milik Gabvin. Karna ia sungguh tak cocok Bathin Sarah menggumam.
"Kalau begitu aku pamit pergi dulu untuk mencari Elizha"Jelas Sarah mulai pamitan. Angel mengangguk dan mempersilahkan Sarah pergi. Blam! Pintu tertutup, dan akhirnya Angel pun kembali termenung sendirian dengan perasaan patah hati yang cukup menyakitkan.
***
Ke esokan harinya...
Kantor Gery... Gery mengamuk, ia memporak-porandakan berkas-berkas yang ada di meja kerjanya "Sial! Apa yang terjadi dengan perusahaanku!" Amuknya dengan napsas naik turun terlihat emosinya membludak.
"Sial. Semua Klien ku pergi dan membatalkan seluruh kontraknya... Bagai mana bisa semua ininterjadi padaku?" Tanya nya dengan penuh emosi.
"Tuan. Jika di biarkan begini terus, perusahaan kita bisa mengalami kondisi kritis... Dan jika tak ada kerjasama yang baik untuk mengeluarkan barang yang telah kita buat. Maka kita akan benar-benar bangkrut..." Jelas Sarah panik setelah melihat angka kurva penjualan yang makin minim. Sedangkan stok barang sangat banyak dan menumpuk. Di tambah lagi pengeluaran karyawan setiap hari tetap harus di bayar.
"Aku butuh suntikan dana..." pikir Gery.
"Tuan sebaiknya kita kurangi pengeluaran dengan memberhentikan beberapa karyawan kita..." Jelas Sarah.
"Aku tak yakin. Tapi, aku harus mencari suntikan dana untuk menutupi biaya oprasional perusahaan yang cukup membengkak" Bathin Gery.
Ia masih berfikir dan berusaha, beberapa klainnya tak ada yang mau membantu. Jika menggadaikan setifikat perusahaan sudah pasti akan sangat sedikit. Sementara ia butuh uang yang sangat banyak. Akhirnya ia menghubungi pria yang tak ingin ia libatkan. Bukan Gabvin tentunya, pria itu adalah pria tua yang cukup mesum.
"Tuan Arga... Bisakah kamu menolongku?" Tanya Gery.
"Aku tahu... Perusahaanmu sekarang sedang tak baik bukan?" Tanya Tuan Arga di balik telpon.
"Kau pintar menebak tuan. Bisakah anda membantuku?" Tanya Gery.
"Ya. Boleh... Asalkan, kau bisa membuatku puas. Berikan aku sesuatu yang berharga darimu" Jelas Tuan Arga.
"Aku punya setifikat perusahaanku... Apakah kamu tertarik...?" Tanya Gery. Arga menolak "Aku tak mau itu. Sebab perushaan ku sungguh sangat banyak dan aku tak ingin otakku meledak gara-gara terlalu banyak berfikir" Jelasnya.
"Lalu apa yang kau inginkan?" Tanya Gery bingung.
"Kau bisa memberiku barang bagus yang bisa memuaskan malamku..." Jelasnya. Gery tercengang Pria brengsek... Apa yang harus aku berikan padanya. Apakah aku harus memberikan Angel padanya. Bathin Gery menggumam.
"Sepakat..." Jelas Gery.
"Berapa harga yang kau minta?" tanya Arga.
"1 Triliun... Aku akan membayarnya secepatnya..." Jelas Gery.
"Itu uang yang sangat besar. Tapi, jika kamu tak bosa mengembalikanmu dengan cepat. Maka wanita malam yang kau berikan akan menjadi budakku selamanya" Jelas Arga.
Silahkan saja. Toh wanita itu hanya membebaniku... Bathin Gery.
"Aku akan mengantar orang untuk menjemput teman malamku..."
"Baiklah. Suatu kehormatan untukku saat menjalin bisnis denganmu tuan Arga" Jelas Gery terkekeh.
Bersambung...