ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Rasa Kecewa mendalam


Gabvin kembali ke pada Ayahnya, setelah bertahun-tahun mengikuti jejak Gery, nampaknya... Kali ini Gabvin datang dengan sebuah misi untuk Gery. Ia ingin membuat Gery benar-benar sadar, bahwa harta... Tahta bukanlah segalanya.


FLASBACK off...


Ke esokan harinya...


Tangan Gery bergetar kala membaca sepucuk surat yang bertuliskan pengunduran diri sahabatnya. Bibirnya mulai menyingkap dan giginya mengigit gemas bibir bawahnya sendiri.


"Gabvin... Rupanya dia ingin menghianatiku ku..." bathin Gery menggumam. Ia meremas kertas yang ada di tangannya dan mulai salah tingkah dengan menggebrak mejanya beberapa kali "BRAAAKKK!!"


"Sial!!!" pekik Gery terlihat sangat buruk dengan tentramental yang tak terkontrol.


Gery lekas merobek surat tersebut dan mulai menghempaskannya ke udara. Ia mulai berdiri dan mencari Elizha "Rio, Rio...!" Teriaknya. Rio lekas masuk ke dalam kantor tersebut "Ya tuan muda, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Rio sigap.


"Mana wanita itu?" Tanya Gery terlihat Flustrasi.


"Hari ini dia libur dulu, katanya ada hal yang harus ia selesaikan..." Jelas Rio.


"Sial! Baru bekerja beberapa hari saja dia sudah banyak sekali membual! Padahal aku masih belum memutuskan..." Jelasnya seraya menatap kanan kiri seakan mencari sebuah celah.


"Nona Elizha terlihat tidak sehat hari ini, jadi dia pergi untuk berobat ke dokter spesialis kandungan..." Jelas Rio.


"Banyak sekali alasan yang ia miliki untuk menghindariku" Gumamnya.


Sial, kenapa pria itu terus saja memaksa adikku dan malah membuatnya makin tersiksa. Kenapa aku bisa berkerja di bawah kehendaknya. Apakah aku pun harus mengundurkan diri. Bathin Rio menggumam.


Ia pun mulai ingat, bahwa kemarin ada jumpa Pers di kediaman Wilson. Dan ternyata hasil jumpa Pers tersebut adalah tentang kembalinya Gabvin di perusahaan induk Wilson. Nampaknya, kali ini... Gery mendapatkan pesaing yang cukup berat.


"Oh. Ia... Tuan, apakah anda sudah melihat surat kabar pagi ini?" Tanya Rio mulai mengingatkan pria itu.


"Surat kabar?" Bisiknya.


"Ini tentang tuan Gabvin yang secara resmi di tujuk sebagai dewan utama perusahaan induk Kluarga Wilson... Apakah anda belum tahu hal tersebut?" tanya Rio menatap Gery penuh keseriusan.


"Apa!!! Bagai mana dia bisa berubah pikiran... Hal apa yang mendesaknya hingga ia berpikir keputusan yang cukup membuatku kecewa..." bisiknya seraya kembali menggebrak mejanya.


"Sebaiknya tuan muda lihat dan pastikan sendiri. Tapi, yang jelas... Akan sangat berbahaya bagi perusahaan G.O gruop jika tuan Gabvin menjdi saingan anda di pasar bursa..." jelas Rio.


"Gabvin... Sial! Pria itu, sebenarnya apa maunya? Ughhhh..." Ia mendengus kesal dan tampak menggila. Banyak hal kecil yang telah ia sia-siakan dan membuatnya kehilangan ssegalanya. Kini, mungkin Gery sedikit merasa kehilangan...


Di tempat lain...


"Maafkan aku deh... Aku sungguh salah, tapi... sekarang aku datang kemari untuk berkunjung" Jelas Elizha.


"Ayo masuk kamarku. Orang tuaku selalu sibuk bekerja jadi mereka tak ada waktu untuk mengurusiku. Karna kamu ada di sini, mari kita berbincang dan jalan-jalan lalu pergi makan ke restorant" ujar Margaret sangat senang dengan kedatangan sahabat baiknya itu.


Kamar Margaret...


"Oh sayang. Lihatlah dirimu di cermin, kenapa kamu jadi lusuh begini, Oh tidak... Gaya rambut macam apa itu? Apakah makanmu baik? Kenapa bisa sampai sekurus ini... Oh tuhan, tolong jelaskan kondisi sahabatku saat ini?" Tanya Margaret sungguh prihatin melihat Elizha. Ia terus meracau dan terlihat tertekan batinya sdih kala melihat Elizha yang dulunya tuan putri itu malah jadi kucel dan lusuh tak terurus begitu.


"Kamu sangat berlebihan..." Elaknya.


"Aku akan masakan sesuatu untuk membuatmu sedikit agak gemuk..." Margaret mukai beraksi


"Hentikan. Kamu bisa membakar dapurmu jika memasak kan ku hanya untuk sebuah makanan" Ujar Elizha seraya terkekeh.


"Ya. Kamu, memangnya siapa perduli, lagi pula... Aku akan lebih prihatin dan sedih jika kamu benar-benar kelaparan ketika berada di rumahku" Jelasnya sedikit ngambek.


Garuuukk! Suara perut Margaret berbunyi "Lho apa itu? Apakah itu suara perutmu?" tanya Elizha mulai berdiri dari duduknya dan mendengarkan perut Margaret "Hei! Hei! Jangan mempermalukan ku!!" Margaret menjauhkan Elizha.


"Kalau begitu, aku saja yang masak..." Jelas Elizha.


"Kau memang selalu membuatku berhutang budi..." imbuh Margaret.


"Baiklah, ayo bantu aku mengupas beberapa sayuran..." Pintanya.


Akhirnya keduanya mulai turun ke dapur dan memasak beberapa hidangan penggugah selera. Elizha benar-benar tak terlalu mementingkan isi perutnya hingga ia benar-benar sangat kurus dan banyak sekali kekurangan nutrisi. Perbuatan Gery padanya sungguh membuatnya tak bahagia. Tapi, saat bertemu dengan Margaret... Sesaat beban yang ia pikul mulai sedikit menghilang. Senyuman mulai mengembang tanpa beban, usai memasak mereka makan dengan begitu lahapnya.


Elizha melakukan segala hal yang mereka sukai. Usai makan mereka bergegas mengganti pakaian mereka dan mulai berangkat ke mol untuk berbelanja, ke bioskop dan banyak hal lain. Tapi, Elizha tetap menyimpan masalah yang menimpanya itu rapat-rapat di dalam hatinya. Karna ia tak mau membuat sahabatnya itu sedih dan merusak moment indah mereka


Oh tuhan, betapa menyenangkannya jika bisa hidup seperti ini. Sudah lama sekali aku tak merasakan sebuah udara bebas seperti ini. Gelak tawa yang tak pernah kurasakan sebelumnya terasa sangat menyenangkan. Hal-hal kecil yang dulunya ku anggap tak belarti. Kini menjadi hal yang sangat besar dan belarti untukku. Trimakasih tuhan... engkau sangat baik padaku. Semoga kelak aku bisa merubah nasibku... Bathin Elizha.


Elizha berencana melarikan diri dari Gery, Rio pun akan mundur dari pekerjaannya sebagai kepala pengawal. Dan Gabvin mulai berusaha keras untuk membuat perusahaan ayahnya mendapati peringkat satu dan menyingkirkan perusahaan Gery.


Sedangkan Gery, ia amat sangat frustrasi. Ia sungguh akan kehilangan banyak hal yang ia anggap berharga dan paling utama.


Sebaliknya ia akan kesepian karna satu pesatu orang-orang yang menyayanginya menghilang dari sisinya. Biarkan alam berjalan semestinya, karna keserakahan akan banyak membawa malapetaka...


Bersambung...