ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Kesalahan besar


***


Setelah scan otak dan pemeriksaan lanjut, dokter menemukan bahwa Derik mengalami kerusakan otak kecilnya. Hingga ia kesulitan mengigat sesuatu, bahkan... Dokter menduga jika Derik sering mengkonsumsi obat keras penghilang rasa sakit obat tersebut di nyatakan membahayakan karna bisa memicu sel kanker jika di konsumsi dalam jumlah yang banyak dan ketergantungan.


"Apa dokter?" Pekik Margaret tak kuasa menahan tangisannya.


"...Margaret, siapa dokter yang telah menangani suamimu sebenarnya?" tanya Elizha.


"...Aku tak tahu jika obat itu akan membuat suamiku menderita hingga memicu sel kanker"


"...Bila anda menghentikan konsumsi obat keras tersebut. Maka, kemungkinan nyawa pasien akan terselamatkan. Oleh karna itu... Saya akan mengganti obat tuan Derik sesuai gejala yang ia alami" Ujar sang dokter.


"Tolong selamatkan suami saya dokter" Pinta Marsha seraya menangis.


"...Saya akan lalukan yang terbaik untuk pasien saya" Balas sang dokter.


"Apakah sebelumnya tuan Derik pernah mengalami kecelakaan?" tanya sang dokter.


Marsha mengepalkan tangannya dan ragu untuk mengakui kesalahannya "Ia dokter. Dulu dia terlibat kecelakaan" balas Margaret.


"Lantas saja, saya menemukan trauma di kepala pasien... Ke mungkinan, trauma itu menyebabkan ia kehilangan sebagian ingatannya" jelas sang dokter.


Seketika seluruh pasang mata yang ada di sana terbelalak "Apa dokter? Belarti... Pasien itu mengalami amnesia?" Pekik Rio tak bisa menahan emosinya.


Dokter mengangguk "Tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa terjadi... Sebab, trauma di otak kecil pasien tentu bisa menyebankan hal tersebut terjadi"


"Begitu ya... Aku mengerti. Margaret, ada hal yang harus kami ketahui..." ujar Angel menarik tangan Margaret.


Margaret sedikit panik dan menatap Elizha penuh rasa takut "Margaret. Jangan takut... Ada hal yang harus kamu ketahui... Angel akan menjelaskan sesuatu pada mu" ucap Elizha. Margaret pun mulai melepaskan tangan Elizha dan ikut bersama Angel ke luar area rumah sakit.


Angel mengajak Margaret ke sebuah taman, ia mengajak Margaret berjalan jalan seraya meminum sebotol jus jeruk untuk menghilangkan stres di kepala mereka.


"Ada apa Angel kamu memanggilku ke mari. Apakah ada hal yang ingin kamu tanyakan pada ku?" tanya Margaret sedikit takut dalam hatinya.


"Ya. Tapi... Sebelumnya, aku ingin meminta maaf jika aku bertanya hal yang membuatmu sedikit marah"


"Marah? Kenapa aku harus marah?" Margaret sedikit terkejut.


"...Bolehkan aku tahu, di mana kamu bertemu dengan suamimu?" Tanya Angel menatap sayu Margaret dengan sedikit senyuman pahit terlukis jelas di wajah Angel.


"... Kenapa anda begitu ingin tahu"


"Karna itu penting bagiku. Meski hanya masa lalu... Tapi ada ikatan di atara kami yang belum terselesaikan" jelas Angel makin membuat Margaret bingung.


"...Ikatan? Ikatan seperti apa? Apakah kamu pernah memiliki hubungan khusus dengan pria yang mirip suamiku?"


"Lebih dari itu..."


Lebih dari itu? Apa maksudnya? Jangan jangan aku menikahi pria yang telah beristri. Bathin Angel menggumam.


"Tolong jujurlah. Di mana kamu menemukan Derik. Apakah kluarganya ada di daerah ini? Apakah kamu tahu tempat tinggalnya? Aku hanya takut saja... Jika dia pria yang sama yang pernah singgah dalam hidupku"


"Margaret. Ayo bicara jangan takut... Jika dia memang orang yang sama. Aku tak akan menuntut apapun darinya... Aku hanya ingin dia menceraikan ku" Angel menyentuh tangan Margaret dan menatap Margaret penuh harapan.


"Apakah kamu yang telah menabrak Derik?"


Degh! Jantung Margaret seakan di pukul sesuatu hingga berhenti sejenak karna kaget.


"Kamu bertanggung jawab. Kamu hebat... Meski kami yang melakukannya... Tapi kamu menyelamatkan nyawanya. Aku tahu, kamu pasti takut. Percayalah aku tak akan pernah mengusik rumah tanggamu. Aku hanya ingin tahu saja... Siapa pria di balik nama Derik itu. Agar kami tenang" jelas Angel panjang lebar.


Akhirnya tangisannya pecah, Margaret mengakui segalanya tentang Derik yang ternyata adalah Gery "Jangan menangis... Kamu pasti sangat menyayanginya. Ku harap... Dia akan mencintaimu selamanya" peluk Angel menenangkan hati Margaret yang sedang kacau itu.


"Aku sangat jahat. Karna terlalu terobsesi pada Derik... Aku bahkan memberinya obat terlarang. Karna aku terlalu mencintainya, aku takut suatu hari nanti... Derik akan pergi meninggalkanku" jelas Margaret mengakui segala dosanya.


"Cinta tak akan pernah menyakitkan, jika seseorang itu membalas cinta kita. Semoga... Cintamu pada Derik terbalas hingga tak akan ada air mata di antara pernikahan kalian"


"Aku tak tahu bagai mana nasibku ke depannya jika Derik sampai sadar dan meninggalkan ku. Aku tak mau... Dia tak mengakui anak dalam kandunganku lalu pergi pada masa lalunya" Tangis Margaret.


Dua wanita yang saling patah hati oleh satu pria yang sama itu saling memeluk dan saling menenangkan satu sama lainnya.


Angel dan Margaret akan jadi teman baik, Elizha yang menatap di kejauhan mulai merasa tenang kala kedekatan mereka mulai terjalin.


"Semoga Gery segera mendapatkan hidayah. Dia harus menjadi pria bertanggung jawab mulai sekarang... Nyatanya kami bertiga adalah korban keserakahannya. Semoga dengan hilangnya ingatan Gery membuatnya sadar. Bahwa cinta Margaret padanya sangat tulus tanpa pamrih. Aku tak ingin anak anak yang sudah lahir menjadi korban keretakan rumah tangga dan tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah. Tapi beruntung, Gabvin adalah ayah sambung yang bertanggung jawab untuk dua anak kembarku..." bathin Elizha menggumam.


"Sayang. Kamu di sini?" tanya Gabvin memeluk Elizha dari belakang.


"Ah mas... Kamu di sini?" Balik tanya izha.


"Apa yang kamu lihat"


"Mereka sangat manis ya mas"


Dua pasang mata itu mulai menatap kedekatan yang terjalin antara Angel dan Margaret "Apa yang terjadi pada mereka? Kenapa mereka menangis?"


"Ternyata benar dugaan mu mas. Derik itu adalah Gery... Margaret tak sengaja menabraknya beberapa bulan yang lalu"


"Sudah ku duga... Semoga dengan kejadian ini, Gery jadi pria dewasa yang bertanggung jawab. Dan jangan ada lagi mantan mantan istrinya yang tersakiti lagi" harap Gabvin mencium pucuk kepala istrinya.


"Aku pun berharap demikian..."


"Jika dia sadar dan ingatannya kembali. Aku akan mengingatkannya bahwa mantan istrinya dulu adalah milikku. Dia sudah sah menjadi istriku dan halal untukku" Tegas Gabvin tak ingin berebut lagi dengan Gery tentang ke pemilikan Elizha.


"Sst. Jangan keras keras nanti Margaret dengar. Dia pasti malu jika ternyata aku juga adalah mantam istrinya" Ujar Elizha.


"Baik sayang. Apapun yang kamu inginkan adalah titah untukku... Sekarang ayo masuk ke dalam cuaca makin dingin nanti kamu masuk angin"


"Baiklah. Sementara, biarakan mereka bersama... Mereka pasti akan saling memahami satu sama lain dan menjadi teman yang akrab"


Akhirnya, Derik menerima perawatan intensif dan