
"Ngghh..." Lenguh Elizha.
"Sayang... biarkan aku memulainya..." bisik Gery memulai sebuah serangannya. Ia segera membuka pakaiannya, Brett! Gery membuka pakainnya yang mulai basah oleh keringatnya itu secara paksa, hingga butiran kancing yang sedari tadi terpasang di kemeja itu berhambur begitu saja lalu terlempar dan kini, Gery mulai memampangkan dada kekarnya yang polos tanpa selembar kain.
"Hah! hah! hah!" Deru napas Gery. Elizha baru terasar dari buayan pria tersebut. Ketika bola mata Elizha mencerna keadaan di depannya, betapa kagetnya ia ketika melihat Gery kembali bertelanjang dada seprti waktu pertama mereka bertemu.
Gery menatap lapar ke arah Elizha, seketika pakaian yang ia pegang itu langsung di lemparnya sembarangan ke bawah ranjang dan ia pun lekas menerkam Elizha. Bruk!!! Kini Elizha hanya bisa membuka lebar-lebar bola matanya... Sebab Gery tengah ada di atas tubuhnya dan wajahnya pun begitu dekat, hingga napas keduanya beradu dalam sebuah gairah yang di namakan nafsu "Aku sudah tak tahan..." Lenguh Gery bersama nafsu syahwatnya.
"Jangan..." Bisik Elizha. Tapi, permohonan itu tak di gubris Gery, dan Elizha malah di perlakukan sesuka hati Gery. Bibir Elizha yang merah berpoles itu di kecup ganas oleh nya. Ia pun mulai menangkap kedua tangan Elizha di pundaknya, hingga tangan Elizha di lingkarkan paksa oleh Gery. Gery terlihat menikmati perlakukannya pada Elizha. Sedangkan Elizha tampak tak berdaya ketika ia sudah hanyut dalam buayan Gery. Yang Elizha rasakan saat ini adalah Kecewa, tapi ia juga tak bisa melawan perlakuan pria ini yang terkesan memaksa.
Gery mulai membuka sabuk celana yang melingkar di pinggangnya, Kancing celana hingga Rel seleting miliknya pun mulai terlepas. Kini ia bersiap memasukan adik kecilnya itu ke gua sempit yang terawat milik Elizha.
"Aku akan mulai..." Bisik Gery di sela-sela kecupannya.
Elizha tak berkomentar... Ia hanya terlihat diam ketika cumbuan Gery terus memaksanya untuk hanya bisa menikmati. Gery pun kini mulai memegangi adik kecilnya dan memaksanya masuk.
"Sayang... tahan ya..." Gery memulai, ia memasukan adik kecilnya perlahan-lahan dan membuat Elizha bergelinjat ketika merasakan sebuah tekaanan di area intimnya.
"Nggghhh... Hentikan..." Lenguh Elizha terkesan manja.
"Aahhh... kita sudah berset-ubuh..." Desah Gery merintih. Ia seakan puas ketika memperlakukan Elizha secara lembut dan membuatnya menjadi begitu penurut.
"Nggghhh..." Elizha terus merintih seiring tekanan adik kecil Gery yang bsear dan tegang itu, Milik Gery keluar masuk dan membuat Elizha tak tahan.
"Hentikan..." Bisik Elizha tak kuasa, Elizha mulai meremas pundak Gery dengan kuku runcingnya dan membuat Gery makin tertantang untuk menekan miliknya lebih dalam. Jeritan Elizha kian menjadi ketika Gery terus melakukan gerakan tersebut, bahkan ritme iramanya makin cepat dan membuat Elizha menjerit tak karuan, ia meracau hebat hingga membuat Gery amat puas seakan melayang. Tambah lagi, ******* demi ******* yang di keluarkan Elizha membuat Gery makin bersemangat.
"Aku ingin lebih dalam lagi..." bisiknya seraya mengigit daun telinga Elizha. Elizha di buat lemas dan tak berdaya untuk yang ke dua kalinya oleh pria itu.
Elizha tak bisa memaafkan dirinya sendiri, Ini adalah kali ke tiganya ia melakukan adegan ranjangnya dengan pria yang telah menodainya. Elizha sungguh tak percaya, jika saat ini ia menerima pria itu, pria yang telah membuatnya terikat hanya dengan sebuah pernilahan sirih.
Hah! hah! hah!
Lenguhan dan napas menderu itu adalah sebuah bukti, bahwa di kamar tersebut... Sebuah gulat pengantin baru tengah berlangsung. Dengan perlawanan yang seimbang...
Di luar kamar pengantin...
Gabvin masih terduduk di sofa, lamunannya melambung tinggi ke adegan tersebut. Ia merinding jika membayangkan hal itu sedang terjadi saat ini dan di jam siang begini.
"Sial... dari pada aku pusing mikirin hal itu... Lebih baik, aku telpon Angel dan menyuruhnya datang kemari"Gumam Gabvin.
"Benarkah?" Senang Angel.
"Ya. Lekaslah datang... Ini perintah bosku" Tambah Gabvin.
"Baik... akan segera ke sana! Suruh tunggu ya" Balas Angel bahagia.
Gabvin pun mulai menyunginkan bibirnya "Ya. Cepatlah, bosku tak suka lama menanti katanya" Imbuh Gabvin di iringi senyum jahilnya.
"Baik... Pip!" Ponsel mulai mati, sorot mata Gabvin mulai mengarah ke koridor menuju kamar pribadi Gery.
Heh. Mampus loe bos... Habis serakah amat sih loe jadi orang, ini di mbat... Itu di embat... sekarang, terima batunya. Gumam Gabvin dalam hati. Seraya menghapus nama Angel di daptar panggilannya.
Gabvin menunggu kedatangan Angel... Lalu tak berselang lama... Angel pun tiba di kawal beberapa bodyguardnya "Yan... mana Ayangku?" Tanya Angel ke pelayan pribadi rumah itu. Kepala pelayan Yan tercengang dengan ke datangan Angel ke rumah itu "A-tuan, tuan sedang mandi di dalam..." Jelas Yan gugup, raut wajah Yan seketika pucat pasi.
"Wah. Dia pasti sengaja..." Angel mulai berjalan ke ruang tengah , namun ia sedikit terkejut ketika melihat ruangan itu begitu aneh di matanya "Lho. Kok ini aneh banget ya? ruangan ini di penuhi bunga, seakan ada sebuah pesta di sini" Komen Angel kebingungan.
Yan mulai menjawab kejanggalan yang di pikirkan Angel "I-ini adalah, ini adalah sebuah kejutan untuk menyambut anda nona..." jelas Yan gugup.
Seketika Angel terkejut dan senang "Benarkah? Wah So Sweet sekali... kalau begitu aku akan masuk kamar Ayangku sekarang ah..." Ucapnya Seraya lekas berlari ke kamar pribadi Gery.
Gabvin masih duduk di sofa ruangan itu,tapi karna Angel terlalu senang akan pesan Gery yang dikirim pada Gabvin. Ia jadi lupa menyapa Gabvin dan hanya pokus ke Gery yang ada di dalam sana.
Sambil bernyanyi ia melangkah riang menuju kamar pribadi Gery, padahal di dalam sana Gery sedang asik menikmati makan siangnya yang melelahkan hingga berkeringat basah bersama Elizha. Pelayan Yan mulai mengikuti Angel untuk menghentikan langkahnya. Tapi jelas telah terlambat... "Nona Angel! Nona Angel tunggu! Tuan sedang mandi sekarang..." Teriak Yan memperingatkan. Namun Angel tak menghiraukan teriakan Yan yang berlari mengikutinya itu.
Angel telah sampai lebih dulu dan membuka Handle pintu itu dan lekas mendorongnya.
Klek! "Pintu tak di kunci..." Ucapnya seraya bergegas masuk. Saat ia masuk ke dalam kamar itu, Angel seketika itu terbelalak dengan ke adaan kamar tersebut.
"Nona??!" Pekik Yan.
"Hah!!!" Teriak Angel menutup mulutnya.
"Bagus. Hehehe... rupanya karma masih berlaku..."
Yah... bersambung...