
Sepertinya itu tidak masuk akal. Dia sendiri masih merasa bahwa itu hanya mimpi.
Dan bos nya Tuan Richard Ferguson adalah pria yang dingin dan tidak punya hati . Dia membulatkan tekad nya dan menghubungi bos nya.
Dan seperti yang sudah di perkirakan olehnya suara berat itu bernada kasar dan marah itu menghardiknya.
" Apa maksudmu Amy Owen ? Pembunuhan ? Polisi ? Kau kan tahu bahwa sekarang adalah waktu yang sibuk dan aku kekurangan pegawai. Apa kau kira aku aku memberimu ijin ? "
Amy memotong kata kata bos nya. Dia berkata dengan jelas bahwa semua bukan kesalahanya.
"Apa maksud mu terlibat dengan polisi ? Apa yang kau lakukan ? Apa kau berniat merusak reputasi ku ?"
Amy menghela napas dengan kasar , sementara di ujung telepon sana Tuan Richard Ferguson masih berteriak teriak. Amy terus memberikan penjelasan pada nya.
Ryan membuka pintu ruang tamu dan ketika dia melihat Amy sedang menelpon dia berniat untuk keluar lagi. Tapi Amy menahan nya.
"Kumohon Ryan tetaplah di situ."
Keberadaan Ryan di situ mampu membuat Amy bertahan dari cacian dan makian bos nya nya .
Amy berkata
"Maaf Tuan tapi ini bukan kesalahan saya. "
Suara di ujung telepon sana makin marah.
"Kau di sana bersama siapa ? Bagaimana bisa terbunuh ? Huh !!! Rasanya ingin aku memecat mu. Karena dirimu nama baik perusahaan ku akan tercemar karena kau terlibat dengan polisi."
Amy akhirnya memberikan jawaban jawaban singkat tapi bernada mengalah. Setelah selesai di tutup nya telepon tersebut. Rasanya dia merasa lelah dan gemetaran.
"Maaf , tadi itu perusahaan tempat ku bekerja," katanya menjelaskan.
"Aku harus memberitahu mereka bahwa aku belum bisa pulang dulu karena masih harus berurusan dengan polisi."
"Ku harap mereka mengerti tentang ini. Bagaimana tanggapan tempat kerja mu. Perusahaan kertas bukan tempat mu bekerja Amy ? Ku harap bos mu mengerti."
"Ku rasa tidak. Dia tidak bisa di katakan seorang pria yang baik. Dia adalah pria yang tidak simpatik dan juga tidak berperasaan. "
"Aduh Amy sayang kasihan sekali kaubekwrja di sana ."
Raut wajah Ryan tampak cemas dan sedih. Rasanya dia sangat memikirkan Amy.
"Kurasa Amy sayang jika tempat mu bekerja sangat tidak menyenangkan. Akan lebih baik jika kau berhenti saja. Carilah pekerjaan yang lingkungan dan orang orang nya baik."
Bagaimana cara ku menjelaskan nya kepada Ryan pikirnya. Apa yang di ketahui oleh orang orang semacam Ryan tentang lapakan pekerjaan dan juga pekerjaan itu sendiri?
Tiba tiba perasaan nya menjadi sakit. Semua keluarga Cavendish Julia , William Ryan dan bahkan Graciela pun walaupun mereka adalah keluarga Cavendish, mereka tidak pernah bekerja keras selama hidup mereka. Apa lagi mencari pekerjaan dan setelah mendapat kan pekerjaan tersebut lebih sulit lagi untuk mempertahankannya kembali.
Mungkin Julia akan berkata bahwa Amy tidak perlu mencari pekerjaan. Mereka pasti bersedia memampunya dan juga bahwakn William pasti bersedia memberikan uang saku kepada nya. Kurasa bahkan Ryan pun akan bersedia mberikan uang saku juga padanya.
Tapi sesungguhnya Amy sudah bertekad bahwa dia tidak ingin menerima uang secara cuma cuma dari pada keluarganya yang kaya. Jika sesekali datang berkunjung dan meninkmati hidup mewah seperti Julia dia masih tidak masalah. Tapi dia sangat tidak ingin sekali menerima uang ataupun kehidupan mewah dari para saudara nya secara cuma cuma.
Mungkin itu juga yang membuat dia membatalkan keinginannya untuk membangun perusahaan sendiri dengan bantuan keuangan dari para ketabat nya dan memilih bekerja di perusahaan yang di bencinya.
Sejujurnya dia sama sekali tidak memiliki gambaran apa pun tentang pekerjaan nya . Ia tidak menyukai bosnya atau pun pekerjaan nya. Ia sangat benci ketika harus di bentak bentak setiap melakukan kesalahan kecil oleh bosnya. Ataupun teman kerja nya yang selalu memandang sebelah mata padanya.
Walau begitu dis berusaha bertahan dalam pekerjaan yang di bencinya itu. Karena dia merasa tidak yakin apakah bisa mendapatkan pekerjaan dan lingkungan pekerjaan yang dia sukai. Secara dia tidak memiliki cukup kemampuan.
Pemikiran Ryan yang berpikir bahwa Amy bisa dengan mudah mendapatkan apa pun pekerjaan yang dia sukai benar benar membuat nya jengkel.
Kenapa Ryan bisa hidup dengan mudah di dunia nya tanpa sedikit pun bersusah payah untuk hidup dalam kenyataan seperti ini.
Karena mereka semua adalah keluarga Cavendish. Mereka sudah kaya sejak lahir . Tidak perlu hidup susah susah. Sedang dia. Dia hanyalah seorang yang memiliki setengah darah dari Cavendish. Dia bukanlah anggota keluarga Cavendish yang sejati.
Seperti saat ini umpamanya dia tidak merasa dirinya adalah putri Cavendish. Dia merasa bahwa dia adalah putri ayah nya Robert Owen.
Ia teringat pada ayahnya Robert Owen pria paruh baya. Ayah nya memiliki sebuah usaha keluarga yang sudah di kerjakan beberapa tahun. Akan tetapi walau sudah berusaha tetap saja usaha ayahnya mengalami kemunduran, bukan karena ayahnya tidak pandai. Akan tetapi jaman sudah berubah. Segala sesuatu menjafi mudah dan ayahnya tidak sanggup mengikuti perubahan jaman itu.
Aneh nya seluruh kasih sayang Amy di berikan kepada ayah nya bukan ibunya yang seorang anggota keluarga Cavendish. Dulu setiap kali dia pulang dari kunjungannya ke Logdewood. Dia selalu memeluk ayahnya dan berkata bahwa dia senang karena dia sudah kembali ke rumah. Dia merasa jika berbuat begitu tentu bisa menyenangkan hati ayahnya.
Ibu Amy , Charlotte Cavendish meninggal dunia karena kanker ketika dia berumur lima belas tahun. Semenjak kecil Amy memang tidak terlalu dekat dengan ibunya. Dia jauh lebih dekat dengan ayahnya. Ibunya seorang yang baik dan juga lembut tai dia selalu me jaga jarak. Kadang Amy berpikir mungkin saja ibunya menyesal sudah menikah dengan ayahnya dan keluar dari keluarga Cavendish yang kaya.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya makin terlihat tua. Dan usahanya untuk memperbaiki keadaan usahanya juga tudak membuahkan hasil, sampai ketika dia meninggal karena kelelagan dan stress yang bertumpuk pada sast Amy berumur dua puluh tahun.
Sejak saat itu Amy tinggal dengan keluarga Cavendish. Menikmati hari hari yang memyenangkan sebagai salah seorang keluarga Cavendish. Tapi dia tidak mau tergantung pada mereka walau mereka keluarganya sendiri dan dia sangat menyayangi mereka semua , tapi untuk urusan keungan Amy ingin berusaha sendiri.
Kadang kala Amy merasa sebal juga dengan keluarga Cavendish, seperti saat ini. Dia merasa kesal karena mereka tidak tahu apa pun.
Ryan yang lembut sedang sedang memandang nya. Dia berkata
"Apakah aku sudah membuat mu kesal ?"
Julia muncul dari ujung ruangan. Seperti nya dia sedang mengiceh sendiri.