Akhir Pekan Berdarah

Akhir Pekan Berdarah
Bab 10


Maka ia mampu melindungi dirinya sendiri dengan berpikir. Bahwa sebenarnya dia lebih pandai dari pada mereka semua. Sering ia juga pura pura tidak mengerti. Padaha dia mengerti semuanya. Dan seringkali juga dia melambatkan pekerjaan nya , dan dia akan tersenyum ketika ada orang yang mengambil alih kerjaan nya.


Ia sering merasa senang karena merasa dia tahu lebih banyak dari orang. Dan dia tidak akan membiarkan orang lain tahu akan hal itu. Dan itu akan menjadi keuntungan baginya karena orang orang akan mengerjakan pekerjaan nya karena dia di anggap lambat dan bodoh.


Tapi Natasha merasa risau , karena mungkin saja hal itu tidak berlaku untuk keluarga Cavendish. Keluarga Cavendish jauh melampaui nya. Dia tidak pernah merasa bisa seimbang dengan mereka. Tapi ini semua dia lakukan demi Peter . Ya... Peter sangat menyukai keluarga Cavendish. Dan ini baik pula untuk kesehatan Peter ,setiap mereka pulang dari berakhir pekan di sana, keadaan Peter jauh lebih baik. Bahkan kejengkelan nya dan kemarahan tidak terlalu parah.


Bagi Natasha Peter merupakan seorang dokter yang luar biasa. Dia sangat baik dan perhatian kepada para pasien nya. Ia bekerja seharian hanya demin pasie pasien nya di rumah sakit. Juga riset obat obatan nya. Dia sungguh bangga pada Peter.


Sejak awal pertemuan mereka Natasha sudah sangat yakin bahwa Peter ada orang yang sangat hebat. Dia tidak serakah dan sombong. Dia dengan senang hati membantu para pasien nya walau kadang tidak ada imbalan sedikit pun untuk usahanya. Dan Peter telah memilik dirinya untuk bersanding dengan nya.


Natasha , seorang wanita yang tidak begitu cerdas, lambat dalam berpikir. Selalu ceroboh , kaku dan kikuk. Juga tidak cantik sama sekali. Padahal bisa saja dia menikahi wanita lain yang lebih pintar dan cantik dari pada dirinya. Tapi Peter tetap menginginkan nya. Dia berkata


"Aku akan menjaga dan mencintaimu selalu Natasha."


Nadanya ramah tapi tersengar sedikit memaksa.


"Tenang saja Natasha , aju pasti menjaga mu dengan baik."


Bagi Natasha seorang pria haruslah seperti Peter mampu melindungi istrinya. Dia sangat senang sekali ketika Peter mengajaknya menikah. Dengan senyum nya yang membujuk seperti anak kecil Perter berkata


"Tapi sayang kau akan mau mengikuti semua keinginan ku kan ."


Ya tentu saja Natasha bersedia. Dia selalu mengalah demi Peter tercintanya. Bahkan akhir akhir ini pun juga saat Peter selalu kesal dang menggerutu atau menunjukan raut wajah kesal dan jengkel pun Natasha dengan sabar menghadapi nya. Dia tidak Kan pernah menyalahkan Peter atau pun membalas semua perlakuan Peter padanya. Bagi Natasha Peter adalah malaikat dan dia sudah bekerja begitu keras untuk semua orang.


Tiba tiba pikirannya Natasha kembali pada daging ayam di hadapan nya.seharusnya dia segera membawa daging itu untuk di panaskan. Tapi Peter tidak muncul juga. Dengan sedih dia berpikir kenapa dia tidak pernah bisa mengambil keputusan yang tepat. Lagi lagi awan hitam muncul di pikiran nya.


Dengan sedih dia berpikir akhir pekan dengan keluarga Cavendish yang sangat mengerikan iru membuat kepalanya sakit. Dia tidak boleh sakit kepala Peter selalu membenci nya jika dia sakit kepala. Peter tidak pernah mau memberikan nya obat padahal dia seorang dokter. Diaa ingat Peter selalu berkata padanya


"Jangan pikir kan hal itu. Kau harus membuat pikiran negatif mu jauh jauh. Bersantai dan bersenang senanglah. Nanti sakitnya akan mereda."


Daging daging daging kata kata itu terung berputar di kepalanya. Membuat nya menjadi tambah sakin kepala , rasanya seperti di pukul palu terus menerus. Tiba tiba tanpa terasa air matanya menetes , dalam hati dia merutuki dirinya.


Rudy menatap ibunya dengan bingung dan berkata dalam hatinya


"Kenapa kita tidak makan saja sekarang. Papa sampai sekarang belum muncul juga."


Tapi akhirnya dengan hati hati dia hanya berkata


"Aku dan Thomas Lewis akan mengadakan ekspedisi kecil kecilan. Kami akan pergi dengan ayahnya Thoman. Dia sangat pandai sekali."


"Pasti akan sangat menyenangkan sekali."


Aku harus bergegas . Masih ada waktu jika aku memanggil John sekarang dan memintanya membawa daging paha ayam itu untuk di panaskan kembali di dapur.


"Kan aku sudah memberitahukan kepada mama."


Walaupun begitu dia juga memendam kekecewaan besar kepada kedua orang tua nya terutama ibunya. Harusnya ibu nya tahu tentang fosil dan ekspedisi. Ayahnya selalu saja marah , kesal dan tidak sabaran. Sedangkan ibu nya pendiam dan tidak pernah mengerti apa pun. Dan adiknya Lilian hanya seorang gadis kecil yang selalu cengeng dan suka merengut.


Tiba tiba bunyi pintu terbuka. Itu adalah pintu ruang periksa Peter. Natasha segera terbangun dari lamunan nya. Peter berlari lari kecil menaiki tangga ke ruang makan. Di bukannya pintu dan muncullah dia Peter. Entah apa yang terjadi tapi tampaknya dia merasa sangat bahagia.


Peter segera menarik kursi dan duduk sambil me gambil pisau dan memotong dagingnya. Dia berkata


"Untunglah aemua sudah selalu. Aku sangat benci kepada orang orang sakit itu."


"Peter jangan berkata begitu bagaimana kalau ada yang mendengar nya."


"Bukan seperti itu maksudku Natasha ." Kata Peter sambil terus memasukan potongan daging ayam itu ke mulutnya.


"Maksud ku dia akan menjadi damai dan tenang jika tidak ada orang sakit


"Pap mu hanya bercanda Rudy sayang. Tak perlu kau pikirkan "


Padahal Rudy tidak peduli . Dia tak berminat pada apapun yang di bicarakan ayahnya tentang rumah sakit , obat ataupun pasiennya.


"Sepertinya tidak Ma ."


"Kalau orang benci orang sakit , mereka tidak akan pernah menjadi dokter sayang."


Peter Hamilton melanjutkan lagi kata-kata nya


"Justru itulah masalahnya nya . Tidak ada seorang dokter pun yang suka pada penyakit. Natasha kenapa daging ini dingin sekali tidakkah kau memanaskan nya dahulu."


"Maaf aku pikir kau akan segera muncul."


Dengan rasa jengkel dan kesal Peter Hamilton membanting pisau yang di pegang nya ke meja makan. Dia segera memanggil John. John langsung muncul. Dia memang seorang kepala pelayan jempolan.


"Bawa ini ke dapur dan minta koki untuk segera memanaskannya."


"Baik tuan"


John segera berlalu dari ruang makan sambil membawa sepiring daging paha ayam itu.


Dengan nada sedih Natasha berkata lagi


"Maafkan aku sayang. Semua karena diriku. Aku kira kau akan langsung datang , kemudia ku pikir untuk segera meminta John untuk membawa daging itu. Tapi ku pikir kau akan segera datang. "