
Eloise Hope mendekat ke rumah peristirahatan keluarga Cavendish. Dia terkejut tapi kemudian menjadi kesal. Bagaimana mungkin dia tidak kesal. Dia sudah berdandan dengan cantik dan berjalan kaki cukup jauh untuk menerima undangan makan siang dari keluarga Cavendish. Tapi bukan nya makan siang yang di dapatkan malah tontonan murahan seperti ini.
Yang terpampang di hadapannya ini adalah sebuah drama pembunuhan. Di teras di luar rumah peristirahatan di atur sebuah tubuh . Bahkan ada cat merah yang di atur sedemikian rupa yang menetes dari undakan tangga.
Tubuh yang di jadikan korban pembunuhan adalah seorang lelaki yang menarik berambut pirang , bertubuh tinggi. Lalu di samping nya berdiri seorang wanita kurus , dia memegang sebuah pistol.
Kemudian di dekat sana ada sepasang suami istri Cavendish. Lalu seorang wanita muda kurus berambut merah yang cukup cantik. Seorang pria jangkung berambut coklat. Di paling belakang ada seorang wanita berambut pirang sedang membawa bunga bunga di tangan nya dan seorang pria muda dengan wajah kesal.
Lalu yang terakhir seorang wanita membawa sekeranjang strawberry . Air mukanya sangat aneh . Eloise merasa penasaran.
Dengan kesal dia berpikir
"Apa yang harus kulakukan ? Apakah aku harus mengikuti permainan konyol ini?"
Nyonya Julia Cavendish mendekati tubuh yang sudah terkapar itu. Morris pun juga mendekat ke sana di ikuti oleh Eloise. Semakin mendekat semakin membuat Eloise tersadar bahwa drama yang tadi di kiranya ternyata adalah pembunuhan yang sungguh sungguh terjadi. Cat merah semula yang di kiranya ternyata adalah darah.
Eloise mengalihkan pandangannya kepada wanita yang memegang pistol tadi. Air muka nya seperti linglung .
"Apakah ketika dia menembak emosi nya sudah terkuras semua ? Tidak ada tangisan atau teriakan yang ada hanya kehampaan di wajah nya." Pikir Eloise.
Dengan cepat dia melihat pria yang terkapar itu. Ternyata pria itu masih hidup tapi sudah sekarat. Matanya masih terbuka dan dia berusaha mengucapkan sesuatu.
Peter Hamilton membuka mulutnya dengan susah payah dia berkata
"Graciela ...... tolong... "
Setelah mengucapkan dua kata tersebut. Matanya tertutup dan napasnya perlahan lahan menghilang dari dunia ini.
Eloise Hope mendekat , berlutut dan memeriksa tubuh Peter. Dia berkata
"Dia sudah meninggal. "
Terdengar samar samar suara napas yang tercekat. Beberapa orang bereaksi, reaksi kecil yang selalu di perhatikan oleh Eloise. Ya reaksi yang menarik minat nya.
Nyonya Julia Cavendish mundur beberapa langkah dan hampir saja tersandung dengan cepat Morris menahan agar sang nyonya tidak jatuh.
Julia berkata
"Terima kasih Morris. "
Sementara sang suami William Cavendish meletakkan senapan yang di gendong nya. Dia mendekat ke arah Natasha. Dia mengguncang bahu wanita itu . Dengan ragu dia berkata
"Natasha..."
Mendengar namanya dipanggil membuat wanita itu tersadar kembali. Dia mendongak ke arah William , matanya melihat ke sekelilingnya. Dia berkata
"Peter dia apa dia meninggal . Peter sudah meninggal ."
Wanita cantik berambut merah mendekat ke arah Natasha . Dengan lembut tapi tegas dia berkata
"Cepat berikan padaku Natasha."
Dengan cepat di rebut nya pistol tersebut dari tangan Natasha Hamilton . Bahkan sebelum Eloise bisa mencegahnya. Dia berteriak
"Seharusnya anda tidak melakukan itu nona. "
Wanita berambut merah itu terkejut dengan kehafiran Eloise dan tanpa sengaja pistol tersebut jatuh di dalam kolam ikan.
Dengan kaget dia berteriak
"Aduh. " dia menoleh pada Eloise Hope. " Anda membuat saya terkejut. Saya tidak sengaja menjatuhkan nya ke kolam ikan. Maafkan saya. " dengan penuh penyesalan Graciela berkata.
Dengan penuh minat di tatap nya kedua bola mata hitam milik Graciela West. Mata hitam itu membalas nya. Dalam hati Eloise berkata
"Rasanya aku melihat kesengajaan dalam tindakan nya tadi."
Akhirnya dia berkata
"Sebaiknya kita memanggil pihak berwajib. Dan sampai mereka tiba lebih baik segala sesuatu di biarkan saja."
Dengan nada muram Julia Cavendish berkata
Suami nya William Cavendish berkata dengan nada tenang.
"Itu memang sudah seharusnya Julia sayang. "
Lalu Natasha membuka suara bya. Dia berkata
"Peter sudah meninggal. Dia meninggal. "
Julia Cavendish mendekati Natasha dan berkata
"Natasha sayang lebih baik kau kembali ke kamar mu dan beristirahatlah. "
Dengan cekatan Graciela membantu Natasha dan membawa nya masuk ke dalam.
Julia berkata kepada suami nya
"Sebaiknya kau di sini William sayang. Kau dan nona Hope menunggu di sini sampai polisi tiba. "
"Tentu ."
William Cavendish berkata pada Morris
"Segera hubungi polisi Morris dan katakan semuanya. Minta juga untuk menghubungi ambulance."
Morris menganggukkan kepalanya dan berkata
"Baik tuan."
Dengan wajah sedikit pucat Morris tetap melakukan tugasnya dengan sempurna. Dia segera mengikuti kedua wanita yang sudah duluan berjalan menuju rumah.
Dengan ramah Eloise Hope bertanya
"Tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi. "
Julia berkata
"Saya sana sekali tidak tahu apa apa. Saya sedang berada di padang bunga saat terdengar suara tembakan. Tadi nya kukira itu adalah suara tembakan mu sayang atau Ryan. Aku tahu kalian berdua pergi berburu. Jadi tidak terlalu ku pikirkan suara tembakan itu. Lalu setelah selesai memetik bunga aku melalui jalan setapak dan melewati rumah peristirahatan ini. Ku lihat Peter sudah terkapar di dekat teras rumah dan Natasha memegang pistol di tangannya. Aku melihat kau dan Ryan berjalan mendekat dari arah hutan. Sedang Graciela muncul dari sebelah nya."
Eloise diam. Dia berkata
"Bagaimana dengan anda Tuan Cavendish?"
William Cavendish berbicara suaranya agak setak.
"Yah tidak jauh berbeda dari istri ku. Aku memang sedang berburu bersama Ryan. Aku tidak mendengar suara tembakan karena kami sendiri sedang sibuk berburu. Lalu kami kembali ke sini melalui arah hutan. Dan selanjutnya sama seperti kata kata istri ku."
Eloise berdeham
"Kalau boleh tahu siapa itu Peter dan Natasha ?"
Julia berkata
"Oh iya , maaf aku belum memperkenalkan semua. Peter dan Natasha Hamilton adalah tamu kami yang menginap di sini. Yang terkapar itu adalah Peter Hamilton suami Natasha Hamilton. Dan yang tadi memegang pistol itu adalah istri nya Natasha Hamilton."
"Dan wanita tadi yang mengantarkan Mrs Hamilton ?"
"Ah itu adalah sepupunya saya namanya Graciela West. Dia juga menginap di sini."
Pria yang di belakang Mrs Cavendish bergerak sedikit.
"Ini juga salah seorang sepupu saya Miss Hope. Perkenalkan Ryan Cavendish , dia juga menginap di sini. Dan di sebelah nya Miss Owen , Amy Owen."
Eloise Hope menganggukkan kepalanya. Dia tersenyum sedikit. Sementara itu Amy Owen berusaha mati matian menguasai rasa ingin tahu nya yang besar tentang wanita cantik ini.
William berkata kepada istrinya.
"Julia sayang sebaiknya kau dan Amy serta Ryan segera kembali ke rumah. Biar aku dan Miss Hope yang menunggu di sini."