Akhir Pekan Berdarah

Akhir Pekan Berdarah
Bab 13


Graciela jalan mengikuti Julia begitu juga dengan Amy. Mereka bercakap cakap dengan senang.


Amy berkata


"Kau tahu Graciela tadi pagi Julia langsung masuk ke kamar ku danberkata yang tidak jelas. Dan itu masih jam lima kurang."


"Pasti sangat menyebalkan sekali. "


"Benar tapi dia juga berkata aku boleh berbuat sesukanya di sini."


Graciela berpikir sebentar dan tersenyum.


"Pasti itu tentang majikan mu ."


Amy menganggukkan kepalanya


"Betul sekali. Setiap hari aku harus berhadapan dengan para pelanggan majikanku. Harus bermuka manis ,tersenyum dan juga menerima kemarahan mereka kadang. Aku jg harus mengambil pesanan mereka , kalau mereka tidak suka dengan warna yang satu aku harus mengambil lagi yang satu nya. Kadang kadang jujur aku selalu mengutuk mereka dalam hati. Kau mengerti maksudku kan?"


"Tentu saja. Sangat sulit untuk mengikuti kemauan orang lain. Tapi bukankah lebih baik kalau kau berhenti saja dari pekerjaan itu sayang?"


Amy mendesah


"Lupakan saja soal itu Graciela. Yang jelas karena Julia sudah mengijinkan ku maka aku akan bersikap kasar kepada para tamu."


"Siapa saja yang akan datang berakhir pekan di sini ?"


Amy menjawab


"Pasangan suami istri Hamilton akan datang sebentar lagi. Dan Ryan baru saja tiba dengan kereta."


"Oo Ryan kah. Ini akan sangat menyenangkan. Karena sudah cukup lama kami tidak bertemu."


"Lalu kemudian Shawn Cavendish katanya Julia juga akan datang. Dan menurut Julia kau pasti bisa menjinakkan nya."


Mata Graciela membulat karena terkejut. Dia berkata.


"Aku rasa itu tidak mungkin . Aku sangat tidak suka ikut campur pada urusan orang lain. Apa lagi menjinakkan seseorang. Apakah Julia berpikir Shawn itu seekor kuda yang harus di jinakkan. Apa sebenarnya yang di inginkan Julia ? "


Dengan nada pelan Amy berkata


"Itu saja."


Graciela menghela napas nya dengan kasar.


"Lalu ?"


"Kata Julia juga kita harus bersikap baik kepada Natasha."


Dengan sedikit senyum yang seperti mengejek. Graciela berkata


"Seandainya aku jadi Natasha pasti aku sangat membenci Julia."


"Kemudian Julia juga mengundang seseorang. Katanya teman satu profesi dengan William. Dia akan datang untuk makan siang besok."


"Memangnya kita akan melakukan permainan kejahatan.?"


"Mungkin tidak."


Amy mendengar seseorang memanggil mereka.


Dengan lembut Amy berkata


"Itu Ryan. Dia memanggil kita rupanya."


"Ryan tersayang. " pikir Graciela. Ryan Cavendish pria muda yang bertubuh tinggi dan kurus. Senyum nya mengembang ketika dia menghampiri kedua wanita muda tersebut.


"Hai Graciela apa kabar mu ? Terakhir kita bertemu mungkin dua tahun yang lalu."


"Hai Ryan."


Senyum Ryan selalu menawan. Lembut dengan mata penuh simpatik. Tubuh nya yang atlentis pun cukup menawan sebenarnya. ApalGi jika dia tersenyum kadang membuat Graciela menyukai nya. Graciela merasa terkejut karena sudah lama sekali dia melupakan rasa sayang yang teramat dalam pada Ryan.


Mereka semua masuk dan makan siang dengan nikmat. Julia sudah mempersiapkan sandwich dan roti lapis serta kue kue yang enak. Selesai makan siang Ryan berkata


"Maukah kau jalsn jalan dengaku Graciela?"


Mereka berdua menuju pintu belakang dan keluar dari sana menuju jalan setapak yang sudah di buat oleh William. Jalan itu mendaki terus naik dan naik. Melewati ladang bunga dan pepohonan.


"Seperti di Logdewood. " pikir Graciela. Rasanya sangat menyenangkan dulu berada di Logdewood. Lalu ketika sampai mereka bercakap cakap banyak hal terutama tentang Logdewood. Mereka membicarakan kenangan kenangan lama waktu berada di Logdewood. Graciela tertawa.


"Ingatkah kau pada kucing yang pernah kau selamatkan itu?"


"Benar. Siapa ya dulu namanya?"


"Queen Lucy."


"Iya betul itu namanya. "


"Lalu pelayan tua Mrs Jenk selalu berkata bahwa kucing itu selalu memecahkan jendela. "


"Tapi kita tidak pernah percaya bahwakucibg itu bisa memecahkan jendela. "


"Benar. Tapi ternyata kaca jendela pecah juga dan kucing itu terluka. Akibatnya Mrs Jenjs marah sekali pada kita."


"Aku yakin kalu itu adalah perintah Mrs Jenk." Kata Graciela penuh senyum.


Kemudian dia melanjutkannya


"Ryan apakah Logdewood masih sama seperti dulu ? Atau sudah berubah ?"


"Bagaimana jika kau mengunjungi Logdewood sekali kali? Aku rasa sudah bertahun tahun kau tidak pernah ke sana lagi."


"Memang sudah lama sekali aku tidak pernah ke sana ."


Graciela berpikir kenapa dia tidak pernah lagi pergi ke Logdewood ? Apakah dia sudah tidak berminat atau dia terlalu sibuk.


"Datanglah ke sana Graciela . Kau tahu pasti kau selalu di terima di sana. "Ryan berkata dengan lembut.


"Kau sangat baik sekali Ryan."


Lalu Ryan berkata


"Aku sangat senang kau masih mengingat Logdewood. "


Sambil menatap ke langit Graciela berkata


"Sungguh Logdewood adalah tempat yang paling nyaman bagiku."


Ingatan nya beralih ke masa lalu. Masa ketika dia masih seorang gadih. Gadis berambut merah panjang dan bergelombang. Seorang gadis yang sangat berbahagia menikmati alam benas bunga bunga dan pepohonan.


"Alangkah menyenangkan bila kita bisa kembali ke waktu itu. "Pikir Graciela.


Tiba tiba saja dia berkata


"Apakah pohon sakura masih ada ?"


Dengan sedih Ryan berkata


"Pohon sakura sudah mati katena penyakit. Dia tidak bertahan tahun lalu. "


"Sayang sekali. Padahal kalau musim semi bunga bunga bermekaran dengan indah."


"Benar. Ingatkah kau kalau kau suka menggambar pohon sakura dahulu."


"Tentu saja."


Senyum mengembang lagi di wajah Graciela. Dia berkata


"Aku dulu suka sekali menggambar nya di mana mana. Tembok ,buku sekolah , bahkan pada buku novel di ruang perpustakaan. Aku masih ingat dengan gambarnya. "


Lalu dia mulai mencoret coret di sebuah buku catatan. Dan dia tertawa .


"Ya itu memang pohon sakura yang biasa kau gambar. "


Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali dan duduk di sebuah bangku yang di siapkan khusus oleh keluarga Cavendish untuk para tamunya yang senang berjalan jalan.


Sambil memandang pemandangan di depan nya Graciela berkata


"Rasanya di sini mirip Logdewood. Tidajk terlalu tapi tempat ini juga tenang dan indah. Mungkin itulah alasan Julia dan William membeli tempat ini."


"Mungkin saja."


"Tidak ada yang bisa menebak apa yang di pikirkan oleh Julia kerika dia memutuskan membeli tempat ini. Apa yang sekarang kau kerjakan Ryan?"


"Tidak ada."


"Kelihatannya menenangkan sekali."


Dengan sedikit senyum Ryan berkata


"Kau tentu tahu sejak dulu aku tak pernah pandai dalam melakukan sesuatu. "


De gan cepat Graciela menoleh padanya. Dia merasa nada suara Ryan agak berbeda. Dan sekali lagi Graciela berpikir


"Ryan tersayang."


"Mungkin itu keputusan yang tepat."


"Tepat ?"


"Ya untuk tidak berbuat apa apa."


""Ada apa dengan mu Graciela . Rasanya kau tak mu gkin mengatakan ini. Kau yang pali sukses kan."