
Julia Cavendish memandang suami nya sebelum kembali ke rumah. Dia bergumam
"Semoga Natasha sedang beristirahat. Saya bingung apakah yang saya lakukan sudah sesuai. Tentu anda mengerti apa maksud saya. Apa kah kata kata itu sudah tepat kepada seorang wanita yang baru saja membunuh suaminya sendiri."
Ia terdiam sesaat kemudian dia pergi menuju rumah. Amy mengikutinya dan kemudian di susul oleh Ryan yang berjalan paling belakang.
Sedang di tempat kejadian sekarang hanya ada Eloise dan tuan rumah nya William Cavendish. Dengan susah payah William berbicara.
"Jujur saja Hamilton sebenarnya adalah orang yang luar biasa. "
Eloise memandang sekilas pada tubuh yang sudah terbujur kaku itu. Dengan penuh minat dia berkata pada William
"Hal hal seperti ini memang tidak bisa di hindari."
"Hope saya rasa anda lebih bisa menyelesaikan perkara ini dari pada saya tentunya."
Eloise berkata
"Kita akan menunggu polisi tiba baru membicarakan tentang masalah ini kembali. "
Sambil berkata seperti itu dia menatap kolam ikan tempat pistol itu di jatuhkan dengan tidak sengaja. Atau sengaja pikir Eloise.
Sambil mendesah Eloise melanjutkan
"Sayangnya barang bukti satu satunya mungkin sudah rusak. "
Lalu tiba tiba William merasa dingin dia mengajak Eloise untuk masuk ke rumah peristirahatan. Eloise yang juga merasa dingin mengikuti nya ke dalam.
Rumah peristirahat itu berbentk persegi panjang. Perabotan nya juga terkesan mewah , terdapat sofa sofa empuk dan meja. Lalu permadani dan perapian dan sebuah meja panjang yang terdapat banyak gelas gelas kristal. Di sudut ada 2 buah lemari kaca penuh dengan botol botol minuman.
Mereka duduk di sofa. William Cavendish berkata
"Sebenarnya aku ibgin menawarkan kau minuman. Tapi sebaiknya kita tunggu polisi datang dulu. "
Eloise menganggukkan kepalanya.
Keduanya hanya duduk diam saja. Mereka berdua sama sama merasa sulit untuk berbicara karena berada dalam keadaan tegang. Dalam diam Eloise memandang berkeliling rumah peristirahatan tersebut.
Dia melihat beberapa keganjilan seperti sebuah manter bulu berwarna pink yang ada di kursi meja panjang itu. Dia merasa sangsi bahwa mantel itu milik nyonya rumah nya. Rasanya ada yang aneh. Manteitu memberi kesan sombong yang menyebalkan. Milik siapa ?
William berkata
"Kau merokok Eloise ? "
Eloise menjawab
"Ya."
Saat itu hidung nya mencium wangi parfum yang mahal. Dan menurut dia orang orang yang berada di The Blossom tidak cocok dengan mantel bulu ataupun parfum ini.
Lalu mata nya melihat pada sekotak lilin yang jatuh di bawah meja. Hal ini membuat nya merasa aneh sekali.
*********
Waktu menunjukan pukul tiga sore. Julia Cavendish berada di ruang tamu bersama dengan Amy dan Ryan. Sedang William Cavendish bersama dengan Eloise berada di ruang kerja milik William. Dari balik pintu terdengar samar samar gumam antar William , Eloise dan Inspektur Larkspur.
"Amy sayang kurasa sebaiknya kita menyiapkan makan siang saja. Toh kita memang sudah mengundang Miss Hope untuk makan siang. Dan ku yakin juga pasti dia sudah lapar. Tidak akan ada orang yang mengatakan kita tidak berperikemanusiaan bukan? Dan kurasa kematian Peter Hamilton tidak akan membuat dia khawatir , tidak seperti kita. Dan juga kurasa perut kita harus di isi tidak mungkin kita meratapi orang yang sudah meninggal bukan . Kau juga lapar kan Ryan ?"
Ryan Cavendish berkata
"Aku tidak masalah Julia sayang."
"Kau menang sangat baik sekali Ryan. Tapi di rumah ini masih ada Shawn dan kurasa dia juga pasti lapar. Oh iya ngomong ngomong di mana dia ?"
Amy menjawab
"Shawn pergi ke kamarnya. "
"Apa dia terguncang? Maksud ku terganggu dengan kehadiran polisi. Tapi kurasa dia sudah melakukan hal yang benar dengan pergi ke kamar nya. Pasti akan sangat serba salah seperti kita ketika menyaksikan Peter terbunuh. Untung lah siang ini kita akan makan daging domba. Aku sudah meminta Morris memanaskan nya . Lalu bagaimana dengan makanan Natasha ? Apakah sebaiknya di antar atau menyuruh nya turun?"
Melihat sikap Julia Amy berpikir
"Julia mungkin adalah orang yang paling manusiawi . Dia hanya mengungkapkan pertimbangan pertimbangan yang memang benar. Dia sendiri juga lapar karena sudah jauh melewati makan siang. Pasti semua orang merasa serba salah dan bingung bagaimana bersikap pada Natasha. Dia juga sama bingung nya baru kemaren dia ingat Julia mengatakan bahwa Natasha adalah wanita yang malang. Sekarang keadaan bahkan lebih parah lagi. Mungkin saja dia nanti akan di gantung atas tuduhan pembunuhan Peter Hamilton. Walaupun dia sendiri tidak melihat tapi jekas Natasha yang memegang pistol itu di tanganya."
Matanya beralih ke Ryan , dia yakin hal hal yang terjadi pada Peter tidak akan mungkin terjadi pada Ryan. Dia menyukai Ryan sudah lama mungkin. Tapi dia sadar bahwa Ryan menyukai Graciela. Jadi dia sudah cukup puas hanya memandang nya saja Ryan yang baik dan lembut.
Morris masuk ke ruang tamu dan berkata
"Nyonya semua sudah saya hidangkan di ruang makan. Ada sandwich dan roti lapis serta kue dan roti . Teh dan kopi juga sudah siap."
Julia bangkit dan berkata
"Morris tolong kau bawakn beberapa sandwich dan juga teh ke kamar Natasha."
"Baik nyonya."
Setelah Morris undur diri dan kembali ke dapur. Julia berkata
"Morris bebar benar seorang kepala pelayang yang handal. Tidak bisa kubayangkan kalau dia tidak ada. Apa jadi ya dengan makan siang ini."
Tiba tiba tanpa sadar Amy menangis. Julia mendekati nya dan memeluk nya. Dia berkata
"Kasihan kau Amy sayang. Kejadian itu pasti membuat mu sangat terguncang."
Ryan mendekat dan duduk di sebelah Amy. Amy membenamkan wajah ke dada Ryan. Sambil mengelus kepala Amy Ryan berkata
"Ini memang sangat mengejutkan sekali. Biar ku ambilkan brendi untuk mu. "
"Ada di ruang makan dalam lemari kaca."
Tiba tiba Graciela masuk ke dalam ruang tamu. Keadaan tiba tiba menjadi tegang. Tangisan Amy berhenti. Sedang Ryan tiba tiba menjadi tegang. Amy merasa sulit melihat wajah sepupunya. Bagaimana perasaan Graciela ? Pikir Amy.
Graciela masuk , wajah nya agak merah. Julia berkata
"Oh Graciela sayang , sekarang Miss Hope sedang bersama dengan William serta Inspektur Larkspur di ruang kerja. Bagaimana keadaan Natasha ? Apakah kau sudah memberikan dua teh atau kopi ? Atau brendi ? Atau aspirin ?"
"Dia sudah kuberi segelas brendi. "
"Kau memang pandai sekali sayang. Tentu saja itu adalah yang paling tepat untuk saat ini. Polisi akan datang dan menginterogasi Natasha. Ada baiknya kita menyiapkan pengacara untuknya. Kau tahu kan orang orang yang mengalami shock karena membunuh suami nya sendiri. "