
Karen Clark berhenti dan menoleh pada Peter Hamilton di samping nya. Lalu ia tersenyum. Senyum yang memikat dan membuat para laki laki bertekuk lutut.
"Menurut mu bagaimana Peter."
Peter diam sejenak. Dia memikirkan perpisahan dengan Karen Clark lima belas tahun yang lalu. Walau sudah berlalu begitu lama tapi ternyata bayangan wanita itu masih menghantui nya. Laut biru . Pasir putih. Matahari yang bersinar terang. Cuaca musim panas di St Luis yang dia rindukan. Semua itu sudah berusaha di lupakan dan di kubur dalam dalam. Namun hari ini , malam ini semua menguak keluar ketika dia melihat Karen Clark tadi.
Lima belas tahun yang lalu dia hanyalah seorang pemuda yang di butakan oleh cinta. Dan karena cinta itulah dia tersiksa lahir dan batin. Namun malam ini ketika dihadapkan kembali dengan masa lalu. Dia tidak akan melarikan diri lagi seperti dulu.
******
Waktu sudah menunjukan pukul empat pagi ketika Peter Hamilton keluar dari hutan melewati leteng lereng bukit padang bunga. Bulan bersinar terang memudahkan dirinya untuk sampai ke rumah. Ia menarik napas dalam dalam. Sekarang ia adalah seorang pria matang. Berpikir logis dan juga sanggup menguasai dirinya.
Ia merasa beban berat yang di pikul nya selama ini sudah hilang. Dia sudah bebas. Ia sudah menjadi Peter Hamilton. Seorang dokter spesialis terkenal dan bagi dirinya sekarang seorang wanita seperti Karen Clark tidak berarti apa pun juga.
Karen Clark adalah masa lalu nya. Masa yang sudah lama sekali dia lupakan. Dulu dia merasa terhimpit batu besar mungkin bayangan diri nya yang kabur dari Karen membuat beban berat di hati nya. Dan malam tadi ketika Karen datang entah mengapa dia merasa bahwa beban nya akan hilang.
Dan kini dia yakin dia telah bebas dari bayangan bernama Karen Clark. Dan kini masa depan akan menyongsong nya. Masa depan bersama Natasha dan kedua anaknya. Bagaimana pikiran Natasha dan Graciela tadi melihat dia pergi bersama Karen.
Dia bersama dengan Karen empat jam lama nya. Wanita itu seperti perampok yang datang begitu saja dan pergi dengan barang curian nya. Yaitu dia Peter Hamilton adalah bqrang curian itu. Dia penasaran bagaimana tanggapan yang lain tentang hal ini.
Natasha dia tidak ingin kehilangan dirinya. Istrinya yang walaupun tidak cantik tapi menuruti semua keinginannya. Dia tidak ingin kehilangan ketenangan nya selama ini. Bagi dia tidak sulit menjelaskan pada Graciela. Tapi bagaimana cara menjelaskan pada Natasha.
Semoga Natasha tidak berpikiran yang aneh aneh pikir nya. Sebenarnya dia berapa lama memgenal Natasha. Dia juga tidak yakin. Selama ini Natasha akan selalu mempercayai apa pun kata katanya. Tapi ketika dia tadi pergi mengikuti Karen bagaimana raut wajah nya dan apa yang di pikirkan Natasha. Dia ingin tahu.
Apakah wajah nya seperti seorang pria yang di mabuk cinta ?Ataukah hanya sekedar sopan santun. Ia tidak tahu bagaimana raut wajah nya sendiri. Tapi entah mengapa sekarang dia merasa takut. Perasaan takut itu tiba tiba saja datang.
Sekarang dia yakin pasti para penghuni rumah sudah tidur. Pintu ruang depan terbuka seperti yang di biarkan oleh William Cavendish. Rasanya dia mendengar sesuatu samar samar. Dia takut kalau ada yang mengikuti nya tadi ke tempat Karen. Dia mendengarkan dengan seksama sepertinya orang tersebut masuk melalu pintu belakang dapur.
Dia memperhatikan setiap jendela kamar. Mencari cari cahaya lampu atau suara tirai yang di buka. Kamar Graciela dia yakin sekali. Graciela kekasih hati nya. Dia tidak ingin kehilangan Graciela. Dia tidak boleh kehilangan dirinya.
Rasanya ingin di ambilnya beberapa batu kecil dan melemparkan nya ke jendela kamar Graciela. Ingin sekali di curahkan nya isi hatinya semua. Termasuk kita mereka membicarakan tentang dirinya. Tentang Peter Hamilton yang seperti melarikan diri. Memang benar dia telah melarikan diri. Melarikan diri dari belenggu rantai cinta yang bernama Karen Clark. Namun hari ini. Hari ini akhirnya dia bebas.
Tiba tiba dia merutuki kebodohan dan kegilaan nya. Apa yang akan di pikirkan Natasha nanti jika dia baru akan kembali pagi. Dan juga keluarga Cavendish apa yang akan mereka pikirkan tentang dirinya.
Tapi tentu saja dia tidak begitu memusibgkan pemikiran keluarga Cavendish. Karena bagi mereka yang berlaku adalah peraturan Julia Cavendish dan bagi Julia apa pun yang tidak biasa bagi orang normal. Bagi dia masuk akal dan menyenangkan.
Sekarang dia hanya harus memikirkan satu orang. Natasha. Natasha bukan lah seorang Cavendish. Dia berpikiran berbeda dari mereka semua. Ia harus secepatnya bertemu dengan Natasha dan menjelaskan masalah ini.
Mungkin saja itu adalah Natasha yang mengikuti dia semalam dari belakang. Dia tidak bisa begitu yakin tentang hal itu. Setelah cukup lama dia berpikir sepertinya dia tidak tahu banyak tentang Natasha. Pikiran nya masih sibuk berputar seandainya Natasha tahu .....
Dengan cepat di tepiskan nya pikiran tersebut. Natasha tidak cukup pintar untuk tahu apalahi menduga hal ini. Dia tentu tidak akan tahu. Sekarang Natasha pasti sudah tertidur lelap dan berada di alam mimpi.
Ia masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu itu kembali. Dia mematikan lampu yang di biarkan menyala. Kemudian naik tangga dan mematikan lampu lorong. Kemudian di putar gagang pintu kamarnya sendiri. Dan ia pun masuk ke dalam kamarnya.
Ia bisa mendengar suara napas halus Natasha yang sedang tertidur. Natasha terbangun ketika mendengar Peter membuka pintu. Natasha berkata
"Peter ?"
"Ya."
"Jam berapa sekarang Peter?"
"Aku tidak tahu. Maaf sudah membuat mu terbangun. Aku terpaksa harus masuk dan minum minum dengan dia." Peter menyahut dengan nada mengantuk.
"Baiklah . Selamat tidur Peter."
Natasha dengan cepat berbaring lagi di kasurnya.
Dia merasa dirinya cukup beruntung. Natasha tidak curiga sedikit pun. Dia aman. Tapi sampai kapan keberuntungan nya akan bisa bertahan. Suatu hari nanti keberuntungan nya pasti habis.
Dengan cepat ia berganti pakaian dan naik ke tempat tidurnya. Ia teringat dengan ramalan putri nya Lilian. Putri nya berkata bahwa yang di atasnya itu yang menguasainya. Ya Karena memang menguadai nya. Tapi itu dulu sekarang tidak lagi. Seksrang dia sudah bebas menjadi dirinya sendiri. Menjadi Peter Hamilton.