Salah Meminang

Salah Meminang
Part 86


"Mas aku pulang ya, asi aku penuh," ujarnya seraya membereskan kekacauan yang baru saja terjadi. Suaminya itu luar biasa sekali ya bahkan di kantor pun oke sajalah asal dia senang.


"Aku juga mau pulang sajalah kangen Sky," jawab Asher santai. Yuki melongo seketika.


"Kalau pada ujung nya ngikutin aku pulang kenapa minta di sini, kan bisa di rumah nanti setelah sampai?" kesal Yuki menatap suaminya yang tengah menyorot dirinya dengan mengulum senyum.


"Tambah cantik deh kalau ngambek?"


"Garing Mas, kesel binggo aku tuh sama kelakuan kamu."


"Sampai rumah nggak dosa kok kalau mau nambah lagi. Karena istri yang baik selalu menawarkan diri."


Glek


Skakmat telak Yuki terdiam tak mampu melawan arus kemesuman suaminya.


"Sayangnya aku bukan istri yang baik Mas, kamu salah alamat."


"Mana ada aku salah alamat. Jalanku ada di hati dan pikiran kamu. Aku tak bisa berjalan sendiri sebab itulah aku menjemputmu di mana cinta itu bersembunyi."


"Kamu ngegombal terus, sepertinya julukan manusia salju sudah tidak cocok untukmu."


"Manusia salju? HAHAHA!" Pria itu tertawa.


"Apakah aku sebeku dan sedingin itu sampai punya julukan unik gitu. Kenapa nggak sekalian es balok, freezer, kutub utara," ujarnya masih menahan senyum.


"Sekarang udah nggak berlaku kok, karena kamu udah berhasil mencairkan hatiku. Eeaak...


"Dibales ya?" Asher terkekeh.


"Emangnya kamu doang yang bisanya bikin baper orang."


"Beneran, ini mah nggak ngadi-ngadi. Salah satu alasan aku sangat menginginkanmu karena semua yang aku cari sesungguhnya ada pada dirimu, dan bukan hanya tentang hari ini atau esok nanti tapi ku ingin hidup sesurga denganmu."


"Aku bisa diabetes Mas kalau kamu sweet kaya gini?"


"Mana ada aku manis? Semua yang manis itu ada di senyum kamu?"


"Stop Mas, nggak kelar-kelar aku mau pulang."


"Ayo pulang!"


"Ya udah ayo." Asher membereskan meja kerjanya terlebih dahulu baru kemudian menggenggam tangan istrinya. Melangkah beriringan keluar dari gedung kantornya.


Bak ABG yang tengah di mabuk cinta, keduanya bergandengan tangan sepanjang perjalanan pulang.


"Mas kalau nyetir tuh lihat depan jangan lihat ke samping bahaya."


"Ya gimana lagi habisnya di samping aku ada bidadari cantik masa aku anggurin."


"Kamu nggak jelas banget Mas."


"Jelasin dong..."


"Jelasin apaan?"


"Jelas sekali kalau aku sayang kamu." Asher dan Yuki terkekeh bersama.


Sesampainya di rumah, Yuki langsung menuju ke kamar mandi dengan Asher mengekor di belakangnya.


"Kamu kenapa ngikutin aku terus?"


"Mau mandi lah... sama kaya kamu," jawab Asher enteng.


"Ya udah sana kamu duluan aja," ujarnya ngalah.


"Bareng ya, biar pahalanya dapat bonusnya pas."


"Mesum terus... eneg."


"Kok gitu dosa loh yank ngomong gitu."


"Udah sana mandi, atau aku dulu aja."


"Nungguin kamu, bareng aja. Hemat waktu, bonus pahala." Yuki menatap horor suaminya.


"Kamu ngeyelan, nyebelin, itulah pokoknya."


"Udah ngomelnya, protesnya sambil mandi." Asher menarik tangan Yuki lalu membawa masuk ke dalam kamar mandi.


"Mau di bukain atau buka sendiri."


"MAS!!!"


"Apa sih... teriak-teriak. Entar ada yang denger dikira aku mau apa-apain kamu."


"Ya udah terserah kamu tapi aku mau ngambek habis ini."


"Keluar sekarang atau aku ngambek beneran," kukuh Yuki keras kepala. Gadis itu mrengut.


"KELUAR!!!" teriak Yuki memekik telinga.


"Astaghfirullah... sayang, rumahnya bisa rubuh. Iya deh aku keluar tapi udah setengah basah ini gimana dong."


"Ya udah sini tapi diem jangan nakal."


Tiga puluh menit kemudian...


Ngapain lama amat setengah jam di kamar mandi???


Biar kamu yang baca pada kepo? emang ngapain aja lawong aku yang nulis aja nggak tahu mereka ngapain.


Oke kembali ke topik.


"Sakit ya... hati-hati ini harus di urut?"


"Nggak mau, tambah sakit dan lagi aku disentuh-sentuh sama orang lain."


"Mau sembuh nggak? Nurut makanya. Kualat kamu gangguin orang mandi berakhir kaya gini."


"MasyaAllah kamu jahat yank, kayaknya seneng banget aku celaka."


"Astaghfirullah... Mas, kamu lebih jahat fitnah aku kaya gitu."


"Ya udah sini peluk sama cium dulu."


"Itu mah maunya kamu, sakit juga... mesum terus."


"Sayang.... sakit beneran." Yuki menghela napas berat.


"Makanya kalau di kamar mandi itu beneran mandi, jadilah kepleset untung nggak kejedot. Coba kalau kebentur kepalanya terus amnesia."


"Wah... kamu seneng ya? Bisa bebas dari aku kalau aku amnesia."


Yuki menangkup kedua pipi Asher memandang dengan serius. "Ya aku bakalan seneng banget kalau kamu amnesia... aku bakalan ninggalin kamu, bawa Sky kabur dan hidup bebas tanpa kamu," jawabnya serius.


Asher langsung terdiam, Kata-kata Yuki terdengar sangat lantang dan menyakitkan. Ternyata dirinya memang tidaklah berarti apa-apa bahkan mungkin sangat dibencinya.


Yuki memperhatikan Asher yang hanya diam dengan muka murung.


"Muka kamu jelek, beneran apalagi kalau ngambek kaya gitu, tambah jelek... banget!!" Asher diam tidak merespon sedikit pun.


"Becanda sayang... aku nge prank!!" girang Yuki tertawa.


"Lho kok kamu... malah lihatin aku kaya gitu. Beneran marah ya? Hih Mas... aku becanda, aku kesel habisnya kamu dari tadi gangguin aku mulu."


"Tapi ucapan kamu kaya nggak becanda, aku kecewa sama kamu, sakit tahu nggak, apalagi pas denger kamu mau bawa Sky?"


"Aku minta maaf, aku becanda sayang..." Yuki langsung memeluknya menciumi wajah suaminya. "Aku sayang kok sama kamu, aku cinta sama Mas aku ingin kita menua bersama dan selalu bersama sampai ke jannahnya."


"Aamiin...!!"


"Buktikan? Baru aku percaya?" tantang Asher.


"Caranya?" tanya Yuki tak percaya.


"Ya sekarang kita...'


" Nggak usah aneh-aneh kaki kamu lagi sakit, kata dokter kamu tidak boleh banyak gerak dan harus banyak istirahat."


"Kamu bohong, kamu nggak asyik..."


"Dasar ambekan, udah istirahat jangan ngobrol terus."


"Nggak ngantuk, kangen sama Sky."


"Ya udah tunggu bentar aku bawa ke sini."


Yuki membawa Sky masuk ke kamar, Sky sedang aktif-aktifnya merangkak jadi tidak mau diam di atas kasur.


"Mas ini loh anak kamu lihatin kamu terus, Ayah lucu ya dek ya?" Asher membawa bayi montok itu di atas dadanya. Bayi itu memainkan hidung, bibir bahkan menoel-noel mata Asher. Sesekali mereka tergelak bersama.


Lama mereka bermain, Sky pun merasa mengantuk, tatapan bayi itu menyipit dan malas, menit berikutnya Sky benar-benar tertidur. Asher rupanya juga ikut terlelap di sampingnya.


"Ya Allah lucu banget mereka berdua, anak dan Ayah sama-sama terlelap. Manis banget sih tidurnya dipeluk gitu..." Yuki terkekeh sendiri melihat dua orang yang sangat penting bagi hidupnya.


Yuki pun langsung mendekat mencium pipi suami dan Sky. Dalam hati Asher tersenyum bahagia pria itu belum sepenuhnya tidur. Yuki merasa moment pas ini langka, ia mengambil handphone dan mengambil beberapa gambar mereka berdua yang tertidur dengan pose yang teramat lucu.


Cekrek cekrek


"Sehat-sehat selalu suamiku... anakku... I love you more."


"I love you too istriku, I love you Mom," jawab Asher dalam hati karena separuh jiwanya sudah di ambang mimpi."