Salah Meminang

Salah Meminang
Part 80


Sesampainya di rumah Yuki langsung cuci tangan dan kaki, setelah bersih-bersih ia mengganti pakaiannya lalu menuju Sky yang ada dalam buaian baby sitternya.


"Mbak sini Sky nya sama aku dulu, ASI nya penuh," ujar Yuki lalu mengambil Sky dari gendongannya.


"Anak bunda haus? uh sayangku... cepat sekali kamu tumbuh besar." Yuki berbicara sendiri sambil mengASIhi. Ibu dari satu anak itu selalu terlihat senang moodnya akan menjadi baik setelah melihat anaknya yang lucu dan menggemaskan.


Sky memang membawa perubahan besar dalam hidupnya setiap hari. Kehadiran nya mampu memberi mood booster bagi dirinya. Seperti saat ini misalnya, walaupun badan capek karena seharian beraktifitas, capek, lelah tapi begitu melihat Sky yang tumbuh dengan sehat, membuat rasa lelah itu menguap begitu saja. Ditambah melihat keceriaan anaknya dan juga wajah lucu yang menggemaskan, rasa lelah dan capek yang menumpuk seharian hilang sudah berganti rasa syukur dan bangga.


Iya bangga? bangga untuk dirinya sendiri pastinya. Disaat anak seusianya masih asyik jalan, main, hang out bareng teman-temannya, Ia malah terjebak dalam wadah yang namanya rumah tangga. Namun sekarang Yuki tak ambil pusing, perempuan itu makin terlihat bahagia dan berseri cantik sepanjang hari.


Entah mengapa aura ke ibuannya terlihat jelas pada tingkahnya yang semakin hari semakin dewasa. Terutama menyikapi hal karena hidup tidak melulu tentang bahagia tapi ada juga kendala yang kadang menuntut kita sebagai manusia harus bisa merubahnya menjadi baik.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Yuki baru saja menimang bayi gembulnya. Setelah Sky tertidur barulah Yuki menaruh di tempatnya, box bayi yang terletak tak jauh dari ranjang tempat tidurnya.


"Mas kamu udah tidur?" Yuki mengintip suaminya yang tidur lebih dulu bahkan sedari tadi sejak pulang dari lihat rumah baru.


"Ya udah deh kalau udah tidur. Selamat beristirahat suamiku," ujar Yuki lalu mengecup sekilas bibir suaminya. Yuki sengaja, ia ingin tahu respons suaminya.


Cup


Sekali-kali menjadi Yuki yang agresif dan pekaan kali ya? Toh Mas Asher juga sepertinya tipe lelaki yang tidak terlalu kaku kalau masalah romantis. Walaupun terkesan keras tapi dia sebenarnya pria yang begitu lembut hatinya dan setia. Semoga saja benar, itu yang Yuki rasakan.


Yuki merasa Asher sengaja berubah menjadi dingin sejak pulang tadi, jangan bilang kalau Asher cemburu? Ah bisa jadi, tapi tak apa bukankah cemburu itu tandanya cinta? Iya kan?


Yuki masuk ke dalam selimut yang sama, setelah mencium suaminya tidak ada respon padahal Yuki yakin suaminya itu belum tidur. Yuki beralih memeluknya, menempel pada diri suaminya dan menenggelamkan wajahnya di dada Asher. Ia hanya ingin mengungkapkan dengan isyarat hati perilaku. Walaupun tanpa ucapan Asher akan tahu kalau dirinya peduli dan juga mencintainya.


Lama-lama Yuki tertidur, masih setengah sadar tapi matanya sudah merem dan terasa berat. Yuki merasa ada sesuatu yang hangat yang menempel pada pipi dan juga keningnya, walaupun setengah sadar Yuki yakin itu pasti suaminya yang membalas menciumnya.


"Udah bangunin yang di bawah sana malah nggak tanggung jawab nih istriku." Samar-samar rungu Yuki masih mendengar gumaman Asher. Namun karena rasa kantuk yang lebih mendominasi, Yuki memilih tidur dan semakin menenggelamkan dirinya pada dada bidang suaminya.


Asher membuka matanya, ia tidak akan betah lama-lama mode diam. Walaupun mulutnya terkatup rapat tapi hatinya sedari tadi senang Yuki merespon dan peka terhadap tingkahnya. Ya bisa di bilang caper lah. Asher memang mencari perhatian sebab ia masih merasa kesal entah itu pada dirinya atau pada istrinya yang jelas Asher kesal sejak tadi sore Yuki mengatakan Bisma sebagai dosen pembimbing nya.


Aku memang se-posesif itu, aku pencemburu berat kalau masalah miliknya di perhatikan orang lain.


Asher kesal saja, merasa banyak orang yang menginginkan istri cantiknya. Eh tapi ya wajar sih Yuki di sukai banyak pria di sekitarnya sahabatnya saja pernah menyukainya kan? Istrinya memang cantik bahkan dari pandangan matanya ia terlihat begitu seksi dan menggoda, padahal selalu tampil natural dalam setiap kesempatan tidak seperti wanita kebanyakan.


Asher mengelus wajah istrinya, matanya langsung memusat bibir ranum istrinya yang sedari tadi terlihat sangat menggoda.


Cup


Satu kecupan, hampa. Dua kecupan ditambah luma...tan cukup lama bertahan, beberapa detik saja sebab empunya bibir merasa terusik dengan tingkahnya. Yuki menggeliat, ia membenarkan posisi tidurnya yang tadinya menghadap Asher kini malah membelakanginya.


Asher langsung memeluknya dari belakang, menciuminya kepalanya bagian belakang, tengkuk dan bahkan tulang selangka nya tak luput dari cumbuannya.


"Engh..." Yuki melenguh merasa geli disekitar lehernya. Matanya memang sudah terpejam sedari tadi bahkan sudah melewati mimpi namun ia merasa seperti ada yang sedang menghampiri raganya.


"Mas..." Yuki akhirnya sedikit membuka matanya, ia bahkan bisa merasakan dengan jelas lagi nyata bahwa suaminya sedang mencumbuinya. Ingin rasanya mengumpat dalam hati tapi tak boleh bukan? Ah kalau baru saja terlelap terus di gangguin itu rasanya pingin... ngamuk? Mencakar wajahnya? Atau... ah pokonya kesel....


"Sayang..." Asher masih mengendus-endus pipinya.


"Hm..." Yuki hanya menjawab dengan gumaman sebab kini ia kembali merapatkan matanya. Bukan karena dia marah tapi kali ini Yuki merasa ngantuk berat.


Asher memeluknya dari belakang, yang ia yakini pelukan itu berubah semakin erat. Entah siapa yang memulai tapi setelah di teliti baju tidur Yuki cukup menggoda iman suaminya.


"Sayang..." bisik Asher mesra di belakang telinganya. Walaupun mata Yuki terpejam sempurna tapi respon tubuhnya bahkan mampu membuat kulitnya meremang seketika. Suaminya itu emang paling bisa.


Asher membalik tubuh Yuki agar telentang lalu sengaja melukis diwajahnya dengan jari tangan. Yuki cukup terusik, perempuan itu benar-benar membuka matanya saat Asher memagut bibirnya dan meminta masuk untuk mengabsennya.


"Ih... Mas..." suara manja Yuki bahkan terdengar sangat seksi di telinga Asher membuat pria itu tidak tahan untuk tidak menyentuhnya semakin liar.


Sumpah demi apapun Yuki merasa kesal karena tidurnya terganggu tapi tidak bisa menolak dan lagi sentuhan itu terasa... ah enak.


"Kamu nakal Mas..." bisik Yuki parau khas bangun tidur di sela-sela rasa yang tidak bisa didefinisikan sebab tangan suaminya sudah nakal menyentuh bagian diri Yuki yang diinginkan.


Dasar pria... batin Yuki di tengah rasa nikmat dengan sensasi lain yang membuat ngantuk itu lenyap begitu saja. Asher bahkan membimbing tangan Yuki untuk ikut merespon nya. Ya ya ya tentu saja dia ingin balasan.


"Sayang... aku buka ya? kamu udah basah," bisik Asher yang sama sekali tidak di jawab Yuki sebab perempuan itu sedang meracau tak karuan.