Salah Meminang

Salah Meminang
Part 65


Asher dan Yuki menuju lokasi dimana mereka harus menghadiri makan malam singkat. Ke duanya pikir mereka akan makan malam di sebuah restauran tapi ternyata salah, kami malah di undang ke rumahnya. Sungguh kejutan yang hakiki.


Asher meraih tangan Yuki begitu keluar dari mobil. Mereka nampak terkagum lebih tepatnya kaget dengan keindahan rumah yang menjulang di depannya.


Yuki nampak mrengut dan ogah-ogahan. Sementara Asher berulang kali minta maaf sebelum akhirnya masuk ke rumah yang dulu pernah iya singgahi. Iya ternyata rumah Bisma adalah rumah yang dulu pernah menjadi rumah Asher dan sudah di jual. Pertanyaannya kok bisa? Asher sendiri tidak tahun sebab iya dulu menjual rumah itu tidak dengan Bisma, mungkin Bisma membeli rumah itu dari seseorang yang membeli rumahnya.


"Kamu tuh sengaja ya Mas, niat banget kayaknya." Yuki menghempaskan tangan Asher yang meraihnya.


"Sumpah sayang nggak ada kesengajaan," ujar Asher mencoba menjelaskan. "Aku pikir tadi waktu Bisma menunjukkan alamatnya itu ya di daerah sini tapi bukan rumah yang ini," kilahnya mencoba mencari pembelaan.


"Ya aku juga pinginnya puter balik tapi nggak enak kan sama Bisma yang udah nungguin." Yuki terdiam walaupun dengan terpaksa akhirnya dia mau mengikuti langkah Asher untuk masuk ke rumah dengan sejuta kenangan penuh luka.


"Selamat datang di rumah ku," sapa Dosen Bisma sumringah. Laki-laki seumuran Asher itu begitu antusias menyambut kedatangan mereka berdua.


"Iya terimakasih." Asher yang menjawab.


Bisma sepertinya mengajak ngobrol santai dan basa-basi dulu, jelas itu membuat Yuki semakin kesal karena itu artinya mereka akan terjebak di hunian yang sangat tidak ingin ia kunjungi lagi seumur hidupnya. Kenapa harus sebegitunya mendramatisir? padahalkan hanya masa lalu?


Masa lalu memang tidak bisa untuk di lupakan tapi bagi Yuki kenangan itu terlalu sakit untuk di kenang. Semua yang ada di ruangan ini masih sama, bahkan Dosen Bisma belum mengganti interior rumah sedikitpun.


Baik Asher dan juga Bisma mereka nampak asyik mengobrol di ruang tamu dengan Yuki yang mengamati agak memisah dari mereka. Asher dan Bisma terlibat obrolan yang cukup lama, mulai dari Bisnis, tentang perusahaan, olahraga, dan... kampus?


Sementara Yuki sendiri lebih sibuk ke ponselnya karena sama sekali tidak tertarik dengan obrolan yang mereka sedang diskusikan. Yuki lebih memilih chat dengan sahabatnya Gea.


"Sepertinya sudah agak malam bagaimana kalau kita langsung makan malam saja." Ajak Bisma pada tamu undangannya.


Asher dan Yuki langsung mengiyakan sebab memang mereka, lebih tepatnya Yuki terlihat sudah tidak tahan di rumah ini. Kami menuju ruang makan, di sana sudah banyak sekali hidangan yang tersaji.


"Wah... niat banget lo ternyata undang kita, lihatlah lo masak besar?"


"Ya kali gue masak? beli lah... ada sih yang di masak sama ART gue.


Yuki duduk di sebelah Asher, ingatannya langsung tertuju pada kepingan kejadian makan malam yang mencekam antara dirinya dan Asher dulu, semua seperti dejavu. Cuma bedanya hari ini Yuki di perlakukan secara istimewa.


Oke calm Yuki... nikmati makanannya dan pulang dengan kenyang.


"Sayang... mau makan pake apa?" Asher memberi perhatian dengan mencoba menawarkan, biasanya Yuki yang meladeni Asher sekarang Yuki hanya diam saja Asher yang mengisi piringnya.


"Segini cukup?"


"Cukup Mas," jawabnya lirih. Asher tahu Yuki merasa tidak berminat tapi dia juga tidak bisa langsung pulang begitu saja, terlebih memang ada sedikit obrolan bisnis yang pastinya akan berlanjut di pertemuan mereka yang selanjutnya.


"Pak, Bapak tinggal sendirian di rumah ini? Istri Bapak mana?" tanya Yuki tiba-tiba.


"Iya aku sendirian, berdua ding sama pembantu, istri? yah... aku nungguin kamu malah kamunya udah nikah," cletuknya becanda.


"Bapak bisa ae," jawab Yuki santai. Tapi ternyata di tanggapi agak serius oleh Asher, pria itu bahkan menatap tajam istrinya yang tengah tersenyum manis pada Bisma.


"Nggak nyangka banget waktu aku lihat kamu mahasiswi aku lagi hamil, eh ternyata beneran udah nikah dan sekarang malah di kejutkan istrinya Asher luar biasa sih." Bisma nampak manggut-manggut.


"Sedari kapan kalian kenal? kok gue nggak di undang pas acara nikahan? Sumpah gue kaget kalau istrinya Asher itu mahasiswi gue yang cantiknya kebangetan."


"Pertanyaannya panjang banget Bim?" Jawab Asher mulai jengkel memuji istrinya secara terang-terangan di depan mata.


"Woho... ada yang cemburu Ki... santai dong bro... gue cuma becanda kok. Lo jangan pasang muka kesel gitu dong nggak enak banget di lihatinya."


"Ceritanya panjang nggak kelar satu malam kalau di jelaskan, panjang seperti nasib lo yang jomblo melulu." Sindir Asher sengit.


"Lo? emang selalu ngeselin. Nggak dari dulu sampai sekarang masih sama tukang ngeselin. Dulu aja lo mati-matian cinta sama Zumi eh tahunya nikah sama orang lain."


Glek


Skakmat! ngalamat perang dingin. Fix ini mah ancaman tidur di luar.


Bisma emang rese'. Nasib gue.....


"Kenapa lo? habisin makanannya tuh lihat Yuki aja pinter udah habis."


Iya lah jelas banget Yuki itu makan dengan cepat karena sudah jengkel banget. Itu ya Allah... mukanya... kode keras buat gue. Mampus....


Bisma sialan...! bisa gagal gue unboxing malam ini.


***


"Terimakasih jamuannya untuk malam ini?" Pamit Yuki ketika beranjak dari kediaman rumah Pak Bisma.


"Aku dong yang terimakasih, kamu mau sempetin kesini kapan-kapan boleh deh aku undang lagi."


"Nggak Ya gue nggak mau datang ke rumah lo lagi. Lucknut lo."


"Eh nggak sopan, pamit pulang malah ngajakin perang."


"Nggak sopan?" Asher membeo dengan nada malas-malasan.


Setelah kami masuk ke mobil hawa dingin dan mencekam langsung terasa menyelimuti ruangan mobil. Bukan karena AC yang menyala namun karena suasana hati mereka yang antah berantah. Yuki kesal setengah mati sedangkan Asher khawatir dengan nasibnya setelah makan malam ini.


"Khem...! sayang kamu marah?" Yuki diam saja. Bahkan ia sengaja membuang muka ke arah kaca jendela mobil.


Fix Yuki marah banget....


"Sorry baby... Kata-kata Bisma yang tadi, dia emang rese' banget orangnya."


Hening


Nggak salah lagi... Yuki benar-benar marah. Mampus gue....


Sampai di halaman rumahnya Yuki langsung turun dari mobil begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun. Asher semakin gusar. Misinya malam ini ngalamat gagal total gegara makan malam sialan itu.


"Eh udah pulang sayang?" sapa Mama Rianti begitu sampai rumah.


"Iya Mah udah, Ski rewel ya Mah? Maaf jadi ngrepotin Mama malam-malam.


"Nggak rewel sama sekali pinter kok, dia tahu Bunda sama Papanya butuh waktu berdua. Ski udah tidur di kamar Oma jadi biarin ya malam ini tidur sama Mama."


Yes... yes! Mama emang yang paling bisa ngertiin aku. I love you mom...


"Eh nggak usah Mah, biasanya malam suka ke bangun." Kilahnya tidak enak sekaligus ingin menghindari suaminya dengan ber sibuk ria bersama Sky.