Rise Of The Queen Ernest

Rise Of The Queen Ernest
Pergi Berburu


Putri Ernest yang pada saat itu masih berusia dua puluh dua tahun diasingkan oleh raja Leon. Keputusan itu terpaksa diambil karena pada saat itu, Putri Ernest mengidap penyakit aneh. Rumor jika sang putri mengidap penyakit menular pun merebak di dalam istana oleh sebab itulah mau tidak mau Raja Leon harus mengasingkan putri keduanya meskipun dia tidak rela.


Putri Ernest tidak menolak sama sekali dan selama dia berada di pengasingan, dia mengenal banyak orang. Dia pun mengenal seseorang yang berasal dari Ordo Suci. Orang itu sedang melakukan pelayanan di tempat di mana dia sedang diasingkan.


Tidak ada satu orang pun yang mengenal putri Ernest karena identitasnya disembunyikan. Selama di pengasingan pula, Ernest belajar banyak hal. Dia pun memutuskan untuk bergabung dalam Ordo Sudi yang ternyata sedang berusaha menangkap seorang penyihir. Ernest pun mendapatkan misi rahasia dan misi inilah yang harus dia tuntaskan dan belum diketahui oleh Alena.


Hal itu tentu diketahui oleh seorang mata-mata yang sedang mengintai dirinya. Ernest kini menjadi ancaman oleh sebab itu, begitu dia kembali dari pengasingan dia justru dituduh sebagai seorang penyihir. Tujuannya tentu saja untuk menjadikan Ernest sebagai kambing hitam dan dianggap sebagai penyihir oleh seluruh masyarakat sehingga pelaku yang asli dan para antek-anteknya tidak pernah dicurigai oleh siapa pun.


Meskipun tanpa adanya bukti jika Ernest terlibat, tapi isu itu diperkuat dengan keadaannya yang telah pulih setelah dari pengasingan. Dia dianggap bersekutu dengan iblis untuk menyembuhkan penyakit menular yang di isukan tidak bisa disembuhkan sama sekali. Isu itu semakin diperkuat setelah ada yang melihat jika penyihir itu memang adalah seorang wanita.


Awalnya isu itu tidak terlalu diperbincangkan tapi setelah isu merebak luas di istana, isu itu tidak bisa ditahan lagi walau raja Leon dan ratu Hana sudah berusaha mencegah dengan memberikan hukuman mati pada setiap orang yang berani membicarakan putri Ernest bahkan titah untuk meredakan isu pun sudah dikeluarkan tapi isu tetap saja merebak cepat di luar istana bahkan isu itu pun sampai didengar oleh kerajaan lain.


Pada malam itu, sebelum Ernest diserang oleh kelompok yang ingin melenyapkan dirinya. Sebuah surat didapat oleh Ernest dari seseorang yang bekerja di Ordo Suci. Surat itu dia dapatkan dari seekor burung penyampai pesan. Surat itu berisi dugaan siapa pelaku sebenarnya dan orang itu meminta Ernest keluar istana untuk bertemu dengannya namun sayang saat di perjalanan, Ernest justru tertangkap dan diadili dengan begitu kejinya.


Pelaku yang sesungguhnya tentu tahu akan hal itu namun Ernest yang kembali dengan keadaan hidup dan baik-baik saja membuat pelaku murka. Niat untuk menyingkirkan Ernest tidak juga padam, Ernest adalah ancaman terbesar bagi pelaku yang melakukan ritual. Oleh sebab itu rencana jahat untuk menyingkirkan Ernest akan dijalankan nanti saat di acara berburu. Tentunya tidak ada yang tahu akan rencana itu apalagi raja dan ratu.


Seluruh istana sedang sibuk karena sebentar lagi mereka akan berangkat menuju arena berburu yang sudah ditentukan. Tempat itu tidak begitu jauh tapi tempat itu cukup untuk menjadi arena untuk bersenang-senang. Putri Arabella sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan dia bawa, begitu juga dengan Ernest.


Amy dan Agnes sibuk membantu sang putri, mereka harus membawa jubah tebal karena udara yang cukup dingin apalagi saat malam hari. Tidak saja membawa pakaian, tapi beberapa senjata juga dia bawa untuk jaga-jaga. Pedang dari ukuran yang panjang dan pendek, tapi cambuk tidak dilupakan. Obat-Obatan pun tidak dilupakan karena apa saja bisa terjadi di tempat berburu nanti.


"Aku memiliki firasat buruk, putri," ucap Amy.


"Aku juga, aku merasa akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan," ucap Agnes pula.


"Jika begitu berhati-hatilah, ingat dengan apa yang aku ajarkan pada kalian berdua. Di sana, yang terlihat baik belum tentu baik dan yang jahat belum tentu jahat jadi kalian harus berhati-hati. Jangan mempercayai siapa pun selain diri kalian sendiri!" ucap Alena.


"Kenapa kau berkata demikian, Putri? Apa kami tidak boleh saling mempercayai satu sama lain?" tanya Amy.


"Bukan itu maksudku, kita memang harus saling mempercayai tapi tidak dengan orang lain. Jika kalian berada di antara pelayan lain, yang kalian percayai hanya diri kalian sendiri karena bisa saja ada penyusup di antara pelayan itu. Kalian paham dengan apa yang aku maksud, bukan?"


"Tentu saja, putri. Kami mengerti," jawab Amy dan Agnes.


"Bagus, sekarang sembunyikan semua senjata yang kita bawa. Jangan sampai ada yang melihat apa lagi ibu ratu juga  Arabella karena bisa saja mereka datang dan kalian juga harus ingat, kalian harus membekali diri kalian dengan senjata saat berada di tempat berburu!" perintah Ernest.


"Baik, Putri," jawab Amy dan Agnes. Putri Ernest terlihat begitu serius, mereka tahu jika keadaan sedang serius. Tempat berburu adalah tempat terbuka, apa pun bisa terjadi oleh sebab itu mereka harus melindungi putri mereka.


Amy dan Agnes kembali bersiap-siap, mereka melakukan perintah sang putri dan seperti yang Alena prediksi, ibu ratu masuk ke dalam kamarnya untuk melihat keadaan putrinya. Jika keadaan Ernest masih tidak sehat maka mereka tidak mungkin membawanya serta.


"Bunda," Ernest segera melangkah mendekati ibunya.


"Bagaimana dengan keadaanmu? Jika kau masih tidak sehat lebih baik kau tidak ikut dengan kami."


"Tidak, Bunda. Aku sudah baik-baik saja," ucap Alena.


"Apa kau yakin?"


"Tentu saja, aku sudah jauh lebih baik bahkan aku sudah tidak sabar untuk pergi berburu."


"Apa kau bisa? Apa putri Bunda bisa memanah seekor kelinci untuk bunda?"


"Tentu saja, Bunda. Aku akan memanah seekor kelinci yang Bunda inginkan."


"Bunda menantikannya, Sayang. Bunda datang untuk melihat keadaanmu, Bunda khawatir kau masih sakit dan memaksakan diri."


"Tidak, Bunda. Aku baik-baik saja."


"Baiklah, segera bergegas karena sebentar lagi kita akan berangkat!"


"Baik, Bunda," Alena mengantar ibunya sampai di pintu dan setelah itu dia kembali ke dalam setelah pintu tertutup rapat.


"Putri, jika di tempat berburu tidak aman. Kenapa kau tidak pura-pura sakit sehingga kita tetap berada di dalam istana saja?" tanya Agnes.


"Tidak, jika aku tinggal seorang diri di istana yang hanya ditemani oleh para pengawal dan menteri, aku bisa lebih mudah terbunuh oleh musuh. Lebih baik aku berada di tempat berburu karena musuh tidak akan bisa membunuh aku dengan mudah karena banyaknya orang."


"Baiklah, yang putri katakan sangatlah benar. Jangan sampai penyusup masuk dan membunuh putri di saat raja dan ratu sedang tidak ada!"


"Oleh sebab itu, segera bergegas!"


"Baik, putri," Amy dan Agnes kembali bersiap-siap, menyusun barang-barang yang tersisa.


Raja dan Ratu sudah menunggu di atas kuda, memimpin para pasukan yang sudah berjajar rapi di depan dan belakang. Pangeran Lucius pun sudah berada di atas kuda, Arabella bergabung dengan Ernest secara bersama-sama. Istana akan ditutup selama satu minggu karena mereka akan pergi berburu selama satu minggu.


Gendang sudah di tabuh yang menandakan mereka sudah bisa berangkat. Mereka pun bergerak menuju tempat berburu dan tidak ada satu orang pun yang tahu jika di antara pasukan yang pergi terdapat beberapa penjahat yang akan menjebak Putri Ernest.