Rise Of The Queen Ernest

Rise Of The Queen Ernest
Ratu Yang Sesungguhnya


Sesuai dengan yang sudah Alena prediksi setelah mendengar cerita dari Raja Leon dan dan Ratu Hana, dua anak yang mereka temukan sudah tentu dirinya dan putri Arabella. Mengenai siapa putri dari Mauren tentu saja sesuai dengan prediksi karena putri Mauren adalah Arabella.


Saat itu, ketika Mauren melarikan diri dari istana akibat kemarahan rakyat, dia memang mengandung seorang anak perempuan. Mauren bersembunyi dibantu oleh para menteri yang sudah mengikuti ibunya begitu lama yaitu Lady Lilya. Kenapa para menteri istana bisa menjadi pengikut Lady Lilya yang melarikan diri dari desa Wesstrink?


Lady Lilya adalah wanita yang sangat cantik, dia tidak menua sedikit pun oleh sebab itu banyak pria yang menginginkan Lady Lilya menjadi istri. Lady yang terkenal itu pun akhirnya dipersunting oleh seorang jenderal di jaman pemerintahan ayah dari Raja Leon. Selama menjadi istri jenderal itulah, Lady Lilya menyebarkan ajaran sesatnya dengan cara yang berbeda dengan di desa Wesstrink. Dia tidak lagi mempersembahkan anak-anak serta para suaminya tapi dia mempersembahkan seorang wanita.


Jaman itu lebih sulit lagi, sehingga sang lady bisa menutupi kejahatannya dengan begitu mudah. Para pengikutnya di mulai dari orang-orang kepercayaan jenderal lalu para menteri dan penjabat pun menjadi sekte sesat yang dia sebarkan namun masa bagi sang lady selesai saat dia melahirkan putrinya, Mauren.


Karena Mauren terlahir dari seorang istri jenderal agung, sebab itulah dia dibawa masuk ke dalam istana untuk dijadikan selir bagi raja Leon tentunya dalam keadaan hamil. Sang jenderal ingin keturunannya menguasai kerajaan, sebab itu dia meminta raja terdahulu membawa Mauren masuk tapi harapan mereka justru gagal karena kehamilan Mauren sudah diketahui dan rakyat tidak menerima keberadaan Mauren apalagi isu akan penyihir semakin memperburuk citranya.


Mauren bersembunyi dan melahirkan putrinya secara diam-diam, dia berusaha mencari cara untuk menyusupkan putrinya ke dalam istana karena bagaimanapun putrinya harus berkuasa. Kabar jika raja Leon dan istrinya akan pergi berobat didapatkan oleh Mauren, tentu saja kabar itu diberikan oleh menteri yang ada di istana. Mauren mulai membuat sebuah siasat, ratu Hana yang tidak memiliki anak tidak akan tega melihat anak kecil yang tidak berdaya oleh sebab itu dia membuat sebuah rencana untuk menyusupkan putrinya.


Supaya tidak dicurigai, Mauren menculik seorang anak pelayan dan anak itu adalah Ernest. Kedua orangtua Ernest dibunuh oleh Mauren agar tidak menimbulkan kekacauan. Mauren pun meminta Arabella yang sudah dibuat menyedihkan sedemikian rupa untuk menggendong Ernest dan keluar dari persembunyian saat kereta raja Leon dan ratu Hana lewat.


Rencana Mauren benar-benar sempurna dan rencananya berjalan dengan lancar. Arabella dan putri pelayan itu diadopsi sebagai putri oleh raja dan ratu. Karena Arabella lebih tua jadi dialah yang akan menjadi ratu selanjutnya. Semua itu didukung karena ratu Hana tidak akan memiliki anak. Kenapa? itu karena ratu Hana diberi obat agar dia tidak bisa hamil.


Mauren masuk ke dalam istana saat Arabella sudah berusia sepuluh tahun, dia bisa memantau gerak gerik istana dengan mudah tapi kenapa tidak ada yang mengenali Mauren? Tentu saja tidak karena dia berada di dekat sang ratu dengan rupa yang berbeda. Mauren menjadi pelayan setia sang ratu, dia tidak melakukan hal yang mencurigakan apalagi dia sengaja setia pada sang ratu tapi dibelakang ratu Hana, dia adalah Mauren sang pemimpin sekte sesat yang diikuti oleh banyak orang. Dia pula yang menggerakkan menteri secara diam-diam dan memprovokasi para menteri agar raja dan ratu segera menikahkan Arabella dan Lucius agar Arabella bisa segera berkuasa lalu menggantikan dirinya sebagai pemimpin sekte.


Mauren pula yang menyadari pertama kali jika Ernest, putri pelayan yang dia susupkan mulai menjadi ancaman bagi putrinya juga bagi sekte yang dia pimpin karena Ernest bergabung dalam Ordo suci. Raja Leon dan ratu Hana, sungguh tidak tahu jika mereka telah memelihara banyak ular di dalam istana dan sekarang, ular-ular itu mulai melakukan sedikit pemberontakan karena setelah selesai menghabisi Ernest, mereka berniat melengserkan raja Leon dari singgasana lalu Arabella akan menjadi ratu berikutnya.


Arabella yang mereka tahu hilang ingatan sehingga tidak bisa mengingat masa kecil sebelum mereka temukan tentu saja hanya bersandiwara sesuai dengan perkataan ibunya. Setelah dewasa, Arabella pun semakin yakin akan menjadi ratu karena raja Leon dan ratu Hana tidak memiliki keturunan sama sekali akibat obat yang diberikan untuknya setiap hari. Semua prediksi Alena hampir tepat secara keseluruhan, mengenai obat yang diberikan pada ratu Hana pun dia tebak dengan tepat dan kini kedua musuh yang tak terduga sudah berdiri di depan mata.


Dia sudah menerka jika Arabella terlibat dalam sekte sesat itu, dia bahkan menebak jika Arabella adalah pemimpin dari sekte tapi dia tidak menduga jika pelayan ratu Hana justru terlibat dan sekarang dia sangat yakin, jika pelayan sang ratu adalah Mauren yang sedang menyamar. Sungguh musuh yang sangat pandai menyamar dan dia yakin, tidak ada satu orang pun yang menyadari musuh yang sebenarnya.


"Apa maksudnya ini, kakak?" tanya Alena pura-pura tidak mengerti.


"Diam, kau hanya putri pelayan. Kau tidak pantas memanggil Arabella dengan sebutan kakak!" ucap Mauren.


"Apakah kau putri Mauren?" tanya Alena pula.


"Tentu saja, aku adalah Mauren. Aku mengubah wajahku dengan sebuah ilmu pengobatan juga dengan ramuan ajaib yang dibuat menggunakan sepuluh janin manusia. Aku pun tidak menua berkat ramuan ajaib itu oleh sebab itu tidak ada yang mengenali aku sama sekali!" ucap Mauren dengan banga.


"Hng, anak pelayan yang aku culik ternyata ingin melawan aku sekarang!" cibir Mauren.


"Jadi aku anak pelayan?" tanya Alena.


"Tidak perlu terkejut seperti itu, kau memang anak pelayan. Aku menculikmu agar kau bisa mengelabui raja dan ratu dan rencanaku berjalan dengan lancar meski aku harus menghabisi kedua orangtuamu tapi kehidupan yang kau dapatkan di istana cukup baik, bukan?" Mauren menatap Alena dengan tatapan menghina.


"Jadi kau membunuh kedua orangtuaku?" teriak Alena tidak terima.


"Tidak perlu berteriak, seharusnya kau berterima kasih padaku karena aku sudah mengangkat derajatmu dari anak seorang pelayan menjadi seorang putri. Seharusnya kau hidup dengan baik dan tidak menusuk aku dari belakang tapi beraninya dirimu?" Mauren melangkah mendekati Alena dan mencengkeram dagu Alena kuat, "Aku sudah memberikan kehidupan yang lebih baik tapi kau justru memusuhi putriku dan bergabung dengan Ordo Suci jadi sekarang," Mauren melepaskan dagu Alena dengan kasar lalu melangkah pergi.


"Kau akan menyaksikan kematian pelayanmu dan pengkhianatan pelayan yang lainnya!" ucap Mauren lagi.


Alena menunduk, dia berusaha menahan diri untuk tidak tertawa. Arabella melangkah mendekati Alena, Alena pun mengangkat wajah untuk menatap orang yang dia anggap sebagai kakaknya.


"Seharusnya kau tidak menjadi musuhku, Ernest," ucap Arabella.


"Aku pasti akan menjadi musuhmu sekalipun kita adalah saudara!" ucap Alena.


"Sayang sekali, aku tidak bisa menyelamatkan dirimu dan besok, kau harus menjadi tumbal dan menggantikan aku sebagai penyihir!" Arabella melangkah pergi, setelah mengatakan hal itu.


Alena tidak menjawab, dia berpura-pura tidak berdaya. Semua sudah berjalan dengan rencana sampai sejauh ini, hanya menunggu waktunya saja.


"Para pengikutku yang setia, malam ini kalian akan mendapatkan kehidupan kekal dari junjungan kita!" teriak Mauren.


"Hidup ratu, hidup ratu!" sorak para pengikutnya,


"Lepaskan aku, lepaskan!" teriak Amy dan juga tumbal yang lain.


Para pengikut sekte masih bersorak, Agnes pun bersorak mengikuti yang lainnya. Sorakan mereka diiringi dengan mantera yang mereka bacakan karena waktu persembahan tinggal sebentar lagi.