
Garend menatap penampilan Luna dari atas sampai kebawah dengan tidak percaya.
"Kau...".
"Selamat pagi tuan nama saya Luna Adeline calon sekretaris CEO yang baru",balas Luna dengan menunduk hormat pada Garend yang menatapnya tanpa berkedip karena heran.
Bagaimana Garend tidak heran, sementara Luna sendiri tadi pagi juga sempat tidak percaya dengan penampilannya sebelum pergi kekantor Marvin.Corp yang terlihat berubah 360 derajat dari penampilannya yang sebenarnya.
"Oh..maaf...aku ...".
Garend terlihat tidak nyaman bagaimana menyebut apa yang dirasakannya sekarang tentang Luna.
"tidak papa tuan...?".
Luna lupa dengan nama pria didepannya itu meski kemarin Sela sudah mengatakan kalau yang pertama kali akan menemuinya dikantor ini adalah pria yang sekarang sedang menjadi kekasih temannya itu.
"Aku Garend,panggil saja seperti itu".
"Oh iya baik tuan Garend".
"Baiklah kurasa perkenalan kita tidak perlu terlalu lama karena lain waktu kita akan bertemu lagi.Apalagi aku juga bekerja dilantai yang sama dengan mu jadi sebelum calon CEO kita marah pada kita ayo kuantar keruangannya".
Luna hanya mengangguk dengan berjalan dibelakang Garend.
Mereka naik menggunakan lift menuju lantai teratas gedung kantor itu dimana menurut Garend kantor CEO berada.
"Sambil kita menuju lantai teratas aku akan menjelaskan apa saja pekerjaanmu nanti secara umum.Yang akan melakukannya secara spesifik nanti adalah Sasa sekretaris CEO yang sekarang".
Garend berbicara pada Luna dengan berusaha meneliti Luna yang berdiri disampingnya didalam lift.
Untuk penampilan perempuan yang akan menjadi sekretaris Marvin ini memang sesuai kriteria yang diminta pria itu kemarin tapi entah kenapa meski penampilannya terkesan sangat tidak menarik,tapi pembawaan perempuan disampingnya ini sangat kuat seolah penampilannya yang tidak menarik itu tidak membuatnya minder atau merasa tidak nyaman sama sekali.
"Iya tuan Garend",balasnya sopan.
Tak berapa lama mereka sampai dan pintu lift terbuka.Garend segera mengajak Luna keluar menuju ruangan Marvin.
Sepanjang perjalanan mereka menuju ruangan Marvin Luna mencoba memindai Susana gedung perkantoran itu terutama lantai yang akan menjadi tempatnya bekerja nantinya.
Sebuah bangunan kantor yang sangat megah terutama lantai tempat CEO perusahaan itu berada. Sementara dilantai itu hanya ada beberapa ruangan saja yang diyakini Luna sebagai ruangan para eksekutif dikantor itu.
Sampai disebuah ruangan yang paling besar dilantai itu Garend segera mengetuk pintunya.
"Tok...tok...".
Garend dan Luna berdiri diam diluar pintu menunggu seseorang memerintahkan mereka untuk masuk, setelah ada perintah dari dalam ruangan baru Garend berani membuka pintu itu lalu masuk diikuti Luna dibelakangnya.
"Tuan Marvin saya datang bersama Nona Luna Adeline yang akan menjadi sekretaris anda yang baru"terang Garend pada pria yang sekarang sedang memunggungi mereka sambil berdiri dibalik mejanya dengan seorang perempuan cantik juga sexy yang membantu pria itu merapikan pakaiannya.
Setelah penampilannya rapi dia lalu menyuruh perempuan cantik disampingnya untuk pergi dengan isyarat tangannya baru setelah itu memutar tubuh tingginya untuk menatap Garend dan Luna yang masih tetap berdiri diposisinya semula.
Luna langsung tersentak waktu melihat wajah pria yang dipanggil CEO oleh Garend tadi.
Dia adalah pria yang sudah menghabiskan malam dengannya!,bagaimana bisa mereka Bertemu lagi seperti ini?!.Apakah ini takdir atau kutukan?,batin Luna dengan tanpa sadar meremas kedua tangannya yang terasa berkeringat karena terkejut dan mulai gugup sekarang.
"Jadi dia calon pengganti Sasa?",tanya Marvin terlihat tidak perduli dengan penampilan Luna sekarang dan hanya memindai Luna sekilas,membuat Luna tanpa sadar menarik nafas lega karenanya.
"Iya tuan dia Luna Adeline calon pengganti Nona Sasa",terang Garend yang hanya dijawab anggukan oleh Marvin.
"Kau sudah jelaskan bukan tugas tugasnya sebagai sekretaris ku".
"Sudah secara garis besar dan kurasa nona Luna mengerti".
"Aku juga berharap seperti itu karena aku tidak suka orang yang tidak kompeten".
Luna hanya mendengarkan saja pembicaraan dua orang pria yang berada didalam ruangan kantor itu dengan pikiran campur aduk dan mencoba mengendalikan ekspresi nya yang gugup sekarang agar pria yang dipanggil Marvin itu tidak menaruh curiga padanya.
"Baiklah kalau kau sudah mejelaskan tugasnya antar dia keruangan Sasa karena hari ini Sasa harus menjelaskan tugas tugasnya sebagai sekretaris pribadiku sebelum besok dia pindah dan....".
Marvin kembali menatap Luna membuat Luna kembali gugup hingga tanpa sadarembetulkan kacamata tebal yang bertengger dimatanya.
"Ada apa tuan Marvin?",tanya Garend karena melihat Marvin seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Oh tidak aku hanya lupa dengan nama calon sekretaris ku ini barusan",terangnya dengan menyentuh dagunya sendiri.
"Oh saya pikir ada hal penting yang masih harus kami dengar sebelum keluar dari ruangan anda".
Marvin hanya menggerakkan tangannya sebagai isyarat untuk jawaban Garend barusan.
"Keluarlah sekarang antar dia ketempat Sasa".
Garend mengangguk sebagai jawaban. Marvin lalu mengajak Luna keluar dari ruangan itu menuju ruangan sekretaris Marvin yang dipanggilnya Sasa tadi.
"Sasa ini nona Luna Adeline yang mulai besok akan menggantikan posisimu disini",terang Garend waktu sudah masuk keruangan disamping ruang CEO itu.
Sasa menatap perempuan yang dikenalkan Garend padanya dengan tatapan sinis yang sangat jelas waktu melihat bagaimana penampilan Luna sekarang.
"Jadi...dia perempuan yang dipilih oleh anda dan tuan Marvin untuk menggantikan saya tuan Garend?".
"Iya...tugasmu hari ini adalah untuk memberitahunya apa saja yang harus dilakukannya sebagai sekretaris tuan Marvin".
"Baiklah..itu tidak masalah toh dia juga tidak akan lama berada disisi tuan Marvin jadi saja tidak akan perhitungan padanya karena sudah merebut posisi kerja saya sekarang",jawabnya tetap dengan ekspresi sinis menatap Luna membuat Luna sebenarnya kesal karena perempuan didepannya ini sudah terang terangan menghinanya sekarang tapi mengingat dia sekarang sedang butuh pekerjaan dan hanya ini sekarang yang ada jadi dia mencoba menahan emosinya.
"Saya Luna Adeline nona Sasa semoga anda sebagai senior mau membantu saya agar tidak mendapat amarah dari tuan Marvin selama bekerja disini .
"Hemmm".
Sasa menjawab perkenalan Luna seadanya membuat Luna mengepal kan tangannya karena marah tapi tidak merubah ekspresinya.
"Sepertinya perkenalan ini tidak perlu lama karena waktuku tidak banyak,jadi ayo kujelaskan apa saja pekerjaanmu sebagai sekretaris pribadi tuan Marvin".
"Baik nona Sasa",angguk Luna sopan.
Sasa mulai menjelaskan kisi kisi pekerjaan yang harus dikerjakan Luna dikantor dengan cukup detail membuat Luna sedikit tidak terlalu marah pada perempuan itu seperti diawal tadi karena ternyata dia cukup profesional dalam pekerjaannya berbeda dengan gambaran yang ditampilkan nya diawal.
"Kau jelaskan saja semuanya Sasa,aku akan keluar sekarang",pamit Garend dengan keluar dari ruangan itu meninggalkan Luna dan Sasa hanya berdua.