
Selama beberapa hari setelah pembicaraan mereka itu setiap hari Marvin dan Dion berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan pihak Thomson yang sulit sekali diajak bicara, meski pihak Dion sudah memberikan bukti kecurangan yang dilakukan oleh GcG tapi mereka tetap tidak mau percaya membuat Marvin dan Dion berusaha mencari bukti dan cara lain untuk meyakinkan pihak Thomson agar rencana GcG.Corp gagal tapi tetap belum juga berhasil.
"Huffft".
Marvin menghembuskan nafasnya karena merasa lelah sudah hari keempat dari dinasnya tapi usahanya belum juga membuahkan hasil sama sekali.
"Sepertinya pihak GcG sudah berhasil meyakinkan Thomson karena itu pihak Thomson tidak mendengarkan kita Vin",ucap Dion dengan menekan pelipisnya yang terasa sakit karena usahanya selalu ditolak oleh pihak Thomson.
"Sepertinya begitu",balas Marvin.
"Lalu apa lagi rencanamu?Apa kita perlu menggunakan cara licik juga supaya bisa mendapat tandatangan persetujuan penggagalan kontrak mereka dari Thomson".
Marvin terdiam mencoba masih berpikir dengan kepala dingin karena tidak ingin menipu Thomson yang bisa berakibat membuat nama baik perusahaannya dalam masalah dikemudian hari.
"Aku yang akan melakukannya",ucap Dion tiba tiba.
"Maksud anda?".
"Aku yang akan melakukan tipu muslihat itu supaya bisa mendapatkan tanda tangan persetujuan dari pihak Thomson".
"Tapi itu sangat beresiko untuk nama baik perusahaan dan juga anda tuan Dion".
"Tidak masalah mungkin ini saatnya aku menebus kesalahanku pada Luna selain itu kalau aku kehilangan perusahaan bukankah aku masih punya 5 persen saham di Marvin.Corp sebagai dana pensiunku dan Mery serta Peter".
Marvin terdiam masih berusaha berpikir.
"Sebaiknya malam ini sampai disini saja tuan Dion besok kita bahas lagi masalah ini. Mungkin saja dengan beristirahat pikiran kita yang kusut akan membaik".
"Kau benar,sebaiknya aku pulang sekarang dan besok pagi kita bahas ini lagi".
Setelah mengatakan itu Dion berjalan keluar dari kamar hotel yang disewa Marvin.
Sementara setelah Dion pergi Marvin segera menghubungi Garend.
"Halo Vin",jawab Garend.
"Apakah kau tidak bisa menemukan bukti yang lebih kongkrit lagi selain pemalsuan tanda tangan diberkas itu Rend".
"Apa pihak Thomson masih tidak mau mendengarkan saran kalian?".
"Ya,bahkan hari ini Thomson Grand sudah menolak secara tegas keinginan Dion yang ingin bertemu dan bicara empat mata dengannya".
"Aku belum menemukan bukti lain Vin".
"Bagaimana dengan proyek Hotel Stradivarius?",tanya Marvin tiba tiba.
"Baik rencana anggarannya sudah hampir selesai mungkin dua bulan lagi kita bisa mulai melakukan pembangunanya".
"Kirimkan datanya padaku",pinta Marvin tiba tiba.
"Untuk apa bukankah proyek itu tidak ada hubungannya dengan masalah kalian sekarang?".
"Aku tau tapi itu merupakan salah satu proyek terbesar tahun ini yang kita dapatkan dengan mengalahkan banyak perusahaan termasuk pihak GcG".
"Itu benar karena itu kita tidak setengah setengah dalam perencanaannya".
"Kirimkan itu padaku karena sepertinya aku memerlukannya untuk memancing ikan".
"Apa!Jangan bilang kau akan mengorbankan proyek itu demi menggagalkan pihak GcG dan Thomson".
"Memang itu yang akan aku lakukan".
"Oh **** Vin, itu tidak sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan kalau kau menawarkan kerjasama itu dengan pihak Thomson kita akan merugi nanti!".
"Aku tau tapi tidak banyak dan kita masih bisa bertahan sementara GcG pasti akan sangat terpukul kalau sampai kerjasamanya dengan Thomson gagal".
"Huffft,Thomson hanya perusahaan kecil tapi kenapa kalian memperebutkanya seperti sebuah harta Karun".
"Karena dia memang harta Karun,perusahaan kecil yang selalu dalam kondisi stabil selama 2 generasi pasti bukan perusahaan biasa Rend karena itu GcG sangat berambisi memilikinya".
"Masalah mamaku kau jangan khawatir aku pasti bisa mengatasinya".
"Baiklah kalau kau sudah bilang begitu aku akan mengirim berkasnya padamu malam ini".
"Ya lakukan sekarang, karena aku harus segera memeriksanya malam ini juga".
Setelah itu sambungan mereka terputus dan beberapa menit kemudian Garend sudah mengirimkan file yang diminta Marvin.
"Aku harus bisa menyelesaikannya dalam waktu kurang dari tiga hari supaya setelah itu bisa pulang menemui Luna.Karena terlalu sibuk aku bahkan tidak sempat untuk menelponnya dan kalau dia menghubungi pun aku hanya bisa membalasnya singkat,gumamnya dengan mulai memeriksa berkas berkas yang baru saja dikirim Garend padanya.
***
Esok paginya setelah selesai memeriksa berkas berkas yang diperlukannya tadi malam. Pukul 6.30 Marvin menghubungi Dion.
"Halo tuan Dion".
"Halo Vin ada apa pagi pagi begini kamu sudah menghubungiku? Apa ada hal sangat penting?".
"Ya,aku ingin anda bersiap untuk ikut aku pergi ketempat Thomson pagi ini".
"Maksudmu kau akan menemuinya diperusahaannya langsung tanpa menghubunginya lebih dulu begitu".
"Ya itu benar".
"Lalu apa kau yakin dengan cara seperti itu dia mau menemuimu?".
"Tentu saja dia akan mau menemuiku , karena kau membawa penawaran besar untuknya".
Dion diam mendengar hal itu dan mengerti sepertinya Marvin sudah sampai pada batas kesabarannya sekarang.
"Baiklah aku akan menemui mu dihotel satu jam lagi".
"Aku tunggu tuan Dion".
Setelah itu Marvin mematikan sambungan telpon lalu bermaksud untuk Mandi tapi ternyata Luna menghubunginya jadi dia memutuskan mengangkat panggilan sang istri meski waktu janjiannya dengan Dion sangat sempit.
"Halo sayang",jawabnya dengan perasaan rindu pada Luna karena hampir satu Minggu terpisah.
"Halo Vin,bagaimana khabarmu?Apa kau masih sangat sibuk sekarang?".
"Sejujurnya iya sayang meski aku sudah sangat merindukanmu,tapi urusanku belum selesai karena itu aku belum bisa pulang".
"Lalu kapan urusanmu selesai Vin?",tanya Luna terdengar sedikit merajuk.
"Semoga dalam dua tiga hari ini semuanya akan beres dan aku bisa pulang".
"Ternyata masih selama itu",ucap Luna dengan nada sendu.
"Bersabarlah sedikit lagi sayang setelah urusanku disini selesai aku pasti akan segera pulang".
"Hemm,aku akan bersabar meski aku sudah sangat merindukanmu".
"Aku juga sayang ,aku sangat merindukanmu. Lain kali ikutlah bersamaku kalau aku pergi bisnis cukup lama seperti ini".
"Lalu waktu itu kenapa kau tidak mengajakku untuk pergi Vin",gerutu Luna kesal.
"Aku sangat ingin mengajakmu tapi...urusan kali ini sangat sulit dan aku tidak ingin membuatmu bosan disini menungguku yang terus sibuk bekerja".
"Huffft,kau selalu bisa membuat alasan Vin,tapi sudahlah aku akan menunggumu pulang, jadi cepat selesaikan pekerjaanmu ya sayang supaya kita bisa segera melepas rindu",ucap Luna membuat King harus menghela nafas mendengar rayuan Luna yang membuatnya ingin langsung terbang pulang sekarang juga untuk menemui istrinya itu.
"Iya aku pasti akan segera kembali sayang sampai jumpa lagi karena sekarang aku harus bersiap untuk rapat bersama klien penting sebentar lagi".
"Tapi ini masih sangat pagi Vin, kenapa kau sudah mulai bekerja?",tanya Luna dengan nada curiga.
"Supaya pekerjaanku cepat selesai bahkan malam pun aku harus bekerja karena tidak sabar ingin cepat pulang dan bisa bertemu denganmu sayang",ucap Marvin lalu mengakhiri panggilannya karena waktu sudah menunjukan hampir pukul7.30 pagi dan dia yakin Dion Lancaster sebentar lagi akan sampai.