
"Pembicaraan kita belum selesai Dion Lancaster",ucap Elena Fox yang terpaksa membuat Dion Lancaster menahan keinginannya untuk mengejar Luna sekarang karena dihadapannya saat ini sedang ada singa betina yang siap untuk menerkamnya.
"I..iya saya tau maaf tapi jujur saja saya merasa tidak rela kalau harus membiarkan Luna pergi dari rumah ini sekarang nyonya Elena".
"Apa kau tidak dengar apa yang baru saja kukatakan padamu atau perlukah aku mengulanginya lagi".
"Tapi kalau anda membawa Luna berati anda harus melaksanakan perjanjian yang sudah kita sepakati diawal nyonya".
Elena mendengus mendengar perkataan terakhir Dion itu dan merasa semakin marah pada pria tua itu sekarang karena diotaknya hanya berisi uang uang dan uang tidak memikirkan putrinya sama sekali.
"Jadi kau masih kekeuh dengan rencana perjanjian kita itu Dion?".
Dion mengangguk.
" Tentu saja.Karena saya butuh uang itu untuk membuat perusahaan yang sudah saya bangun dengan susah payah seumur hidup saya harus tetap bisa bertahan.bagi saya perusahaan itu adalah segalanya",tegas Dion Lancaster.
"Jadi begitu,baiklah tapi aku menambahkan satu syarat lagi padamu sekarang bagaimana?".
Mendengar itu Dion terlihat semakin kesal karena merasa sudah cukup Elena Fox dan putranya Marvin dalam mempermainkannya selama ini.
"Syarat? Anda selalu meminta syarat kepada saya sementara saya anda biarkan menunggu .Apa ini sikap seorang pengusaha besar Elena Fox!",jawab Dion dengan nada keras kepada Elena Fox.
Elena Fox tetap dengan sikapnya semula yang dingin dan elegan sama sekali tidak terpengaruh melihat pria paruh baya didepannya yang sudah mulai dikuasai emosi sekarang.
"Bukan aku yang mangkir dari perjanjian awal kita saat itu tapi dirimu.Aku sudah datang dengan surat perjanjian dan putraku tapi apa yang terjadi Putrimu kabur dihari pernikahannya. Sebagai seorang ibu dan rekan bisnismu aku sangat kecewa padamu, tapi aku masih berusaha memberimu kesempatan karena bagaimanapun aku adalah orang tua yang ingin membuat contoh baik untuk anak dan cucuku nanti dengan membuat putraku menghargai pernikahannya meski tidak sempurna waktu itu,tapi sepertinya hanya aku yang berusaha untuk membuat kita tetap menjadi keluarga sementara dirimu hanya memikirkan bagaimana caranya segera mendapatkan uang dariku bukan begitu tuan Dion Lancaster!",jawab Elena Fox dengan menatap tajam kearah pria paruh baya itu.
Dion terhenyak mendengar apa yang dikatakan Elena Fox ada sedikit rasa bersalah pada Luna karena apa yang sudah dilakukannya terhadap gadis itu tapi waktu mengingat hanya cara itu satu satunya yang bisa membuat perusahaannya yang berharga masih tetap bertahan Dion segera menepis rasa bersalahnya dan kembali mencoba membenarkan apa yang sudah dilakukannya pada Luna.
"Jadi karena anda sekarang sudah akan membawa Luna bisakah anda menepati janji anda nyonya Elena",ucap Dion tanpa perduli bagaimana nanti akibatnya pada hubungannya dengan Luna yang sudah hancur karena keegoisannya itu.
Elana Fox menarik nafas keras agar emosinya tidak sampai meledak saat itu meski dia benar benar ingin menghajar pria paruh baya didepannya ini sampai dia tidak bisa lagi bicara dan berjalan, tapi tentu saja dia tidak mungkin melakukannya karena masih banyak yang dipikirkannya kalau sampai dia benar benar berniat melakukan hal itu.
"Sudah kukatakan ada syarat tambahan yang harus kau setujui sebelum aku benar benar memberikan uang itu padamu".
"Katakan apa syaratnya karena aku sudah lelah dengan cara anda yang berbelit belit ini nyonya Elena!",balas Dion semakin kesal.
Deg
Tiba tiba saja Dion Lancaster merasa sudut hatinya terasa sakit mendengar syarat yang diajukan oleh perempuan paruh baya itu padanya dan merasa ingin mundur sekarang.
Sementara itu setelah mengatakan itu Elena Fox mengeluarkan buku cek dari tas tangannya lalu menandatanganinya dihadapan Dion Lancaster tanpa menuliskan nominalnya dan memberikannya pada pria paruh baya itu.
"Ini ceknya ,aku sengaja memberikanmu cek kosong supaya kau bisa mengisinya sesukamu,tapi setelah kau menuliskan nominal angka itu dicek ini hubunganmu dengan Luna Lancaster berakhir dan nominal yang kau tulis itu akan menjadi harga darah dagingmu yang kau jual padaku Dion".
Dion Lancaster terdiam dan tampak ragu menerima cek kosong dari tangan Elena Fox itu sekarang.
Tapi Elena Fox tidak perduli dengan ekspresi Dion Lancaster sekarang.
Dengan ekspresi dingin Elena Fox berdiri dari duduknya lalu memberikan cek itu ketangan Dion Lancaster yang masih terpaku waktu menerima cek itu dari Elena.
"Terimakasih sudah memberiku seorang putri yang cantik dan baik. Semoga dengan uang ini hidupmu menjadi lebih baik Dion",ucap Elena dengan mengambil tas tangannya karena bermaksud pergi dari sana tapi terhenti waktu mendengar ucapan Dion Lancaster.
"Apa aku sama sekali tidak boleh bertemu dengannya lagi selamanya nyonya Elena?",tanya Dion Lancaster dengan suara terdengar berat karena menahan perasaan sekarang.
"Tentu saja tidak boleh karena dia milikku dan anak anak yang akan dilahirkannya nanti tentu saja hanya akan menjadi cucuku.Aku benar benar tidak sabar ingin segera bisa menjadi seorang nenek untuk anak Marvin dan Luna. Karena sekarang itu tujuan ku disisa usiaku yang tidak lama lagi ini .Sementara perusahaan biarlah menjadi tanggung jawab Marvin saja mungkin juga Luna nantinya".
Dion terpaku mendengar itu perasaan sesak semakin kuat menghimpit dada tuanya tapi dia merasa sudah tidak bisa mundur lagi sekarang meski dia ingin, karena rasa egois lebih kuat menguasai tubuh tuannya itu.
"Kalau begitu maukah anda berjanji untuk berperilaku baik pada Luna nyonya",mohonnya pada Elena Fox yang hanya dibalas dengan senyuman sinis oleh perempuan paruh baya itu.
"Berhenti meminta padaku Dion karena kau sudah tidak punya hak.Apa yang akan kulakukan pada nya bukan lagi urusanmu meski aku akan menyiksanya nanti kau sudah tidak punya hak lagi untuk menolongnya.Hak mu sudah berakhir,ingat dia milikku sekarang".
"Anda bisa mengatakan semua ini karena anda punya uang nyonya tapi andai anda pernah berada diposisi saya anda pasti tidak akan bisa bicara seperti itu pada saya".
"Entahlah Dion,karena aku memang tidak ingin pernah berada diposisi mu dan tidak akan pernah berada diposisi mu kurasa selamanya",ucap Elena Fox dengan berjalan keluar rumah Dion Lancaster meninggalkan Dion yang terpaku ditempatnya dengan pikiran seperti benang kusut.
Mohon Like dan komennya, maaf kemalaman Upnya reader🙏🥰