Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
61.Pembicaraan Dion dan Marvin.


"Tuan Marvin kita sudah sampai",kata supir yang mengantarkannya kekediaman Dion dengan membungkuk hormat pada Marvin.


"Terimakasih kau tunggulah disini",perintahnya dengan berjalan masuk kehalaman rumah Dion Lancaster.


Sampai dia depan rumah dia langsung disambut oleh Dion sendiri yang sepertinya sudah menunggunya dari tadi.


"Tuan Marvin Fox",sapanya dengan mengulurkan tangannya kearah Marvin sebagai bentuk penyambutan.


"Tuan Dion",balas Marvin dengan menerima uluran tangan pria tua yang sudah jadi mertuanya itu.


"Aku senang kau berkunjung kemari".


ucapnya lagi dengan mengajak Marvin masuk kedalam rumahnya dan mempersilahkannya duduk.


"Aku harus melakukannya agar masalah ini tidak semakin berlarut larut".


"Masalah?Masalah apa itu?",tanya Dion bertanya meski dia sudah bisa menduganya.


"Anda pasti sudah mendengar tentang merger antara pihak Thomson dan GcG bukan?",tanya Marvin dengan menatap kearah Dion yang mengangguk mendengar ucapan Marvin.


"Iya lalu apa masalahnya dengan pihak perusahaanmu?".


"Saat anda mendengar merger mereka anda pasti sudah merasa curiga kalau merger mereka tidak murni bisnis".


"Jadi maksud mu ini sebuah misi balas dendam untuk pihak Marvin Corp?".


"Bisa dibilang begitu tuan Dion karena mereka dua perusahan dengan bidang yang sangat berbeda. Meski ada kemungkinan melakukan kerjasama tapi itu tetap sulit kalau seandainya mereka berdua dalam kondisi normal".


"Ya,aku mengerti dan sedikit banyaknya ini bersangkutan karena masalah Luna waktu itu bukan?".


"Iya dan anda yang membuat masalah ini menjadi membesar seperti ini".


"Aku tau dan karena itu aku masih merasa sangat bersalah pada kalian semua".


"Itu tidak akan membuat semuanya membaik karena sekarang pihak GcG sudah bergerak dengan bermaksud menumbalkan perusahaan Thomson yang punya dendam pada kami, jadi aku kemari ingin minta tolong pada anda tuan Dion".


"Tolong?,apa yang bisa aku bantu?".


"Bantu aku membujuk pihak Thomson untuk mundur dari perjanjiannya dengan pihak GcG secepatnya".


"Aku sudah mencoba tapi gagal dan Thomson semakin marah padaku".


Mendengar hal itu lalu Marvin membuka tasnya dan mengeluarkan berkas yang sudah disiapkannya untuk diberikannya pada Dion.


"Bacalah,itu adalah hasil penyelidikan kami tentang proyek kerjasama yang sedang mereka lakukan".


Dion segera membaca berkas itu dan langsung mengetatkan rahangnya karena ternyata proyek kerjasama antara GcG dan Thomson itu adalah proyek Fiktif belaka dimana pihak GcG hanya akan mengeluarkan dana sebanyak 20 persen dari proyek kerjasama mereka tersebut dan sisanya harus ditanggung oleh pihak Thomson dengan pembagian sama rata".


"Tapi...bagaimana bisa bukankah perjanjian mereka pasti sudah atas kesepakatan bersama dan Thomson juga sudah memikirkannya dengan baik waktu membuat perjanjian kerjasama ini".


"Ini adalah salinan kerjasama mereka yang diselipkan didalam perjanjian yang asli".


"Maksudmu Marvin?",tanya Dion tidak mengerti bagaimana mungkin pihak Thomson menandatangani 2 perjanjian yang sama tanpa sadar.


"Bujuk rayu perempuan dan minuman aku rasa itu yang pihak GcG lakukan karena itu pihak Thomson tidak tau ada 2 perjanjian sama yang ditandatanganinya".


"Oh tuhan dasar brengsek!",maki Dion kesal.


"Bukankah itu hal paling mudah untuk membuat orang lupa diri".


"Kau benar,lalu kenapa aku harus bisa membuat Thomson membatalkan perjanjian kerjasama ini?".


"Jadi...kau ingin aku melakukan ini adalah untuk membuat Marvin Corp tetap berada dipuncak Piramida".


"Tentu saja karena kalau sampai kami terkena masalah gara gara GcG dan Thomson rantai perekonomian kita akan bermasalah dan perusahaan perusahaan kecil seperti milikmu yang akan sangat merasakan imbasnya".


Dion menghela nafas dan dalam hati merasa kalah telak mendengar apa yang dijabarkan Marvin padanya karena memang itu yang akan terjadi pada perusahaannya yang baru saja mulai stabil setelah dia harus jungkir balik membuatnya pulih.


"Lalu apa yang akan kau berikan kalau aku berhasil menggagalkan rencana mereka ?",tanya Dion karena dia tau tidak mungkin Marvin datang meminta bantuannya hanya dengan tangan kosong.


"Ini",jawab Marvin dengan memberikan berkas lain pada Dion.


Dion mengambil berkas dihadapannya itu lalu mulai membacanya dengan serius.


"Ini...apa kau yakin akan melakukan hal ini kalau aku berhasil menggagalkan kerjasama pihak Thomson dan GcG?".


"Iya.. aku yakin".


"Tapi...5 persen saham Marvin .Corp apakah itu tidak terlalu banyak hanya untuk pertolongan ini?",tanya Dion terdengar ragu menyetujui niat Marvin meski itu sangat menguntungkan baginya karena 5 persen saham Marvin Corp setara dengan 35 persen saham diperusahaannya dan itu bukan jumlah yang kecil sebagai sebuah ucapan terimakasih.


"Tidak, itu sepadan dengan permintaanku kali ini dan aku rasa kalau kau memiliki 5 persen saham di Marvin .Corp kau tidak perlu jungkir balik lagi bekerja untuk mempertahankan kestabilan perusahaanmu".


"Maksudmu?".


"Kalau kau mau kau bisa menggunakan dana itu sebagai dana pensiun mu Dion".


Dion Lancaster terdiam dan mulai paham maksud sebenarnya pria muda itu menawarinya saham miliknya.


"Lalu kalau aku pensiun, bagaimana dengan perusahanku?",tanyanya dengan menatap kearah Marvin.


"Aku tidak akan memaksamu untuk membuat perusahaan mu menjadi bagian Marvin .Corp karena kau masih punya Luna sebagai pewarismu jadi aku menawarkan kesepakatan itu untuk kau pikirkan matang matang dan kau bisa menjawabnya kalau kau sudah punya keputusan".


Dion menatap kearah Marvin dengan tatapan kagum karena meski masih muda dia sangat pandai bernegosiasi.


"Kau sangat lihai bernegosiasi,kenapa bukan kau saja yang mengatakan semua ini pada Thomson?".


"Aku bukan orang yang memulai masalah jadi bukan kewajibanku membereskannya".


Dion menghela nafas keras mendengar apa yang dikatakan Marvin dipikirnya Marvin tidak sama dengan Elena Fox sang mama tapi ternyata sama saja hanya cara mereka menyelesaikan masalah sedikit berbeda.


"Jadi kau sengaja melakukan hal ini untuk menghukumku begitu?".


"Tidak tuan Dion tapi aku melakukannya karena aku masih memandang anda sebagai ayah Luna".


"Yah...meski ini menyebalkan tapi aku memang yang memulai masalah dengan pihak Thomson jadi baiklah aku akan menyelesaikannya sendiri dan kau


tunggu saja khabar baiknya dariku nanti".


"Tentu saja tuan Dion".


"Baiklah sepertinya pembicaraan awal kita cukup lancar dan Kita bisa melanjutkannya nanti lagi karena sekarang sudah tiba waktunya makan siang jadi ayo kita makan bersama dirumahku karena Mery sudah susah payah memasak untuk kita",ajak Dion dengan berjalan masuk kedalam ruang makan keluarga Lancaster yang diikuti Marvin dari belakang.


" Tuan Marvin",sapa perempuan berperawakan subur itu dengan menunduk hormat pada Marvin dan Dion.


"Luna menitipkan salam untukmu Mery",balas Marvin yang membuat wajah Mery yang semula datar berubah menjadi cerah waktu mendengar apa yang dikatakan Marvin.


"Benarkah tuan? kalau begitu tolong sampaikan salam balik saya untuk nona Luna",jawab Mery yang diangguki oleh Marvin.


"