Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
47.Bujukan Luna.


Setelah mengatakan itu Elena Fox lalu pergi meninggalkan mereka berdua untuk masuk kedalam kamarnya.


"Vin...",panggil Luna tapi sebelum Luna selesai bicara Marvin segera menarik Luna untuk mengikutinya kekamarnya yang ada dilantai dua.


Sampai didalam kamar baru Marvin melepaskan cekalan tangannya pada Luna.


"Kurasa kali ini mama sudah sangat keterlaluan",gerutunya kesal dengan menghempaskan tubuhnya keranjangnya.


Luna mengikuti Marvin lalu duduk ditepi ranjan,berniat membujuk Marvin agar berhenti kesal pada mamanya.


"Vin tolong dengarkan dulu.Aku tau kamu kesal dengan apa yang mama lakukan tapi itu juga tidak salah Vin yang membuat mama kesal memang aku jadi wajar kalau mamamu bersikap seperti ini sekarang padaku ".


Tiba tiba Marvin menarik tangan Luna membuat Luna langsung terjatuh keatas ranjangnya.


"Tapi apa harus sampai seperti ini. Sengaja menyuruh kita tidur dikamar terpisah jujur saja aku tidak sanggup Luna".


Tiba tiba saja Luna mencubit perut Marvin dengan keras membuat Marvin terkejut dengan apa yang dilakukan Luna barusan.


"Auwww ****!itu sakit ",gerutu Marvin kesal.


"Rasakan karena kamu benar benar tidak peka!",jawab Luna kesal.


"Bagian mana dariku yang tidak peka padamu?!",tanya Marvin kesal.


"Bukan hanya padaku tapi pada mamamu!".


"Maksudmu?".


"Apa kau masih berpikir mamamu benar benar sejahat itu Vin".


"Kurasa iya tapi mungkin juga tidak".


"Dasar menyebalkan",gerutu Luna kesal dengan sikap Marvin yang hanya perduli pada kepentingannya sendiri.


"Maaf sayang kalau aku menyebalkan tapi itu memang terasa berat untukku setelah beberapa hari kemarin harus kehilanganmu dengan cara yang mengejutkan seperti itu lalu sekarang setelah kita bertemu tiba tiba mama meminta hal yang aneh pada kita .Bagaimana aku tidak kesal".


"Tapi kita tetap akan sering bertemu Vin jadi...".


"Kapan?! waktu sarapan atau waktu sebentar sebelum tidur seperti ini?Aku tidak mau!".


"Baiklah kalau begitu begini saja setiap malam setelah mamamu tidur aku akan datang kekamarmu dan sebelum mamamu bangun aku akan kembali kebawah bagaimana?",saran Luna.


Marvin terdiam tapi tiba tiba tersenyum mendengar ide Luna itu.


"Sepertinya akan sangat menyenangkan melakukan itu".


"Tapi kuharap kau jangan berusaha protes lagi pada mamamu".


"Kenapa?".


Mendengar itu Marvin langsung menarik Luna kedalam pelukannya.


"Maaf sayang telah egois padamu.Aku tau apa yang sudah kau alami ini pasti sangat berat dan aku menambahinya dengan keinginan anehku barusan".


"Tidak Vin karena jujur saja aku juga tidak sanggup kalau malam harus tidur sendiri setelah mengalami hal buruk seperti itu,jadi meski hanya bisa bersama malam hari aku sudah merasa sangat bersyukur".


"Baiklah kalau begitu malam ini kau langsung tidur saja disini karena mama juga tidak mungkin mencarimu lagi dijam seini".


"Tapi mamamu belum makan malam Vin dia pasti masih akan keluar kamarnya lagi untuk makan malam".


"Jangan pikirkan itu, dirumah ini ada banyak pembantu yang akan melayaninya malam ini sebaiknya kau layani saja aku karena aku tadi sudah membantu menggantikan tugasmu untuk mengantar nyonya besar Sampai rumah jadi sekarang aku mau kau memberiku upah karena tadi sudah bekerja keras ",ucap Marvin dengan mulai me mengungkung tubuh Luna dibawahnya.


"Bukan aku yang minta tapi kau yang mau,jadi aku tidak punya kewajiban untuk memberimu upah Vin, selain itu aku juga belum mandi jadi aku ingin mandi lalu...".


"Mandi?Baiklah ayo kita mandi bersama sekarang,itu akan lebih menghemat waktu dan yang pasti lebih menyenangkan",ucap Marvin dengan menggigit ujung telinga Luna membuat tubuh Luna langsung berdesir hanya karena godaan kecil yang Marvin lakukan padanya.


Sebelum Luna protes lagi tiba tiba Marvin bangkit lalu langsung membopong tubuh Luna dan membawanya kekamar mandi.


Kali ini Luna menurut karena dia juga merindukan Marvin,karena dia tau setelah malam ini dia akan cukup sibuk dengan Elena Fox nantinya yang dia yakini pasti akan sengaja membuatnya cukup kesusahan nanti.


Marvin sengaja mengisi air hangat didalam bathup bermaksud mengajak Luna berendam setelah mengalami waktu yang berat beberapa hari ini rasanya berendam berdua dengan saling berpelukan itu terasa sangat menyenangkan.


"Mau membantuku melepas baju ku sayang",pinta Marvin setelah menurunkan Luna kelantai kamar mandi sambil menunggu air dalam bathup penuh.


"Baiklah bayi besar sini aku bantu",balas Luna dengan menarik Marvin mendekat dan mulai melepaskan kancing kemeja Marvin satu persatu sampai bawah lalu melepaskan kemeja itu dari tubuh Marvin.


Setelah baju Marvin terlepas kini giliran celana panjang pria itu yang dilepas Luna tanpa ragu hingga hanya menyisakan boxer pendek yang dipakainya .


"Sekarang giliran ku membantu mu",ucap Marvin lalu mulai melakukan apa yang tadi Luna lakukan tapi setelah hanya sisa pakaian dalamnya saja Marvin tidak berhenti melainkan tetap membantu Luna melepaskannya dengan sengaja membuat gerakan menggoda yang dilakukannya dengan cara perlahan membuat Luna sampai menggigit bibir bawahnya karena Marvin sengaja berlama lama waktu harus melepas bra miliknya dengan sengaja membelai dan mere*as juga memi*Lin bagian dada Luna yang terpampang indah didepannya.


"Vin...",panggil Luna dengan mencengkram kedua lengan Marvin kuat karena merasa apa yang Marvin lakukan membuat tubuhnya berdesir hebat.


"Tinggal yang terakhir sayang aku akan membantumu melepaskannya juga, baru setelah itu ayo kita mandi",ucap Marvin dengan perlahan menurunkan tangannya kepenutup akhir milik Luna dan sebelum melepaskannya Marvin sengaja membe*ai bagian itu dari luar terlebih dahulu membuat Luna semakin keras mencengkramkan jemarinya kelengan Marvin dengan nafas yang terdengar mulai memburu karena harus menahan hasratnya yang mulai naik.


"Vin...",panggil Luna dengan suara setengah menggeram karena Marvin belum juga melepaskan bagian itu tapi hanya terus menggerakkan jarinya dengan gerakan semakin menggoda, bahkan Marvin sengaja menyelipkan jemari tangannya yang lain ke dalam pa*tat Luna dengan memberikan re*asan lembut disana membuat Luna akhirnya tidak tahan lagi lalu menarik tengkuk Marvin dan mulai me*umat bibir tipis Marvin dengan panas.


Melihat hal itu Marvin segera membalas apa yang dilakukan Luna dengan sama panasnya.


Kali ini Luna seperti ingin menghabisi bibir Marvin membuat Marvin sedikit terkejut dengan sikap agresif yang ditunjukan Luna padanya malam ini.


"Sayang....",panggil Marvin dengan suara mulai parau disela sela penyatuan panas bibir mereka.


"Aku merindukanmu Vin",Ucap Luna tanpa malu malu lagi membuat Marvin senang mendengarnya.


"Aku juga Merindukanmu Luna",balasnya dengan menarik Luna masuk kedalam bathup yang sudah terisi penuh air hangat dan sabun aroma terapi itu.


Jangan lupa like dan koment kalian tlya reader🥰