
"Selamat pagi ma",sapa Marvin pada Elena Fox yang sedang duduk direstoran hotel.
Elena menatap kearah Marvin lalu keLuna yang berdiri disamping Marvin dengan tangan Marvin melingkari pinggang Luna mesra.
"Kapan kau sampai disini?",tanya Elena dingin.
"Tadi malam setelah aku menghubungi pengawal mama untuk menanyakan dimana keberadaan mama dan Luna".
"Lalu apa kau tidur dikamarnya?",tanya Elena Fox masih dengan ekspresi dingin.
"Iya lalu dimana lagi.Aku sengaja meminta kunci cadangan pada pegawai hotel agar bisa masuk kedalam kamar Luna karena Luna tidak bisa dihubungi".
"Kalau begitu cepat sarapan lalu ayo kita berangkat karena perjalanan kita masih cukup jauh".
perintahnya pada mereka, yang diangguki oleh Luna dan Marvin dengan duduk satu meja dengan Elena Fox lalu meminta pelayan membawakan sarapan mereka.
Mereka sarapan dengan diam karena meski tidak bersuara tapi Elena Fox terlihat tidak suka melihat kemesraan yang ditunjukan Marvin pada Luna jadi setelah Elena selesai memakan sarapannya Elena langsung berdiri.
"Ayo kita berangkat",ajakn.ya
"Sebaiknya dari sini kita menggunakan Heli saja ma supaya bisa cepat sampai",saran Marvin.
Mendengar itu Elena fox segera menggeleng.
"Aku tetap akan pulang dengan mobil kali ini.Kalau kau ingin naik Heli pergilah kuyakin kau sekarang seharusnya berada dikantor bukan".
"Aku sudah menyuruh wakilku untuk menghandle pekerjaan hari ini karena aku ingin mengantar kalian pulang dengan selamat".
"Aku rasa tidak perlu para pengawal mama dan Luna saja sudah cukup yang mengantar mama pulang jadi pergilah sekarang sendiri".
"Ma...berhenti keras kepala.Apa mama sama sekali tidak perduli dengan kondisi Luna yang kelelahan".
"Bukan aku yang membuat Luna kelelahan tapi kau.Aku sudah sengaja menyuruhnya istirahat tapi kau yang datang untuk mengganggunya jadi kau masih berani menyalahkanku".
Marvin ingin kembali menjawab Elena Fox tapi segera dicegah Luna.
"Vin stop.Aku sudah berjanji dengan nyonya Elena untuk mengantarnya sampai rumah dengan mobil jadi akan kutepati dan kau juga sebaiknya pergi sekarang bukankah kau punya tanggung jawab sebagai pemimpin perusahaan".
"Masalah itu sudah aku bereskan karena bagiku sekarang yang penting adalah melihat kau dan mama sampai rumah dengan selamat".
"Aku pasti baik baik saja.Nyonya Elena..".
"Bisakah kau berhenti memanggilnya seperti itu Luna"potong Marvin tiba tiba membuat Luna langsung terdiam.
"Panggil dia mama karena dia juga mamamu setelah kita menikah bukan".
Luna tampak ragu untuk melakukan apa yang diperintahkan Marvin, meski dia ingin tapi dia tidak mau melakukannya tanpa perintah langsung dari Elena Fox untuk menghindari perempuan paruh baya itu kesal padanya.
"Aku belum menyetujui dia masuk dalam keluarga kita jadi dia belum punya hak untuk memanggilku mama",jawab Elena Fox dengan menatap dingin kearah Luna seolah tatapannya mengatakan 'jangan berani kau memanggilku mama sekarang!'.
"Mama berhenti bertingkah kekanakan seperti itu,akan aneh rasanya kalau Luna harus memanggil mama nyonya sementara dia itu istriku menantu mama",bujuk Marvin.
"Bukan aku yang memulai semuanya jadi seperti ini,tapi kalian!",balas Elena Fox dengan berjalan keluar dari Restoran Hotel tanpa menoleh kearah Marvin dan Luna lagi.
"Vin hentikan jangan membuat mamamu menjadi semakin kesal hanya karena masalah sepele ini".
"Itu bukan sepele Luna , tapi mama sengaja melakukannya untuk membuatmu kesal padanya lalu kenapa kau malah tidak menolaknya!",gerutu Marvin kesal.
"Sudahkah sebaiknya sekarang kita berangkat saja dan membahas ini nanti lagi".
Setelah mengatakan itu Luna segera mengikuti langkah Elena tanpa perduli Marvin kesal melihat hal itu.
"Mari saya bantu nyonya",ucap Luna dengan membantu Elena masuk kedalam mobil yang tidak ditolak oleh Elena.
Tapi waktu dia bermaksud masuk ketempat supir tiba tiba Marvin melarangnya.
"Biar aku saja yang melakukannya sekarang kau duduklah disamping ku",perintahnya yang ingin ditolak Luna tapi Marvin sudah menarik Luna untuk masuk dipintu samping supir.
Luna masih ingin protes tapi waktu melihat Elena Fox hanya diam saja melihat Marvin menggantikannya menyupirkan mobil untuk mereka akhirnya Luna menurut.
"Kalau kau lelah istirahatlah saja karena perjalanan kita masih cukup jauh",ucap Marvin dengan mengecup sekilas bibir Luna dihadapan Elena Fox yang hanya menatap diam dengan apa yang dilakukan Marvin padanya tapi tetap membuat Luna merasa tidak nyaman pada perempuan tua itu.
"Vin...",tegurnya yang dijawab Marvin hanya tersenyum kecil lalu mulai menghidupkan mobil dan mulai menjalankannya meninggalkan tempat itu.
***
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam dengan mobil akhirnya mereka tiba dirumah keluarga Fox.
Melihat mobil Elena Fox berhenti pelayan rumah lalu menghampiri mobil perempuan itu dan bermaksud membantunya turun tapi segera ditolak oleh Elena Fox.
"Biar dia saja yang membantuku",ucapnya dengan menunjuk kearah Luna.
Marvin yang melihat apa yang dilakukan sang mama pada Luna ingin protes tapi kembali dilarang Luna.
"Tidak papa Vin",bisiknya dengan turun lebih dulu dari mobil lalu membantu Elena Fox turun.
Meski kesal tapi Marvin tetap mengikuti mereka dari belakang.
"Mulai hari ini kau menjadi asisten pribadiku dan kau bisa tidur dikamar yang bersebelahan dengan kamarku",ucap Elena Fox pada Luna.
Marvin yang mendengar hal itu tidak bisa lagi menahan kekesalannya pada sang mama.
"Ma kurasa mama sudah sangat keterlaluan sekarang.Luna itu istriku menantu mama tapi kenapa mama malah memperlakukannya seperti pegawai mama!",hardiknya kesal.
Mendengar itu Elena Fox menatap Marvin tajam.
"Aku tidak menentang itu tapi aku tidak akan begitu saja menyetujui dia menjadi anggota keluarga Fox.Selain itu dia kemari bersamaku aku sudah mengeluarkan uang cukup banyak untuk menebusnya dari Dion jadi sudah sepantasnya kalau dia tidak hanya berdiam diri saja disini".
"Ma!".
"Vin tolong hentikan!Aku sendiri yang mengatakan pada nyonya Elena ingin melakukan sesuatu untuk membalas kebaikannya".
"Tapi mama sudah keterlaluan Luna!Kalau kau menjadi asisten pribadi mama itu berarti kita akan semakin sulit bertemu karena kau pasti harus tinggal disini untuk menemani mama bukan?!".
"Kalau kau merasa itu merepotkan kau bisa ikut tinggal disini bersama kami apa susahnya",jawab Elena Fox yang membuat Marvin langsung terdiam.
Elena menatap mereka berdua secara bergantian.
"Kau bisa langsung pulang kesini setiap pulang kerja dan tidur dikamarmu".
"Kalau begitu Luna tidur saja dikamarku ma untuk apa dia harus tidur dilantai bawah bukan malah di kamarku".
"Sebagai asistenku dia harus siap setiap kali aku membutuhkannya".
"Tapi kami suami istri ma,Apa wajar kalau kami harus tidur dikamar terpisah nantinya?".
"Jangan pura pura bersikap bodoh dengan mengatakan itu pada mama Vin karena itu membuat mama menjadi semakin kesal padamu!".
Tinggalkan Like dan komen kalian reader 🥰