
"Selamat pagi ma",sapa Marvin dengan berjalan bersama Luna menuju ruang makan tempat Elena Fox sudah duduk untuk sarapan.
"Hemm",jawab Elena Fox dengan menatap kearah mereka berdua tanpa komentar.
"Hari ini aku akan kekantor dan nanti sore akan mulai pulang kesini".
"Terserah kau saja",balas Elena Fox dengan meminta pelayan mengambilkan sarapan untuknya dan sengaja bersikap tidak perduli pada apa yang dikatakan Marvin.
"Hari ini apa ada yang ingin anda lakukan nyonya?",tanya Luna pada Elena Fox.
" Tentu saja ada kita akan mulai mengatur jadwalmu sebagai asistenku setelah sarapan".
"Baik nyonya".
Marvin tidak lagi protes melihat interaksi yang terasa janggal antara sang mama dan Luna itu karena dia ingin mencoba menghormati keinginan Luna yang ingin membuat Elena Fox mencintainya dengan caranya sendiri.
Setelah selesai sarapan Marvin berpamitan pada Elena dengan mengecup sayang kedua pipi perempuan paruh baya itu lalu mengecup bibir Luna dan tidak perduli meski ada Elena Fox disana karena Elena Fox juga hanya menatap diam dengan apa yang dilakukan Marvin pada Luna.
"Sampai jumpa sore nanti sayang",ucap Marvin yang diangguki oleh Luna.
Setelah Marvin pergi kekantor Elena juga berdiri dari ruang makan yang langsung diikuti oleh Luna dengan berjalan dibelakangnya.
"Kita keruang kerjaku",ajaknya.
"Baik nyonya",jawab Luna dengan mengikuti Elena Fox masuk kedalam ruang kerja perempuan itu.
Elena duduk dimeja kerjanya dengan Luna dihadapannya.
"Hari ini ikut aku kekantor Marvin",ucap Elena yang membuat Luna langsung menghentikan niatnya untuk menulis jadwal Elena di ipads.
"Kekantor Marvin tapi untuk apa nyonya?",tanya Luna bingung.
"Untuk menyeleksi calon sekretaris Marvin yang baru".
Luna langsung terdiam mendengarnya dan baru ingat kalau semula sekretaris Marvin adalah diri nya.
"Baik nyonya",jawab Luna.
"Sekarang bersiaplah",Perintah Elena yang diangguki oleh Luna.
***
Mereka berdua berangkat dengan Luna yang membawa mobil sesuai permintaan Elena meski supir pribadinya sudah berniat mengantarkannya tapi Elena Fox menolak dan meminta Luna yang menyupirinya kekantor Marvin.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit mereka tiba dikantor Marvin Corps.
Semua orang dikantor langsung menunduk hormat begitu melihat Elena Fox berjalan masuk kedalam gedung kantor besar miliknya itu.
"Selamat pagi nyonya besar",sapa mereka yang dijawab anggukan oleh Elena.
"Kita kekantor Garend",perintah Elena Fox pada Luna yang diangguki oleh Luna dengan mengikuti Elena Fox naik menuju kekantor Garend.
Sampai dikantor Garend pria muda itu tampak terkejut melihat perempuan cantik yang bersama Elena Fox.
"Dia siapa Tante?",tanya Garend langsung karena merasa penasaran Elena Fox ditemani seorang perempuan muda semantara selama ini dia kemana mana sendiri.
"Sekretaris pribadiku",jawabnya yang langsung diangguki oleh Garend tanpa banyak tanya lagi karena sepertinya Elena Fox memang tidak berniat menjelaskan panjang lebar tentang itu padanya.
Garend yang memang belum pernah melihat langsung wajah Luna tanpa makeup dulu karena itu dia tidak mengenali Luna waktu Luna berubah kepenampilan aslinya seperti sekarang.
"Aku ingin kamu membantuku mencarikan calon kandidat sekretaris untuk Marvin".
"Sekretaris?Bukankah sudah ada Luna jadi untuk apa Marvin mencari sekretaris lagi".
"Luna sudah tidak bisa menjadi sekretaris Marvin lagi karena aku khawatir akan menjadi masalah dikemudian hari kalau para wartawan atau saingan bisnis Marvin Corp tau siapa Luna sebenarnya".
"Oh..aku mengerti Tante jadi apa ada kriteria khusus yang Tante ingin kan untuk pengganti Luna Tante?".
"Iya ada ..mereka harus cantik berpenampilan menarik dan juga pintar serta berpengalaman dalam menjadi sekretaris".
Luna sedikit terkejut mendengar kriteria sekretaris yang diminta Elena untuk Marvin tapi untuk protes juga tidak bisa karena sepertinya Elena tidak ingin orang orang tau siapa dirinya sebenarnya dilihat dari dia tidak mengenalkannya pada Garend yang orang dekatnya sekarang.
"Lalu anda ingin Marvin punya berapa sekretaris Tante?".
"Aku butuh 2 Sekretaris untuk Marvin".
"Baik Tante saya akan pasang lowongan perekrutan dan saat seleksi nanti saya akan menghubungi anda untuk melihat sendiri perekrutan itu".
"Baiklah kalau begitu masalah ini kuserahkan padamu Garend".
"Iya Tante".
Setelah itu Elena mengajak Luna pergi dari kantor Marvin.
"Kita akan kemana lagi nyonya ?",tanya Luna dengan melajukan mobilnya meninggalka kantor Marvin Corp.
"Ke spa lalu setelah itu aku harus menghadiri arisan dengan teman temanku".
"Baik nyonya".
Sesuai permintaan Elena Luna melajukan mobilnya menuju spa terbaik dikota itu.
"Selamat datang nyonya",sapa pegawai spa pada Elena dengan ramah karena sepertinya Elena adalah pelanggan tetap ditempat itu.
"Ya...tolong layani aku dan juga asistenku sekarang",pintanya membuat Luna kembali terkejut dengan kelakuan Elena tapi memilih menurut dengan spa bersama perempuan paruh baya itu.
Menjelang makan siang mereka selesai melakukan spa.
"Kita akan kemana lagi nyonya?",tanya Luna pada Elena Fox.
"Aku ingin makan siang sebelum pergi ke salon untuk bersiap pergi kumpul kumpul dengan teman temanku".
Mendengar itu Luna mengangguk lalu melajukan mobil perempuan itu menuju restoran yang diinginkan Elena.
"Masuklah untuk makan tapi jangan duduk satu meja denganku",perintahnya yang diangguki Luna dengan mengikuti Elena Fox masuk kedalam restoran itu dan duduk dimeja terpisah dengan Elena Fox sesuai dengan keinginan perempuan itu.
Selesai makan Luna kembali mengantar Alena fox ke salon seperti perintahnya tadi setelah selesai dari salon langganan perempuan itu Luna kemudian mengantar Elena Fox ke Restoran tempat dia dan para teman temannya akan bertemu.
temani aku masuk tapi duduklah dikursi lain",perintahnya yang lagi lagi diiyakan oleh Luna dengan memilih duduk di sudut cukup jauh dari kelompok Elena Fox
"Nyonya Elena Fox senang bertemu dengan anda sapa mereka semua dengan ramah".
"Aku juga",sapanya lalu duduk dikursi yang sudah dikhususkan untuknya.
Mohon tinggalkan like dan komennya reader🥰🥰