
Marvin menyandarkan kepalanya kesofa hotel dengan tangan berada diatas dahinya.
"Akhirnya semuanya selesai juga",gumamnya setelah tadi sore Thomson dan dirinya menandatangani kesepakatan kerjasama mereka lalu setelah itu dia membereskan berkas berkas yang bersangkutan dengan itu dan baru saja selesai dengan mengirimkan filenya kepada Garend.
Marvin merabanya kantong celana panjangnya untuk mengambil ponselnya karena dia bermaksud menghubungi Luna untuk memberitau kalau besok pagi dia akan kembali kerumah dan dinasnya akhirnya selesai.
"Tut .Tut...".
Marvin mengerutkan keningnya karena Luna tidak mengangkat panggilannya.
"Apakah dia sudah tidur?", gumam Marvin dengan memeriksa jam dipergelangan tangannya yang menunjukan pukul 22.30
"Ternyata memang sudah cukup malam",gumamnya dengan meletakkan kembali ponselnya dan memilih membersihkan diri lalu bermaksud istirahat karena besok pagi dia bermaksud pulang kerumah dengan pesawat paling pagi.
***
Sementara itu disebuah Club malam tampak seorang pria seusia Marvin sedang terlihat sangat kesal marah.
"Brengsek!!!dasar Marvin keparat!!!",teriaknya dengan melemparkan gelas minumannya kelantai hingga pecah berantakan,membuat perempuan bayaran yang menemaninya minum serta teman minumnya menjadi terkejut dengan apa yang dilakukan pria bernama Carlos direktur GcG group karena Thomson membatalkan perjanjian kerjasama yang mereka lakukan dengan tiba tiba kemarin ".
"Carlos kalau kau mengamuk seperti itu tidak akan menyelesaikan masalahmu yang ada kau akan diusir dari Club ini karena sudah membuat pengunjung lain ketakutan",ucap Carles Grand pria teman minum Carlos malam itu.
"Beraninya kau menegurku ini semua terjadi juga karena kebodohanmu brengsek!!",makinya dengan mencengkram kerah kemeja Carles kuat membuat Carles Grand sampai sedikit tercekik karena apa yang dilakukan Calon itu.
"Jangan menyalahkan aku Carlos!Aku sudah melakukan sesuai kesepakatan kita tapi mana aku tau kalau ternyata Marvin sibrengsek itu yang ada dibelakang Dion selama ini!",bentaknya balik dengan menghentikan tangan Carlos dari kerah kemejanya lalu merapikannya kembali setelah Carlos melepaskannya.
"Kenapa kau bisa sampai teledor seperti itu bukankah aku sudah menyuruhmu untuk membuat ayahmu yakin dengan rencana kita ini!".
"Sudah kukatakan aku tidak tau kalau Marvin yang berada dibelakang Dion kenapa kau masih terus saja menyalahkan aku.Disini bukan hanya kau yang mengalami kerugian aku juga karena akibat masalah ini papaku memberiku peringatan keras dengan membatasi kartu kreditku hingga aku harus menahan diri tidak bisa bebas lagi bersenang senang seperti biasanya".
"Dasar pria tidak berguna.Kalau saja tidak ada ayahmu yang handal itu aku yakin kau sekarang sudah menjadi gembel dijalan karena itu Luna tidak tertarik padamu".
"Brengsek beraninya kau menghinaku seperti itu selama ini aku sudah banyak membantumu hingga kau bisa bertahan sampai detik ini didunia bisnis tapi kau malah menganggapku tidak berguna!",bentak Carles dengan balik mencengkram kerah kemeja Carlos.
"Baiklah... baiklah kuakui kau sudah banyak membantuku selama ini meski kita sama sama mendapatkan keuntungannya.Tapi permasalahannya sekarang bukan itu tapi bagaimana caranya aku bisa menghancurkan Marvin Fox".
Carles Grand menyandarkan tubuh tambunnya kesofa mencoba berpikir.
"kalau melalui jalan bisnis sepertinya sulit karena posisi mereka sangat kuat meski aku yakin dia banyak berkorban untuk membuat papaku bersedia bekerja sama dengannya".
"Tentu saja dia banyak berkorban karena dia sampai membagi kerjasama proyek Hotel Stradivarius yang merupakan salah satu proyek terbesar tahun ini dengan perusahan kecil seperti milik ayahmu".
"Karena itu akan sulit kalau membujuk ayahku lagi untuk menolak tawaran Marvin karena tawaran itu sangat menggiurkan dan kalau papaku melepaskannya itu berati papaku bo*oh".
"Kau benar andai aku jadi ayahmu pun aku pasti akan memilih menerima tawaran Marvin yang sudah pasti menguntungkan dalam segala hal dari pada apa yang aku tawarkan padanya".
"Lalu bagaimana caranya membuat Marvin Fox tidak lagi bisa tertawa puas seperti sekarang?",ucap Carles Grand terlihat berpikir keras begitupun Carlos.
"Ada apa?",tanyanya heran dengan perubahan ekspresi Carlos.
"Aku mendapatkan solusi bagaimana mengatasi Marvin Fox",ucapnya dengan tersenyum licik.
"Bagaimana caranya?",tanya Carles Grand penasaran.
"Kemarilah",perintahnya dengan menarik kemeja Carles Grand agar mendekat condong kearahnya kemudian Carlos membisikkan rencana yang baru didapatkanya ketelinga Carles Grand.
Carles Grand langsung mengerutkan keningnya mendengar rencana Carlos untuk menghancurkan Marvin.
"Apa itu tidak keterlaluan Carlos bagaimana kalau itu malah membuat kita terlibat masalah hukum serius".
"Hey gendut kenapa kau takut,kita hanya memberikan uang pada seseorang yang mau melakukan itu bukan kita sendiri yang melakukannya jadi jangan khawatir seperti itu".
"Tapi itu tetap saja beresiko Carlos dan resiko nya bersangkutan dengan hukum''.
"Lalu memangnya selama ini apa yang kita lakukan tidak bermasalah dengan hukum?".
"Tapi ini berbeda".
Carles Grand masih tampak ragu untuk mengikuti rencana Carlos.
"Kau ingat apa yang terjadi padamu karena kau berniat membawa Luna saat itu bukan".
"Tentu saja aku ingat bagaimana aku bisa lupa dengan kejadian yang membuat aku terbaring beberapa Minggu dirumah sakit karena hajaran nenek tua ibu Marvin itu".
"Jadi apa kau akan terus diam saja dengan tidak membalas apa yang sudah mereka lakukan padamu saat itu?".
"Tentu saja aku ingin membalasnya Carlos aku tidak akan pernah melupakan hal itu sampai kapanpun, tapi yang melakukannya Elena Fox bukan Marvin".
"Apa bedanya, mereka berdua Carles itu satu paket kalau kau membalas apa yang dilakukan mamanya pada Marvin itu malah akan membuat Elena Fox lebih sengsara dibandingkan kau membalasnya langsung pada Elena Fox dan aku yakin akan sulit karena Elena Fox bukan perempuan biasa".
Carles Grand kembali terdiam mendengar ucapan Carlos dan mulai terhasut tapi masih ragu.
"Bagaimana kalau Papaku tau aku melakukan ini?",ucapnya dengan ekspresi cemas.
"Dia tidak akan tau percayalah Carles. Seperti apa yang selama ini kita lakukan dia juga tidak pernah tau, jadi berhenti berpikir terlalu lama tapi ayo kita lakukan rencana ini".
"Kau yakin akan aman bukan Carlos?",tanya Carles Grand merasa masih tidak yakin.m tapi juga ingin melakukannya.
"Pasti aman percayalah",jawabnya dengan tersenyum penuh kelicikan kearah Carles Grand.
"Baiklah ayo kita lakukan seperti apa yang kau katakan barusan",balas Carles Grand yang akhirnya luluh dengan tipu muslihat Carlos sang penipu ulung hingga membuat Carlos tersenyum puas mendengar apa yang dikatakan pria bertubuh tambun itu dan sekarang rencananya untuk menghancurkan Marvin Corp tanpa melalui tangannya langsung akan segera dimulai meski dia akan cukup banyak kehilangan dari menghancurkan perusahaan Marvin Carlos tidak perduli karena dendamnya pada perusahaan Marvin Fox sudah mendarah daging.
Mohon like dan komennya reader 🥰🙏