
Marvin menarik Luna masuk kedalam bathup tanpa melepaskan penyatuan bibir mereka.
Kecipakan air terdengar cukup keras waktu kedua tubuh manusia beda jenis itu masuk secara bersama kedalam bathup yang tidak dikhususkan untuk dua orang tapi terpaksa harus mereka masuki bersama karena tidak ingin menunda kemesraan mereka sampai selesai membersihkan diri.
Sempitnya bathup seolah menjadi tantangan tersendiri untuk membuat kemesraan mereka semakin intens.
"Vin...",desis Luna saat merasakan gairahnya sudah tidak tertahan lagi dan berharap Marvin untuk segera melakukan penyatuan tubuh mereka.
Hemm"gumam Marvin dengan semakin kuat menyesap dada Luna seperti bayi yang sangat kehausan secara bergantian membuat Luna nyaris menggila karena harus menahan gairahnya yang seolah sedang sengaja dipermainkan Marvin dengan menunda keinginannya meski pria itu tau Luna sangat ingin segera menyatukan tubuh mereka.
"Pliss...", mohonnya dengan ekspresi mendamba pada Marvin.
"Sebentar sayang",jawabnya masih tetap melanjutkan apa yang dilakukannya karena baginya semua yang ada ditubuh Luna membuatnya candu Karena itu dia tidak ingin melewatkan dengan tidak menciumi seinci pun bagian tubuh Luna itu.
"Vin....",mohon Luna lagi dengan menarik Marvin semakin merapat kearahnya.
Kali ini Marvin tidak berniat menundanya lagi ditariknya Luna keatas pangkuannya setelah melepaskan penutup terakhir yang masih melekat ditubuh mereka lalu memulai penyatuan mereka.
Luna mendesis keras waktu merasakan bagian tubuh Marvin memasuki miliknya begitu juga Marvin langsung menggeram keras waktu merasakan hangat dan sempitnya milik Luna menjepit bagian intinya.
"Sayang ...",desis Marvin dengan memagut panas bibir Luna yang dibalas Luna dengan sama panasnya sementara bagian tubuh bawah mereka semakin dalam menyatu.
"kamu yang memimpin",ucap Marvin yang diangguki oleh Luna dengan bergerak diatas pangkuan Marvin membuat Marvin benar benar menggila.
"Vin....",desis Luna dengan nafas terengah engah membuat Marvin segera membangunkan Luna dan merubah posisi mereka sekarang dengan dia yang balik memimpin permainan.
Suara kecipakan air dalam bathup terdengar sangat keras tapi bagi mereka itu seperti musik merdu ditelinga mereka berdua yang beradu dengan suara nafas dan e*angan yang saling bersahutan.
Mereka berdua seolah tidak merasa lelah dan kesulitan melakukan permainan didalam bathup yang tidak terlalu luas itu.
Air dibathup yang semula hangat juga sudah berubah dingin tapi mereka tidak merasakannya lagi karena permainan yang mereka berdua lakukan sudah cukup membuat suhu tubuh mereka panas.
Mereka tidak ingat berapa lama mereka sudah bermain saat itu karena seolah semua rindu dan perasaan mereka melebur jadi satu dengan permainan mereka panas yang mereka lakukan.
"Vin...",desis Luna dengan mencengkram erat kedua bahu Marvin sebagai penumpu tubuhnya saat Marvin semakin cepat mengerakkan tubuhnya didalam milik Luna yang terasa semakin berdenyut bersama milik Marvin yang semakin mengembang dan hampir meledak menandakan mereka berdua akan mencapai puncak permainan untuk kesekian kalinya didalam bathub.
"Sayang.."Desis Marvin yang merasakan miliknya mulai menyembur keluar didalam milik Luna yang di sahuti Luna dengan desisan panjang sebelum mengejang bersama dengan Marvin.
"Vin",panggil Luna dengan nafas terengah engah setelah pelepasan yang baru saja mereka rasakan bersama.
"Ilove you Luna",ucap Marvin dengan mengecup bibir Luna yang membengkak karena terlalu banyak berciuman dengannya selama sesi percintaan mereka tadi.
"Ilove you too",balas Luna dengan tersenyum kearah Marvin meski nafasnya masih terengah.
"Terimakasih sayang",ucap Marvin yang dibalas Luna dengan senyum lemah karena tenaganya benar benar terkuras habis sekarang.
"Ayo kubantu mandi",ucap Marvin dengan mengangkat Luna ke shower untuk membilas tubuh mereka dari sisa percintaan panas barusan juga air sabun di bathup.
Setelah selesai membersihkan tubuh mereka berdua Marvin lalu kembali membopong tubuh Luna kekamar dan meletakkan tubuh polos Luna keranjangnya karena tau Luna kelelahan akibat dirinya barusan.
"Tidak perlu kita tidur begini saja malam ini",jawabnya dengan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.
"Tapi bagaimana kalau mama..".
"Sttt...berhenti memikirkan mama malam ini ayo kita tidur aku sangat lelah sekarang dan kuyakin kau juga sayang ",ajak Marvin dengan melingkarkan tangannya disekeliling tubuh Luna yang kali ini tidak ditolak Luna karena dia juga lelah dan butuh istirahat sekarang setelah perjalanan panjang tadi bersama Marvin dan Elena Fox.
***
Luna terbangun karena merasa tangan Marvin sedang menggerayangi tubuh polosnya dibalik selimut yang mereka pakai sekarang
"Vin...",protes Luna dengan mencoba menyingkirkan tangan Marvin yang semakin berani menyentuhnya.
"Hemm...", gumam Marvin tapi tidak berhenti melakukan apa yang dilakukan tangannya.
"Vin hentikan aku masih ngatuk sekarang",protes Luna dengan kembali mencoba menyingkirkan tangan Marvin dari bagian sensitif tubuhnya.
"Tidurlah aku hanya ingin bermain main saja sayang".ucap Marvin dengan mere*as apa yang bisa di re*as dan memilin apa yang harus dipilih ditubuh Luna
"Tapi ini sangat menggangguku",protes Luna dengan nafas mulai tercekat karena apa yang Marvin lakukan itu.
"Rasakan saja sayang jangan merasa terganggu",balas Marvin.
"Tapi Vin..."Desis Luna tidak sanggup lagi berpura pura tidak merasakan apa yang Marvin lakukan sekarang pada tubuhnya.
"Sayang....",ucap Marvin dengan semakin merapatkan tubuh Luna ketubuhnya hingga bagian tubuhnya yang sudah bangun sempurna tepat berada dibelakang pa*tat Luna yang sangat menggodanya.
"Sayang aku ingin dirimu lagi",ucap Marvin dengan sengaja menelusuri tengkuk polos Luna dengan bibirnya hingga membuat saraf saraf sensitif ditubuh Luna beraksi.
"Iya aku juga... menginginkanmu sekarang Vin".jawab Luna dengan suara setengah mendesis.
Mendapat lampu hijau dari Luna Marvin segera menyatukan tubuh mereka dengan mendorong masuk miliknya lewat bagian belakang tubuh Luna yang sudah tepat berada didepan miliknya.
"Vin...", desis Luna saat Marvin menghentakkan miliknya didalam milik Luna lalu mulai menggerakkan tubuhnya dengan gerakan beraturan dari lambat dan semakin cepat waktu merasakan dirinya dan Luna hampir mencapai puncak permainan mereka pagi itu yang memang sengaja melakukannya dengan cepat karena hari sudah cukup terang.
"Vin....",desis Luna karena merasa akan mencapai puncak permainan.
"Keluarkan sayang",jawab Marvin dengan semakin mempercepat permainan agar berhasil mencapai puncak bersama Luna karena dia juga merasa dirinya sudah hampir sampai dibatasnya.
"Luna....",desis Marvin saat merasakan miliknya menyembur keluar didalam milik Luna.
"Vin....",balas Luna dengan menarik kepala Marvin lalu memagut bibirnya sebagai tanda pelepasan mereka.
"Aku mencintaimu",ucap Marvin dengan melepas miliknya dari dalam milik Luna lalu membalik tubuh Luna untuk menghadap kearahnya.
"Aku juga mencintaimu Vin",balas Luna dengan membalas pelukan Marvin meski nafasnya masih belum normal.
mohon tinggalkan like dan komen kalian reader🥰🥰.