Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
34.Niat Marvin.


Dikantor Marvin***


"Bagaimana sudah kau kirim pesan pada Dion Lancaster Garend?",tanya Marvin.


"Sudah Vin,aku mengirim pesan seperti yang kau minta tadi".


"Lalu apa tanggapannya pada pesan itu?",tanya Marvin tidak sabar untuk menerima jawaban dari mertuanya itu.


Garend mengedikkan bahunya membuat Marvin langsung mengerutkan kening bingung.


"Maksudmu?",tanya Marvin lagi.


"Pihak Dion bilang sekarang tuan Dion nya tidak punya waktu untuk bertemu denganmu karena beliau punya hal penting yang harus dikerjakan jadi mungkin sampai akhir bulan ini beliau tidak bisa bertemu dulu denganmu karena tuan Dion sedang berada diluar kota".


Marvin mengetatkan rahangnya mendengar itu.


"Keluar kota?Kemana dia bukankah baru Minggu lalu dia menghubungi kita dan minta untuk segera bertemu".


"Itu benar tapi kau menolaknya bukan karena itu wajar kalau dia marah dan sekarang membalasnya padamu".


"Itu karena dia yang terlalu memaksakan keinginannya untuk bekerjasama dengan pihak kita sementara dari segi keuntungan yang ditawarkannya sangat kecil tentu saja aku enggan bekerja sama dengannya.Sebenarnya sekarang juga begitu tapi mengingat Luna adalah anaknya dan kemungkinan dia yang menangkap Luna jadi terpaksa aku bermaksud setuju dengan apa yang diajukannya waktu itu pada kita".


"Apa kau hanya memandang Luna saja karena itu mau bertemu dengannya?".


"Aku melakukan ini karena ingin mencoba berbicara baik baik dengannya sebagaimana layaknya rekan bisnis dan menantu".


"Jadi sekarang kau sudah mengakuinya sebagai mertuamu Vin".


"Itu adalah kenyataannya Garend.Tapi kalau dia sengaja menghindari ku seperti ini aku bisa memaksa datang kesana dan membawa Luna pergi bagaimanapun caranya".


"Jadi apa rencanamu sekarang karena dia menolak untuk bertemu denganmu".


"Aku akan menyuruh beberapa pengawal ku untuk menyelidiki kesana sambil menunggu bagaimana reaksi Dion Lancaster dalam beberapa hari ini.Dan besok pagi kau hubungi lagi pihak mereka katakan aku akan setuju bekerjasama dengan mereka apapun syaratnya asal dia mau bertemu denganku".


"Baik akan aku melakukannya Vin .Tapi apa tidak papa menunda beberapa hari bertemu dengan Dion.Apa kau tidak khawatir pada Luna, siapa tau saja Dion berbuat nekat dengan menyakiti Luna".


Marvin menghela nafas mendengar itu.


"Aku tau Luna bukan perempuan lemah Garend selain itu aku akan mengirim beberapa orang anak buahku untuk mengamati kondisi kediaman Lancaster agar kalau terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa Luna aku segera tau".


"Lalu apa kau baik baik saja tidak bertemu Luna sekarang?".


Mendengar itu Marvin menatap tajam kearah Garend.


"Tidak! kau pikir mudah berada dalam situasi ini",jawabnya dengan geram.


"Lalu kenapa kau tidak langsung pergi saja menemui Luna disana dan memilih menahan diri disini".


"Karena aku yakin dia tidak akan mengatakan tentang keberadaan Luna kalau aku sekarang pergi kesana sedangkan aku baru mencoba ingin bertemu dengannya untuk masalah bisnis saja dia sudah menolaknya".


"Sepertinya ini karma mu Marvin karena kau sempat menyakiti hati mamamu dengan mencoba mencari perempuan lain lagi sementara Tante Elena sudah susah payah mencarikan jodoh yang baik untukmu".


"Jangan bawa bawa mamaku dalam hal ini!",hardik Marvin kesal.


"Lalu apa itu berarti kau akan merahasiakan masalah ini darinya Vin?",tanya Garend.


"Oh syukurlah kalau begitu",jawab Garend lega.


"Bereskan pekerjaanmu aku akan keluar sekarang",ucap Marvin dengan berdiri dari duduknya.


"Kau akan kemana?",tanya Garend waktu melihat Marvin sudah sampai didepan pintu ruangannya.


"Kerumah mamaku aku perlu bicara dengan beliau tentang masalah ini",terang Marvin.


Mendengar itu Garend diam tidak bertanya lagi.


***


Sementara itu dikediaman Lancaster**


"Daddy mengatakan itu padamu Peter?",tanya Luna pada Peter yang langsung mengangguk.


"Sepertinya beliau Merindukan anda dan juga merasa bersalah pada anda nona Luna karena itu beliau ingin makan malam bersama malam ini supaya kalian bisa bicara banyak".


Mendengar penjelasan Peter Luna terlihat lega dan berharap Daddynya memang seperti itu padanya sekarang.


"Baiklah kalau memang Daddy ingin makan malam denganku aku setuju",jawab Luna yang membuat wajah Peter terlihat lega.


"Syukurlah kalau anda tidak menolaknya nona karena bagaimanpun saya tau tuan Dion sangat mencemaskan kondisi anda sejak anda menghilang hampir sebulan yang lalu nona".


"Tapi bukannya aku baik baik saja sekarang jadi aku rasa kekhawatiran Daddy tidak beralasan".


"Meski begitu ini pertama kalinya anda kabur dari rumah sangat lama tanpa Khabar apapun pada saya dan Mery jadi wajar kalau kami semua disini sangat khawatir dengan anda".


"Aku tau kalau kau dan Mery sangat menghawatirkan aku karena itu kau mencari aku kesana kemari bukan".


Peter mengangguk mendengar ucapan Luna karena memang itu yang dirasakannya baginya dan Mery Luna bukan hanya sebagai nona mudanya saja tapi sudah mereka anggap anak mereka sendiri, karena itu waktu Luna menghilang Peter dan Mery sangat khawatir dan baru merasa lega waktu dia melihat Luna tampak baik baik saja bekerja diperusahaan Marvin Corp.meski dengan penampilan berbeda tapi entah kenapa sebenarnya dia sudah merasa tenang waktu melihat Luna berada didekat Marvin.


"Tuan Dion juga sangat menghawatirkan anda nona dan anda tidak boleh berpikir kalau beliau tidak mencintai anda karena itu tidak benar".


"Aku tau dia mencintaiku Peter tapi cara Daddy mencintai ku itu tidak sama seperti yang kuinginkan,atau mungkin aku saja yang terlalu berharap dia mencintaiku seperti layaknya ayah pada umumnya dan kecewa waktu caranya berbeda".


"Sebaiknya hal itu kali ini anda katakan pada tuan Dion nona jadi hubungan kalian bisa lebih baik".


"Terimakasih saranmu Peter".


Peter mengangguk dan bermaksud pergi dari kamar Luna tapi segera dicegah Luna.


"Oh iya Peter apa kau melihat ponselku?",tanya Luna tiba tiba yang membuat langkah Peter terhenti.


"Oh...ponsel anda?Saya tidak melihatnya nona mungkin saja terjatuh saat saya membawa anda masuk kedalam mobil waktu itu nona",jawab Peter tanpa berani menatap langsung wajah Luna waktu bicara karena merasa bersalah telah berbohong soal ponsel Luna yang sebenarnya diambil oleh Dion Lancaster.


Mendengar keterangan Peter Luna hanya mengangguk karena waktu itu dia memang tidak terlalu ingat dimana ponselnya, yang dia ingat adalah ponselnya sempat dimatikannya waktu dia bicara dengan Peter diArea parkiran Restoran lalu waktu Peter membiusnya dia tidak ingat lagi.


"Mungkin saja memang jatuh Peter karena waktu itu aku memang mematikan ponselku,tapi biarkan saja aku nanti bisa beli yang baru sebagai gantinya".


"Apa ada yang ingin anda hubungi lewat ponsel itu nona?', tanya Peter.


"Hanya teman dan bos tempatku bekerja tapi aku rasa bisa ditunda sampai aku bisa membeli ponsel yang baru lagi karena ini tidak urgen".