Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
42.Perdebatan yang semakin memanas.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan Marvin tiba tiba saja Dion Lancaster berbalik dan bermaksud melayangkan pukulannya kearah Marvin tapi langsung ditangkis Marvin tanpa ragu.


"Brengsek kau Marvin Fox kali ini kau benar benar sudah keterlaluan!",teriak Dion Lancaster dengan keras.


Marvin bangkit dari duduknya dan langsung berdiri tepat dihadapan Dion Lancaster.


"Anda bilang saya keterlaluan lalu yang kalian berdua lakukan sekarang ini kalian sebut apa?!",bentak Marvin dengan menatap nyalang kepada dua pria paruh baya itu tanpa perduli apa yang diucapkannya akan didengar sampai keluar ruangan.


"Dia putriku jadi aku punya hak penuh atas dirinya dan kau sebagai orang luar tidak berhak ikut campur!",bentak balik Dion Lancaster pada Marvin.


Mendengar apa yang dikatakan Dion Marvin semakin mendekat kearah pria paruh baya yang masih terlihat gagah.


Meski Marvin sangat ingin mencengkram leher Dion Lancaster sekarang karena terlalu marah tapi dia masih berusaha menahan emosinya mengingat pria tua dihadapannya itu adalah ayah dari perempuan yang dicintainya.


"Mungkin sebulan yang lalu dia masih putri anda tuan Dion tapi apa anda lupa kalau saya sudah mengambil alih tanggung jawab Anda untuk Luna sejak sumpah pernikahan yang saya ucapkan dihadapan Tuhan waktu itu",jawab Marvin yang membuat Dion terhenyak mendengarnya begitu juga Thomson Grand yang terlihat terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan Marvin pada Dion.


"Dion,apa maksud nya ini?",tanyanya dengan menatap bingung kearah Dion Lancaster.


"Oh shiiit!",maki Dion karena ternyata rencana yang diharapkannya berhasil tetapi sepertinya malah akan membuatnya berada dalam masalah baru sekarang.


"Tuan Thomson saya tidak bisa menjelaskan ini sekarang karena saya...".


"Lalu kapan?!Apa setelah kau memakai habis uang ku dan putrimu dibuang oleh Marvin Fox baru kau akan menjelaskannya!",bentak Thomson marah.


"Bukan seperti itu tuan Thomson, saya benar benar berniat menikahkan Luna dengan putra anda tapi setelah menyelesaikan perceraiannya dengan Marvin",ucap Dion mencoba menenangkan Thomson yang marah sekarang.


"Tapi saya tidak berniat bercerai dengan Luna tuan Dion, tuan Thomson. Karena sekarang Luna sedang mengandung anak saya dan saya tidak mungkin membiarkan calon keturunan Marvin Fox terlantar".


Dion langsung terhenyak mendengar hal itu begitu juga Thomson sementara Marvin merasa senang karena berhasil membuat dua pria paruh baya itu terkena kejutan hebat.


"Jadi katakan kepada saya kemana anak anda sudah membawa istri dan calon penerus saya tuan Thomson?",tanya Marvin dengan menatap tajam kearah Thompson Grand.


Thomson Grand yang semula berani melawan Marvin dengan keras mulai gugup mendengar bahwa Luna sudah hamil anak Marvin karena seperti kata Marvin kalau sampai karena dibawa pergi oleh Carles putranya Luna keguguran maka dia yakin Marvin pasti akan menghabisi dia dan perusahaannya.


"I..itu tuan Marvin saya akan menghubungi putra saya sekarang dan memintanya membawa istri anda kembali kemari ".


"Kalau begitu lakukan sekarang juga tuan Thomson!",perintah Marvin yang langsung diangguki oleh pria paruh baya itu sementara Dion masih saja terdiam karena tidak tau harus melakukan apa mendengar ucapan Marvin karena sekarang sebagai seorang ayah dia jadi merasa cemas akan keselamatan Luna dan calon cucunya yang sekarang berada ditangan Carles tadi.


Dengan perasaan gugup Thomson Grand segera menghubungi ponsel Carles tapi beberapa kali dia melakukannya, panggilan itu belum juga bisa tersambung membuat Thomson menjadi semakin cemas lalu dia mencoba menghubungi anak buah yang ikut bersama Carles tadi, tapi ternyata sama saja. Sementara Marvin terus menatapnya dengan sangat tajam membuat dia yang gugup menjadi semakin gugup karenanya.


"Bagaimana tuan Thomson?",tanya Marvin yang dijawab gelengan lemah oleh Thomson Grand.


"Ta..tapi saya yakin putra saya pasti tidak akan menyakiti Luna tuan Marvin karena putra saya bukan orang yang kejam".


"Lalu kenapa dia tidak bisa dihubungi dan kemana sebenarnya dia membawa istriku pergi!",bentak Marvin lagi.


"Sepertinya pulang kekediaman kami tuan Marvin tapi saya heran kenapa Carles dan anak buahnya tidak bisa dihubungi sekarang".


"Dengar tuan Thomson kalau sampai istri saya dan calon anak saya kenapa napa saya akan membuat perhitungan serius dengan ada",ancam Marvin dengan mendorong keras tubuh Thomson Grand sampai pria itu jatuh terjerembab kelantai dengan keras, lalu setelah itu dengan langkah cepat dia pergi keluar dari ruangan itu.


Sementara itu Dion Lancaster yang dari tadi hanya diam tiba tiba juga ikut pergi dari sana tanpa memperdulikan Thomson Grand yang masih berada dilantai.


Marvin sudah hampir masuk kedalam mobilnya waktu tiba tiba Dion Lancaster setengah berlari mengejarnya membuat Marvin terpaksa mengurungkan niatnya karena pria itu memanggilnya.


"Marvin Fox!", panggilnya yang membuat Marvin langsung menoleh.


"Ada apa lagi tuan Dion sekarang saya sedang buru buru",jawabnya dengan menatap kearah Dion Lancaster dengan ekspresi dingin.


"Tolong selamatkan Luna dan bawalah dia kembali dengan selamat karena aku sangat cemas padanya sekarang".


Mendengar permintaan Dion Marvin hanya tersenyum sinis pada pria paruh baya itu.


"Berharaplah setelah ini Luna masih mau menganggap anda sebagai Daddynya karena saya saja yang bukan anak anda merasa sangat marah dan muak dengan apa yang anda lakukan sekarang.Apalagi Luna".


"Aku tau apa yang kulakukan salah tapi aku melakukannya bukan tanpa alasan dan kau sudah tau apa alasanku bukan".


"Tak ada pembenaran untuk seorang ayah yang tega menjual putrinya demi uang karena sebagai calon ayah saya merasa seharusnya anda dituntut sekarang oleh putri anda".


"Bukan itu yang ingin aku dengar darimu sekarang Marvin tapi kesediaanmu untuk membuat putriku kembali dengan selamat,itu yang aku inginkan".


"Dasar egois",balas Marvin lalu masuk kedalam mobilnya tanpa menoleh lagi kearah Dion Lancaster karena khawatir kesabarannya akan hilang nanti kalau semakin lama bicara dengan pria paruh baya itu.


"Ayah yang mengerikan",celetuk Garend pada Marvin waktu mereka sudah berkendara pergi dari tempat itu.


"Ya dan setelah ini sepertinya aku harus membawa Luna pergi jauh dari dia sebelum pikiran gila lainnya muncul diotak tuanya itu".


"Kurasa satu satunya orang yang bisa menghentikan dia hanya Tante Elena bagaimana menurutmu Vin",celetuk Garend lagi yang langsung diangguki oleh Marvin.


"Kurasa kau benar hanya mamaku yang bisa menjinakkan orang semacam itu".


Mohon like dan komennya reader🥰🥰