Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
53.Sekretaris Baru


"Tok... tok".


"Masuk!", perintah Marvin pada pengetuk pintu diluar ruangannya.


"Selamat pagi tuan Marvin saya Bela sekretaris anda yang baru",ucapnya dengan berdiri tepat didepan meja Marvin.


Marvin menatap perempuan didepannya yang mengenakan stelan kantor dengan rok super pendek dan atasan kerah V super rendah sampai memperlihatkan sebagian dada sekretaris barunya itu.


"Jadi kamu Bela?",tanya Marvin dengan bersandar kekursi kerjanya waktu menatap kearah sekretaris barunya itu.


"Iya tuan Marvin".


"Kau pasti sudah sangat berpengalaman menjadi sekretaris bukan?",tanya Marvin lagi yang diangguki oleh perempuan bernama Bela.


"Benar terakhir kali saya bekerja sebagai sekretaris pribadi untuk pemilik GcG Corp",terangnya yang diangguki oleh Marvin.


"Aku tau siapa pemilik GcG,tapi harus kukatakan dulu padamu setiap perusahaan punya peraturan berbeda jadi jangan pernah kau bawa kebiasaanmu sewaktu bekerja disana.Karena yang ku butuhkan darimu hanya keahlianmu selain itu aku tidak perlu dan karena aku menerima dua sekretaris sekaligus jadi kuharap kalian bisa bekerja sama dalam hal pekerjaan agar pekerjaan yang kuperintahkan pada kalian berdua bisa cepat selesai".


"Baik tuan Marvin",jawabnya dengan mudur kebelakang.


"Keluarlah dan tanyakan pada kepala sekretaris apa yang harus kau kerjakan sebagai sekretaris pribadiku",perintah Marvin dengan menggerakkan tangannya menyuruh perempuan bernama Bela itu untuk keluar .


waktu siBela akan membuka pintu dia berpapasan dengan Garend yang akan masuk kedalam ruangan Marvin.


Melihat bagaimana penampilan Bela Garend tampak membolakan bola matanya dan langsung mendekat kearah Marvin setelah perempuan itu sudah keluar dari ruangan Marvin, tapi sebelum Garend sempat bertanya tiba tiba pintu ruang kerja Marvin kembali diketuk dari luar terpaksa Garend menahan niatnya yang ingin bertanya tentang sekretaris baru Marvin itu yang barusan keluar.


"Masuk!",perintah Marvin pada si pengetuk pintu .


Tak lama seorang perempuan cantik dengan penampilan tak kalah sexy dan modis dari yang tadi masuk kedalam ruangan Marvin membuat Garend langsung tidak bisa melepaskan tatapannya pada perempuan dihadapan mereka itu.


"Selamat pagi tuan Marvin saya Adel sekretaris pribadi anda yang baru",ucapnya dengan membungkuk hormat kearah Marvin membuat atasan berkerah rendah yang dipakainya itu seperti akan menumpahkan apa yang ada dibalik nya membuat Garend mau tidak mau menelan ludahnya melihat pemandangan indah yang terpampang jelas didepan matanya sekarang.


"Ya aku tau Adel, jadi akan langsung kukatakan saja padamu hal penting yang harus kau ingat kalau ingin bekerja lama sebagai sekretarisku.Aku tidak perduli dengan penampilanmu tapi aku ingin itu tidak mempengaruhi kinerjamu sebagai seorang sekretaris karena aku butuh hasil kerja nyata dari orang yang bekerja bersamaku.Jadi buktikan kemampuanmu sebagai sekretaris pribadiku tidak lebih, karena aku tidak tertarik berhubungan dengan pegawai perempuan ku selain untuk urusan kantor. Aku akan menghargai dan menghormati dirimu selama kau bisa menempatkan posisi mu.Intinya jangan melewati garis batasku apa kau mengerti!".


"Baik tuan akan saya ingat semua apa yang anda katakan barusan".


"Baiklah kau boleh pergi",perintah Marvin pada Adel tapi sebelum Adel keluar Marvin menyela.


"Tunggu nona Adel bisa kau buatkan dua cangkir kopi untuk kami dan membawanya kemari",pintanya yang diangguki oleh perempuan bernama Adel itu.


Lalu sekretaris Beru Marvin itu keluar dari ruangan Marvin.


"Waow Vin mereka benar benar luar biasa sangat indah dan ehem",ucap Garend dengan menggerakkan tangannya meliuk dari atas kebawah dalam menggambarkan bentuk tubuh sekretaris Marvin tadi.


"Mereka perempuan jadi wajar kalau mereka cantik mamaku juga cantik apa kau lupa ? Apa lagi Luna dia sangat cantik dan punya tubuh yang indah dibagian yang seharusnya",jawab Marvin yang membuat Garend merenggut kesal mendengarnya.


"Aku tau dulu Tante Elena cantik tapi sekarang dia sudah tua jadi lebih ke berkharisma".


"Lalu Luna apa kau akan bilang dia tidak cantik?!",balas Marvin dengan menatap tajam ke arah Garend.


"Tentu saja dia cantik kalau tidak cantik tidak mungkin kau tergila gila padanya,tapi masalahnya bukan itu melainkan penampilan kedua sekretaris mu itu.Apa mereka bisa bernafas dengan pakaian seukuran anak 5 tahun itu ditubuh mereka".


"Kau keterlaluan Rend bagaimana bisa kau menyebut pakaian semodis itu sebagai pakaian balita"celetuk Marvin.


"Lalu apa namanya kalau bukan pakaian balita? Bahkan aku penasaran apakah Balita mau memakai pakaian sekecil itu".


"Berhentilah mengatakan hal tidak penting seperti itu karena aku tidak perduli dengan penampilan mereka yang kuperlakukan hanya otak mereka",jawab Marvin.


"Semoga saja",celetuk Garend lagi.


"Apa maksud ucapanmu.Apa kau pikir aku tertarik pada mereka begitu?.


"Aku hanya khawatir Vin karena mereka seolah terang terangan sedang berusaha menggodamu".


"Kurasa mereka sedang menggoda seluruh pria dikantor kita bukan hanya aku",balas Marvin.


"Lalu kau diam saja melihat itu,Apa kau tidak takut scandal,terutama sekretaris yang bernama Bela itu dia bilang pernah bekerja untuk sibrengsek pemilik GcG Corp. Bagaimana kalau dia kesini karena perintah Si Alberto sialan itu".


"Berhenti memaki didepanku Garend.Kalau itu memang benar maka aku tidak perlu repot mencari bukti untuk menjatuhkan pria itu bukan?".


"Lalu bagaimana kalau kau malah yang jatuh?",tanya Garend cemas karena tau selama ini GcG Corp sangat ingin menjatuhkan perusahaan Marvin meski selalu gagal.


"Itu tidak mungkin karena kaki ku terbuat dari besi jadi tangan rapuh Alberto tidak akan bisa menggoyahkan posisiku".


"Semoga saja,lalu apa kau akan mengawasi dia Vin?",tanya Garend penasaran.


"Itu tugasmu",perintah Marvin.


"Kenapa tugasku bukankah mereka sekretarismu.Kau yang setiap hari akan bertemu dengan mereka".


"Tapi kau pegawaiku kenapa kau selalu lupa posisimu setiap kali berada diruanganku apa kau berniat melakukan kudeta Garend.


"Memangnya kau pikir aku Napoleon dan kau raja Philip?",jawab Garend kesal.


"Siapapun kau yang penting kalau musuh mulai mendekat jangan lengah ingat itu'.


"Baiklah aku akan mengawasi dan menyelidikinya lagi",jawab Garend.


"Bagus aku suka mendengar jawabanmu itu".


"Hemmm,kalau begitu aku pergi saja sekarang".jawab Garend dengan Bangun dari duduknya berniat keluar dari ruangan Marvin tapi malah berpapasan dengan Elena Fox dan Luna yang akan masuk keruangan Marvin.


"Selamat pagi Tante,Halo Luna",sapa Garend lalu segera pergi dari ruangan itu karena khawatir terjebak dipeperangan keluarga kalau dia berlama lama disana.


Begitu Marvin melihat Elena Fox dan Luna masuk kedalam ruangannya Marvin segera berdiri untuk menyambut Luna.


"Tumben kalian berkunjung kekantorku bukankah mama bilang tidak ingin mengunjungi ku lagi".


"Sebenarnya aku tidak ingin tapi aku penasaran perempuan seperti apa para sekretaris pilihanmu itu".


"Itu dia", jawab Marvin dengan menunjuk kearah pintu membuat Luna dan Elena Fox reflek menoleh kebelakang.