
Luna terbangun dan terkejut karena ternyata hari sudah cukup siang padahal dia tadi berniat bangun pagi karena Marvin bilang akan pulang hari ini dengan pesawat pertama dan dia bermaksud bersiap siap untuk menyambut Marvin tapi dari kemarin dia memang merasa kondisinya sedikit Aneh .
Puncaknya adalah pagi ini seluruh badannya terasa sakit dan lemah kepalanya juga terasa sangat pusing,bahkan saat bangun dari ranjang Luna hampir saja terjatuh karena merasa tubuhnya seolah melayang dan perutnya tiba tiba saja terasa bergolak hebat membuatnya ingin muntah.
"Oh tidak asam lambungku pasti kambuh lagi sekarang",ucapnya dengan bergegas menuju kamar mandi dan langsung ke kloset untuk mengeluarkan semua isi perutnya pagi itu.
"Huek....huek...".
Berkali kali Luna muntah sampai seluruh isi perutnya habis membuatnya lemas tidak bertenaga lagi sampai dia terduduk dilantai toilet setelah semua isi didalam perutnya habis terkuras karena muntah barusan.
Setelah tenaganya sedikit pulih Luna mencuci mukanya dan menggosok gigi saja tanpa berani mandi karena tubuhnya terasa demam tidak jelas.Luna merapikan penampilannya seadanya sebelum memutuskan turun kelantai bawah untuk mencari sesuatu yang bisa menghangatkan tubuhnya yang terasa tidak nyaman.
Sampai didepan ruang makan dia berpapasan dengan pelayan keluarga Fox yang melihatnya dengan tatapan khawatir karena wajahnya terlihat sangat pucat sekarang.
"nona muda anda baik baik saja",sapa pelayan rumah Elena Karena melihat penampilan Luna saat itu yang terlihat seperti orang sakit.
Luna segera menggeleng sebagai jawaban pertanyaan pelayan itu karena dia memang merasa tidak nyaman sekarang.
"Sepertinya aku demam dan asam lambungku naik.Bisakah kau memberiku obat demam dan segelas teh panas pinta Luna dengan merapatkan sweater tebal yang dikenakannya nya.
"Akan saya buatkan nona dan seharusnya kalau anda sakit anda jangan turun nona muda tapi beristirahat saja dikamar".
"Aku masih bisa bangun tidak papa setelah minum obat nanti kondisiku juga akan membaik dengan sendirinya",terang Luna.
"Kalau begitu sebaiknya anda kembali kekamar untuk beristirahat biar
nanti saya bawakan apa yang anda minta tadi kekamar anda nona muda".
"Te..terimakasih kalau begitu aku kembali kekamar sekarang".
Lalu Luna berjalan kembali menuju kamar Marvin dilantai 2 dan langsung merebahkan tubuhnya diranjang serta menutupi tubuhnya dengan selimut tebal supaya dia merasa hangat.
Elena yang berniat sarapan mengerutkan keningnya melihat pelayan dirumahnya membawa nampan berisi bubur dan segelas teh panas.
"Akan kau bawa kemana semua itu?",tanyanya penasaran.
"Saya akan membawanya kekamar nona muda Luna nyonya besar",terang sipelayan yang membuat Elena kembali bertanya.
"Untuk apa?Apa Luna sedang sakit?",tanyanya dengan nada khawatir yang tidak bisa disembunyikannya.
"Iya,sepertinya nona muda demam dan dia bilang asam lambungnya naik,karena itu dia meminta dibawakan teh hangat serta obat penurun panas dan saya sengaja membawakannya bubur agar nona muda cepat sembuh".
"Dia sakit, lalu kenapa kau tidak mengatakan itu padaku langsung bagaimana kalau sakitnya ternyata parah!",bentak Elena Fox marah membuat si pelayan ketakutan.
"Ma..maaf nyonya saya sudah teledor".
"Sudahlah sekarang telpon dokter pribadi keluarga Fox katakan padanya untuk kemari karena menantuku sedang sakit dan ini biar aku yang membawanya keatas kau pergi lakukan perintahku sekarang!"perintah Elena dengan mengambil nampan ditangan sipelayan untuk dibawa kekamar Luna tapi sebelum dia naik tangga dia kembali menoleh kearah pelayan itu.
"Suruh dokter itu datang secepatnya".
"Baik nyonya besar",jawab sipelayan dengan mengangguk lalu berjalan pergi untuk menghubungi dokter keluarga Fox.
Sementara itu Elena langsung naik keatas menuju kamar Marvin.
Sampai didalam dia terkejut melihat Luna terbarik diranjang dengan selimut tebal menutupi tubuhnya.
"Astaga kenapa kau diam saja padahal kondisimu terlihat sangat parah Luna bagaimana kalau Marvin pulang melihatmu seperti ini dia pasti akan menyalahkan ku nanti dikiranya aku telah membuatmu sampai kelelahan saat ditinggal nya",gerutu Elena dengan mendekat kearah ranjang lalu menyentuh dahi Luna yang terasa panas. Merasa disentuh oleh seseorang Luna langsung bergerak dan membuka matanya, dia sempat berpikir kalau yang menyentuh dahinya itu Marvin dan sedikit kecewa karena ternyata yang berada dikamarnya sekarang adalah Elena Fox yang terlihat khawatir padanya.
"Oh nyonya",ucapnya dengan berusaha bangun dari tidur nya.
"Badanmu panas sekali bagaimana bisa sampai seperti ini?",tanya Elena dengan memberikan gelas berisi teh hangat kepada Luna yang langsung diterima Luna lalu diminumnya sedikit karena mulutnya terasa pahit.
"Saya tidak tau nyonya mungkin saya kelelahan nyonya tapi besok saya pasti akan sembuh setelah minum obat penurun panas biasanya juga begitu", jawab nya dengan kembali membaringkan tubuhnya keranjang karena kepalanya terasa pusing lagi.
"Aku sudah menyuruh pelayan memanggil dokter keluarga Fox.Sebaiknya kau diperiksa dulu sebelum minum obat apapun",saran Elena Fox lembut membuat Luna merasa tenang diperlakukan Elena Fox seperti itu.
"Baik nyonya",jawab Luna dengan kembali merebahkan tubuhnya keranjang.
"Jangan tidur tapi cobalah makan dulu sedikit agar kondisimu cepat pulih sambil menunggu dokter datang",perintah Elena Fox dengan mendekatkan bubur yang dibawanya kearah Luna.
Tapi baru saja mencium aroma bubur yang dibawa Elena tiba tiba Luna langsung menutup hidungnya dengan tangan karena aroma bubur itu membuat perutnya kembali terasa mual sekali.
Elena yang melihat ekspresi Luna menjadi semakin cemas.
"Kamu baik baik saja?",tanyanya yang dijawab Luna dengan gelengan.
"Aroma bubur membuat saya merasa mual",terangnya.
Melihat hal itu Elena segera menjauhkan bubur yang ada ditangannya dari hadapan Luna.
" Sepertinya kondisimu kali ini parah, tunggu sebentar lagi dokter akan segera datang",ucapnya dengan wajah terlihat semakin cemas karena wajah Luna sekarang sudah sangat pucat.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya Dokter keluarga Fox datang melihat itu Elena fox langsung menyuruh dokter untuk memeriksa kondisi Luna.
"Cepat periksa kondisi menantuku sekarang dan katakan dia sakit apa!",perintah Elena dengan cemas.
"Baik nyonya".
Dokter segera memeriksa kondisi Luna dengan teliti lalu setelah selesai dia langsung menatap kearah Elena Fox dan Luna secara bergantian membuat Elena Fox semakin cemas..
"Bagaimana kondisi menantu ku sekarang dokter?".
"Selamat nyonya Elena karena ternyata sakit nona Luna karena dia sedang hamil muda".
Luna yang semula seperti tidak punya tenaga tiba tiba langsung membaik dan bangun.
"Apa dok saya hamil! tapi bagaimana mungkin?",tanyanya tidak percaya kalau dia sekarang sedang hamil.
Elena yang mendengar apa yang dikatakan Luna terkejut.
"Bagaimana bisa tidak mungkin kalau kau melakukan hal itu dengan putraku!".
"Bukan nyonya maksud saya, saya merasa tidak percaya kalau akhirnya saya hamil saya merasa seolah ini seperti mimpi",jawab Luna dengan terharu.