Pesona Sekretaris Cupu Ku

Pesona Sekretaris Cupu Ku
14. Pernikahan kontrak.


"Apa!kalian berdua sudah menikah!".


Luna sampai memundurkan tubuhnya kebelakang agar gebrakan Sela dimeja tidak membuatnya terkena minuman dari meja mereka.


"I..iya Sel kemarin...".


"Kemarin!!!dan kau baru mengatakannya sekarang?Apa kau benar benar tidak menganggap ku teman baik Luna!!".


"I..itu....semuanya terlalu mendadak dan tiba tiba,jadi aku tidak sempat mengatakan apapun padamu".


"Mendadak memangnya kenapa kau menikah dengannya semendadak ini apa kau hamil anak bosmu?!".


Luna buru buru menggeleng.


"Bukan itu masalahnya tapi....ini karena kesepakatan bersama yang kurasa sama sama menguntungkan bagi kami berdua ".


"Jelaskan padaku Luna?Karena sekarang aku benar benar tidak mengerti jalan pikiranmu".


"Itu...kami menikah hanya sementara sampai dia tidak dipaksa lagi oleh ibunya untuk terus mencari istrinya yang kabur".


Sela terdiam mendengar hal itu.


"Lalu apa keuntungannya untukmu bukankah kau lari kemari karena menolak menikah tapi belum sampai satu bulan kau berada disini tiba tiba kau memutuskan menikah dengan pria yang baru kau temui".


"Ini situasinya berbeda Sela,waktu itu aku dipaksa menikah,sementara ini adalah atas kesepakatan bersama".


"Kesepakatan bersama?Apa kau yakin atau kau hanya bodoh tanpa tau telah dimanfaatkan oleh bosmu dengan dalih itu".


"Aku tidak merasa begitu,kami menyetujui pernikahan ini setelah sama sama mencapai kesepakatan".


"Baik kalau sama sama saling menguntungkan katakan padaku apa keuntungannya untukmu?".


"Aku dapat perlindungan dan juga status sementara agar waktu Daddyku nanti menemukanku dia tidak bisa memaksaku untuk menikah dengan rekan bisnisnya itu lagi".


"Apa kau yakin hanya itu dan tidak ada perasaan suka sama sekali diantara kalian".


"Aku yakin Marvin hanya butuh status kami, sama seperti aku karena dia bilang dia tidak perduli dengan penampilanku dan dia akan semakin suka kalau aku berpenampilan semakin jelek nantinya".


"Itu dia,lalu bagaimana dengan kau?Apa kau juga akan baik baik saja selamanya bersama dengan pria setampan Marvin Fox sementara kau dalam penampilan buruk seperti itu".


"Ini hanya sementara.Mungkin sekitar 6 bulan lalu kami akan bercerai".


"Apa kau pikir 6 bulan itu sebentar karena kita tidak tau apa yang akan terjadi selama 6bulan kedepan dalam hubungan kalian terutama denganmu".


"Sela..aku pasti baik baik saja!".


"Aku bicara seperti ini karena aku menghawatirkan mu Luna.Kau temanku dan aku perduli padamu".


"Aku tau dan aku berterimakasih padamu untuk itu Sela".


Luna mengatakan hal itu dengan meraih tubuh Sela kedalam pelukannya karena dia tau apa yang Sela katakan itu serius.


****


Sementara itu dikantor Marvin Corp.


"Marvin apa maksudmu dengan semua ini!".


Elena Fox terlihat sangat marah pada putranya sekarang.


"Apa lagi tentu saja aku dan Luna sudah menikah ma".


Marvin menjawab kemarahan sang mama dengan ekspresi datar tanpa perduli dengan emosi sang mama yang saat ini sedang meledak ledak.


"Apa kau masih waras Vin!Kau baru saja menikah dengan putri Lancaster lalu sekarang kau menikah lagi dengan sekretarismu itu!".


"Memangnya kenapa ma?Bukankah istriku itu kabur jadi wajar kalau aku menikah lagi sekarang".


"Tapi kenapa harus dengan perempuan jelek itu!".


"Meski dia jelek tapi dia nyata dan dia tidak kabur waktu kami menikah sementara perempuan Lancaster itu aku bahkan tidak pernah melihat bentuk wajahnya.Apa dia bisa disebut sebagai istriku".


"Ma...berhenti meributkan hal ini aku sudah lelah sebaiknya sekarang mama pulang dan tunggu saja kabar baik dariku tentang keinginan mama yang ingin memiliki cucu itu".


"Vin...apa kau serius suka dengan perempuan jelek itu.Apa yang membuatmu menyukainya Vin".


"Tidak ada ma tapi yang pasti dia nyata.Sekarang pulanglah tolong jangan lagi mempermasalahkan pernikahanku ma.Aku sungguh lelah".


"Baiklah kali ini mama mengalah tapi bukan berarti mama menyerah".


"terserah mama saja".


Setelah menumpahkan kekesalannya Elena Fox keluar dari ruangan putranya, sementara Marvin merasa sedikit lega karena akhirnya mamanya tidak lagi seperti akhir akhir ini yang terus memaksakan kehendaknya.


Baru saja Marvin merasa tenang tiba tiba Garend masuk kedalam ruangannya.


"Apa kalian baru saja bertengkar lagi?".


Tanyanya pada Marvin.


"Tidak parah,ada apa kau kemari? Apakah ingin menyiramkan minyak juga ke api?".


"Hah!Aku baru saja masuk karena mengkhawatirkan mu tapi kau langsung menuduhku begitu".


"Lalu untuk apa?".


"Hanya ingin bertanya tentang pernikahan keduamu yang kembali kau adakan secara mendadak.Apa kau tidak ingin mengatakan apapun padaku sekarang".


"Tidak,karena yang menikah aku dan kau bukan salah satu pihak terkait jadi aku tidak perlu mengatakan apapun".


"Tapi aku yang membawa Luna atas permintaan Sela keperusahaan ini jadi andai sesuatu terjadi pada perempuan itu karena mu aku juga akan ikut terlibat".


"Tidak usah berbicara seperti itu karena itu tidak akan berpengaruh apapun pada keputusan yang sudah kuambil".


"Vin seharusnya kau berpikir lebih panjang sebelum memutuskan mengajak Luna masuk dalam permainanmu ini.Mungkin Tante Elena sekarang akan diam tapi aku yakin diamnya dia itu lebih mengerikan dan aku harap kau waspada.Bisa saja dia berbuat nekat nantinya".


"Mamaku memang menyebalkan tapi dia tidak pernah bermaksud melukai siapapun".


"Itu benar tapi kita tidak tau kalau dengan Luna karena Luna termasuk berani mengambil langkah masuk dalam lingkaran setan yang kalian ciptakan ini".


Marvin menatap Garend tajam.


"Apa itu berarti kami keluarga devil?!".


"Hah!.Aku tidak sedang bercanda sekarang Vin!".


"Tapi secara tidak langsung itu yang kau pikirkan tentang kami bukankah begitu Garend".


"Kurasa tidak akan sampai sekejam itu tapi aku tidak tau saat emosi dan kebencian menguasai seseorang semuanya bisa jadi lebih parah dari itu".


"Aku tidak akan membuat dia terlibat sejauh itu dengan perselisihan ku dan mamaku,meski aku merasa sedikit heran dengan sikap dan tingkah laku Luna tapi aku tidak ingin ambil pusing karena aku sudah berjanji tidak akan mencampuri urusan pribadi Luna selama kami melakukan pernikahan kontrak ini".


"Kau serius dengan itu bukankah kau bilang kau akan tinggal bersama dengannya?".


"Itu benar tapi kami tinggal di apartemen dua lantai jadi aku rasa itu tidak masalah".


"Huffft...aku tidak mengerti jalan pikiran kalian semua, kenapa harus bersusah payah seperti ini.kalau memang tidak mau ya bilang saja tidak jangan pura pura tidak tapi akhirnya nanti akan tertarik".


"Apa maksud ucapanmu barusan?!".


"Tidak ada...aku hanya mendengar dari Sela kalau Luna itu adalah tema kuliah Sela.Kau tau Sela bukan perempuan cantik yang aku kencani selama hampir dua bulan ini".


"Lalu apa hubungannya itu denganku?!".


"Jujur saja aku sangat penasaran dengan Luna.Apakah itu dirinya yang asli atau bukan?".


Seketika Marvin terdiam mendengar ucapan Garend itu dan membuatnya menjadi berpikir.


Autor Up 2 bab hari ini jangan lupa tinggalkan Like komen kalian ya reader😁😁.